League of Legends Worlds 2026 semakin dekat. Turnamen terbesar dalam kalender esports ini akan dimulai pada 15 Oktober 2026 di Amerika Serikat, mempertemukan 19 tim untuk memperebutkan gelar juara dunia.
Menjelang kompetisi tersebut, Riot Games melalui Phroxzon telah merilis informasi mengenai Patch 26.20, versi game yang akan digunakan pada Worlds 2026.
Setiap tahun, muncul teori di kalangan penggemar League of Legends bahwa patch Worlds sengaja menguntungkan T1, organisasi yang telah mendominasi panggung dunia dan menjadi juara Worlds selama tiga tahun berturut-turut. Namun, apakah Patch 26.20 benar-benar bisa disebut sebagai “T1 Patch”?
Patch 26.20 Jadi Versi Worlds 2026
Menurut Riot Phroxzon, perubahan pada Patch 26.20 relatif terbatas karena tim pengembang menilai kondisi meta kompetitif sudah berada di titik yang cukup stabil. Karena itu, Riot hanya melakukan sejumlah penyesuaian tanpa ingin memberikan dampak besar terhadap permainan Solo Queue. Beberapa buff bahkan kemungkinan tidak terlalu relevan untuk kompetisi profesional, kecuali terjadi perubahan besar dalam strategi atau penerapan Fearless Draft.
Patch 26.20 Preview (World's Patch)
— Matt Leung-Harrison (@RiotPhroxzon) September 29, 2026
This is the final World's patch and we've been pretty happy with the meta from playoffs and don't feel like there's much more we can improve it (aside from this patch) without causing excess damage to SoloQ, which is also a high priority for us… pic.twitter.com/4QfRBkJbKi
Dari daftar perubahan tersebut, tidak banyak buff yang secara langsung menguntungkan pemain T1.
Diana memang merupakan salah satu champion yang pernah menjadi pilihan Oner. Namun, pertandingan kompetitif terakhirnya menggunakan champion tersebut terjadi pada 2024. Sementara itu, buff Kindred justru lebih berpotensi menguntungkan pemain seperti jungler Bilibili Gaming, Xun, dibanding Oner. Terlebih lagi, Patch 26.19 sebelumnya sudah memberikan nerf kepada Vi, Nocturne, dan Poppy, tiga champion yang cukup identik dengan permainan Oner.
Doran dan Faker Tak Mendapat Keuntungan Besar
Berpindah ke posisi top lane, Doran juga tidak bisa dikatakan memperoleh keuntungan besar dari Patch 26.20. Buff terhadap Kennen dan Mordekaiser memang berpotensi membuka kembali ruang bagi champion AP di top lane. Namun, kedua perubahan tersebut tidak secara spesifik memberikan keunggulan kepada Doran.
Sementara itu, nerf K'Sante dan Ambessa memang dapat mengubah prioritas champion di top lane. Akan tetapi, keduanya merupakan champion yang juga umum dimainkan oleh banyak top laner profesional.
Di mid lane, situasinya tidak jauh berbeda untuk Faker. Buff atau perubahan pada Swain tidak terlalu berkaitan dengan champion pool andalannya. Nerf Cassiopeia juga bukan perubahan yang secara khusus merugikan atau menguntungkan Faker dibandingkan mid laner lain.
Perubahan Sylas justru masih harus ditunggu dampaknya di panggung kompetitif. Jika champion tersebut kembali mendapatkan tempat penting dalam meta, pemain seperti Zeka bisa menjadi salah satu nama yang ikut diuntungkan.
Bot Lane T1 Justru Punya Alasan untuk Tersenyum
Jika ada area yang memberikan alasan bagi penggemar T1 untuk optimistis, bot lane menjadi kandidat paling jelas. T1 memang cukup bergantung pada performa duo bot lane mereka sepanjang musim. Patch 26.20 memberikan buff kepada Lucian, salah satu champion yang sangat familiar bagi Peyz.
Lucian merupakan champion yang cukup sering dimainkan Peyz sepanjang kariernya. Bahkan, sang ADC memiliki persentase kemenangan yang tinggi ketika menggunakan champion tersebut.
