Acer Predator Atlas 8 mulai tiba lebih awal di tangan sejumlah pembeli di Inggris. Gaming handheld berbasis Intel Arc tersebut sebelumnya diperkirakan baru meluncur pada Oktober, tetapi Acer kemudian mempercepat ketersediaannya untuk pasar Amerika Utara dan kawasan EMEA.
Unit pertama yang diterima konsumen pun mulai memunculkan berbagai impresi awal. Secara umum, pengalaman pengguna menunjukkan respons positif, terutama pada bagian layar, performa gaming, sistem pendingin, dan pilihan konektivitas. Namun, beberapa catatan juga muncul, mulai dari tombol yang terasa kurang responsif hingga masalah pada mode sleep.
Salah satu pembeli Inggris dilaporkan mendapatkan varian 24GB dengan harga £1.300 atau sekitar US$1.741 di Currys. Pengalaman penggunaan perangkat tersebut kemudian dibagikan melalui Reddit dan memberikan gambaran awal mengenai bagaimana Predator Atlas 8 bekerja di dunia nyata.
Layar 8 Inci Jadi Salah Satu Daya Tarik
Salah satu bagian yang mendapatkan respons positif adalah layarnya. Predator Atlas 8 mengusung panel IPS touchscreen berukuran 8 inci dengan resolusi 1.920 x 1.200 piksel. Panel tersebut memiliki refresh rate hingga 120Hz dan mendukung variable refresh rate atau VRR. Acer juga mencantumkan tingkat kecerahan hingga 500 nits.
Dalam penggunaan gaming, kombinasi resolusi dan refresh rate tersebut dapat memberikan pengalaman visual yang lebih mulus, terutama pada game yang mampu menghasilkan frame rate tinggi. Menurut impresi awal pengguna, kualitas layar Predator Atlas 8 dinilai sebanding dengan pengalaman yang ditawarkan Asus ROG Xbox Ally X. Hal ini menjadi salah satu nilai jual menarik bagi gamer yang menginginkan layar handheld berukuran lebih lega.

Performa Gaming Intel Arc Terlihat Solid
Di balik bodinya, Predator Atlas 8 menggunakan Intel Arc G3 Extreme yang dipadukan dengan grafis terintegrasi Arc B390. Konfigurasinya juga mencakup 24GB LPDDR5X-7467 dan SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1TB. Kombinasi tersebut memberikan fondasi hardware yang cukup serius untuk sebuah gaming handheld.
Berdasarkan impresi awal yang dibagikan pengguna, performa Atlas 8 disebut solid ketika digunakan memainkan sejumlah game yang telah diuji.
Namun, konsumsi daya menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten ketika perangkat dijalankan pada mode 30W Balanced. Hal ini menjadi salah satu aspek yang masih menarik untuk diamati ketika lebih banyak unit retail mulai digunakan oleh konsumen.
Untuk perangkat handheld, keseimbangan antara performa dan konsumsi daya memang penting. Daya yang lebih tinggi dapat membantu mempertahankan performa, tetapi juga berpengaruh terhadap suhu dan ketahanan baterai.
Sistem Pendingin Tergolong Senyap
Kabar positif lainnya datang dari sistem pendingin. Predator Atlas 8 menggunakan dual-fan cooling untuk menjaga temperatur ketika digunakan bermain game. Menurut impresi awal pengguna, kipas perangkat terdengar cukup senyap dan tidak menunjukkan suara dengung yang mengganggu atau noticeable whining.
Karakter seperti ini cukup penting pada gaming handheld karena perangkat biasanya digunakan dalam jarak dekat dengan wajah pengguna. Suara kipas yang terlalu agresif dapat mengganggu pengalaman bermain, terutama ketika gamer menggunakan perangkat di ruangan yang relatif tenang.
Namun, speaker justru mendapatkan komentar yang lebih beragam. Volume suara disebut sangat keras, tetapi terdapat karakter echo yang terasa tidak biasa ketika digunakan.
Tombol dan D-Pad
Tidak semua bagian Predator Atlas 8 mendapatkan respons positif. Kontrol fisiknya menjadi salah satu area yang memperoleh kritik. Tombol dan D-pad disebut terasa mushy atau kurang tegas ketika ditekan.
Untuk gaming handheld, karakter tombol bukan sekadar persoalan kenyamanan. Respons kontrol dapat berpengaruh terhadap pengalaman bermain, terutama pada game yang membutuhkan input cepat dan berulang.

Predator Atlas 8 memang menggunakan Hall-effect triggers, yang menjadi salah satu fitur menarik untuk kontrol analog. Namun, impresi awal menunjukkan bahwa kualitas rasa tombol secara keseluruhan masih menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Masalah Sleep Mode Jadi Catatan Terbesar
Masalah yang paling mencolok dari unit awal tersebut justru berasal dari software atau manajemen daya. Mode sleep dilaporkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketika perangkat masuk ke mode tersebut, kipas masih tetap berjalan.
Sebagai solusi sementara, pengguna memilih menggunakan hibernation dibandingkan sleep mode. Masalah seperti ini cukup penting pada gaming handheld karena perangkat dirancang untuk sering berpindah dari satu sesi bermain ke sesi berikutnya. Mode sleep yang bekerja dengan baik memungkinkan gamer melanjutkan permainan dengan cepat tanpa harus melakukan proses booting dari awal.
Apabila masalah tersebut berkaitan dengan firmware, ada kemungkinan pembaruan software nantinya dapat memperbaikinya. Namun, status perbaikannya masih perlu menunggu informasi resmi dari Acer.
Konektivitas Lengkap untuk Gaming Handheld
Dari sisi konektivitas, Predator Atlas 8 menawarkan konfigurasi yang cukup lengkap. Perangkat ini membawa dua port Thunderbolt 4, Wi-Fi 7, serta card reader microSD dengan standar UHS-II.
Pilihan tersebut membuat Atlas 8 lebih fleksibel dibandingkan handheld yang hanya mengandalkan beberapa port dasar. Thunderbolt 4, misalnya, dapat memberikan opsi koneksi ke berbagai perangkat eksternal, sementara Wi-Fi 7 menawarkan standar konektivitas nirkabel generasi baru.
Untuk gamer yang juga menggunakan handheld sebagai komputer mini, konektivitas seperti ini dapat menjadi nilai tambah.
Berat Unit Disebut Lebih Tinggi dari Klaim Acer
Predator Atlas 8 membawa baterai berkapasitas 80Wh. Acer menyebut varian tersebut memiliki bobot di bawah 810 gram. Namun, salah satu pembeli yang sudah menerima unit melaporkan bobot perangkat sekitar 870 gram.
Perbedaan antara spesifikasi resmi dan bobot unit retail tersebut tentu masih perlu dilihat lebih lanjut karena satu unit pengguna belum cukup untuk menggambarkan seluruh produksi. Perbedaan konfigurasi atau metode pengukuran juga dapat memengaruhi hasil.
Meski demikian, bobot tetap menjadi faktor penting pada handheld dengan layar 8 inci dan baterai besar. Semakin berat perangkat, semakin besar pula pengaruhnya terhadap kenyamanan ketika dimainkan dalam waktu panjang.
Acer Predator Atlas 8 Layak Dinantikan Gamer
Kesan awal Predator Atlas 8 menunjukkan perangkat yang memiliki sejumlah keunggulan menarik. Layar 8 inci 120Hz, hardware Intel Arc, RAM 24GB, SSD 1TB, baterai 80Wh, pendingin yang relatif senyap, serta konektivitas lengkap membuatnya terlihat serius sebagai gaming handheld.
Di sisi lain, kontrol yang terasa mushy, masalah sleep mode, karakter speaker yang menghasilkan echo, serta laporan bobot 870 gram menjadi beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Kapan tepatnya Predator Atlas 8 mulai dikirim secara lebih luas di Amerika Serikat dan kawasan EMEA masih belum sepenuhnya jelas. Jika mengacu pada informasi Acer, distribusi diperkirakan berlangsung hingga 30 September.
Dengan semakin banyak unit yang sampai ke tangan gamer, pengalaman pengguna berikutnya akan menjadi penting untuk melihat apakah catatan pada unit awal tersebut merupakan kasus individual atau menjadi pola yang lebih luas.

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.