Buff Vayne dan Smolder memang tidak memberikan dampak sebesar Lucian. Peyz bahkan belum pernah memainkan Vayne dalam pertandingan kompetitif, sementara Smolder hanya satu kali masuk dalam daftar champion yang digunakannya.
Menariknya, buff yang lebih signifikan bagi champion pool Peyz sebenarnya datang pada Patch 26.19 melalui perubahan terhadap Aphelios.
Aphelios sendiri merupakan salah satu champion yang paling sering dimainkan Peyz sepanjang kariernya.
Keria Mendapat Dua Buff Menarik
Support T1, Keria, juga memiliki alasan untuk menyambut Patch 26.20. Neeko mendapatkan buff dan champion tersebut bukanlah pilihan asing bagi pemain support level Tier 1. Keria bahkan dikenal memiliki performa kuat ketika menggunakan Neeko dan beberapa kali menciptakan momen ikonik melalui champion tersebut.
Tahm Kench juga mendapatkan buff.
Champion ini merupakan salah satu pilihan yang cukup sering digunakan Keria sepanjang kariernya. Dengan persentase kemenangan lebih dari 70 persen pada Tahm Kench, perubahan tersebut berpotensi memberikan tambahan opsi bagi T1 di bot lane.
Dengan demikian, jika ingin mencari keuntungan paling jelas bagi T1 dari Patch 26.20, bot lane memang terlihat paling menjanjikan.
Bagaimana dengan Patch Worlds T1 Sebelumnya?
Teori mengenai “T1 Patch” sebenarnya juga tidak terlalu kuat jika melihat sejarah Worlds beberapa tahun terakhir. Pada Worlds 2025, Patch 25.20 melakukan penyesuaian terhadap Azir, champion yang sangat identik dengan Faker. Riot saat itu mengurangi kekuatan early game Azir sekaligus meningkatkan aspek late game untuk mendorong gaya bermain yang lebih berisiko.
Orianna, yang juga pernah menjadi salah satu pilihan Faker, mendapatkan nerf pada patch yang sama.
Setahun sebelumnya, Patch 14.18 juga memberikan nerf kepada Azir. Varus, champion yang sangat sering digunakan Gumayusi, turut mendapatkan nerf.
Kemudian pada 2023, Patch 13.19 kembali memberikan nerf kepada Azir, kali ini secara spesifik menyasar kemampuan Q milik sang Emperor of the Sands.
“T1 Patch” Lebih Banyak Jadi Mitos?
Melihat perubahan tersebut, teori bahwa Riot selalu menciptakan patch Worlds untuk menguntungkan T1 tampaknya lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari folklore komunitas League of Legends.
Sebuah nerf tidak otomatis membuat champion menjadi tidak layak dimainkan. Demikian pula, buff tidak selalu berarti champion tersebut langsung menjadi pilihan prioritas di kompetisi profesional.
Meta Worlds juga ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari champion pool pemain, strategi tim, prioritas draft, eksekusi di pertandingan, hingga bagaimana setiap tim membaca perubahan patch.
Untuk Worlds 2026, Patch 26.20 memang memberikan beberapa perubahan yang dapat membantu pemain T1, terutama Peyz dan Keria. Namun, perubahan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh patch dirancang khusus untuk T1.
Pada akhirnya, jawabannya akan terlihat di panggung Worlds 2026. Jika champion tertentu benar-benar menjadi bagian penting dari strategi T1, barulah pengaruh Patch 26.20 terhadap juara dunia bertahan tersebut bisa dinilai lebih konkret.
Worlds 2026 Siap Dimulai
League of Legends World Championship 2026 akan menjadi panggung bagi 19 tim untuk mengejar gelar juara dunia. T1 datang sebagai juara bertahan tiga kali, sehingga perhatian terhadap champion pool mereka tentu sangat besar. Namun, dibanding sekadar melihat apakah sebuah buff atau nerf menguntungkan T1, menarik untuk melihat bagaimana seluruh tim beradaptasi dengan meta baru.
Patch 26.20 mungkin bukan “T1 Patch” seperti yang ramai dibicarakan komunitas. Yang pasti, perubahan sekecil apa pun dapat menjadi pembeda ketika pertandingan Worlds memasuki fase draft dan pertandingan dengan tekanan tertinggi.

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.