G2 Esports kembali menunjukkan dominasinya di kompetisi League of Legends Eropa. G2 berhasil mengalahkan Movistar KOI dengan skor telak 3-0 pada grand final LEC 2026 Summer, sekaligus mengamankan gelar juara dan menyelesaikan domestic Golden Road.
Kemenangan tersebut membuat G2 Esports menutup rangkaian playoff LEC 2026 Summer tanpa kehilangan satu seri pun. Movistar KOI harus puas sebagai runner-up, tetapi kedua tim sudah memastikan tiket menuju Worlds 2026.
Bagi G2, trofi ini bukan sekadar tambahan gelar. Kesuksesan tersebut juga memperpanjang rekor organisasi sebagai tim dengan koleksi gelar LEC terbanyak dalam sejarah League of Legends Barat.
G2 Esports Tampil Dominan di Grand Final
Pertandingan final LEC 2026 Summer berlangsung dengan dominasi G2 Esports sejak game pertama. Pada game pembuka, G2 mencatat kemenangan 15-5 dalam waktu 27 menit 58 detik. Permainan mereka terlihat lebih terkontrol, sementara Movistar KOI kesulitan mengimbangi tempo yang dibangun G2.
Memasuki game kedua, G2 kembali mengamankan kemenangan. Kali ini mereka menutup pertandingan dengan skor 21-8 setelah bermain selama 31 menit 47 detik.
Tekanan semakin besar bagi Movistar KOI pada game ketiga. G2 Esports tidak memberikan kesempatan untuk melakukan comeback dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 13-2 dalam waktu 29 menit 6 detik. Dengan kemenangan tiga game tanpa balasan, G2 Esports memastikan gelar LEC 2026 Summer.
Golden Road Lengkap untuk G2 Esports
Kesuksesan di Summer Split menjadi bagian penting dari perjalanan G2 sepanjang kompetisi domestik 2026. Dengan memenangkan LEC 2026 Summer, G2 berhasil menyelesaikan Golden Road domestik, yakni menjuarai seluruh kompetisi domestik yang mereka ikuti sepanjang musim.
Gelar tersebut juga menambah koleksi trofi G2 menjadi 20 gelar LEC. Catatan tersebut semakin memperkuat posisi G2 sebagai organisasi dengan jumlah championship LEC terbanyak dalam sejarah kompetisi League of Legends Barat.
Dominasi tersebut menunjukkan konsistensi G2 di panggung Eropa, terutama ketika mereka berhasil menjaga performa hingga pertandingan final dan menyelesaikan playoff tanpa kehilangan satu seri pun.
Caps Tambah Koleksi Gelar ke-18
Kesuksesan G2 juga kembali menempatkan nama Rasmus "Caps" Winther dalam catatan sejarah LEC. Bintang midlaner tersebut kini telah mengoleksi 18 gelar juara LEC sepanjang kariernya. Jumlah tersebut semakin memperlebar jaraknya dari para pemain lain dalam sejarah kompetisi Eropa.
Caps sendiri telah menjadi salah satu wajah utama G2 Esports selama bertahun-tahun. Pengalaman dan konsistensinya kembali menjadi bagian penting dari keberhasilan G2 mengamankan gelar Summer 2026. Dengan trofi terbaru ini, Caps semakin memperkuat rekornya sebagai salah satu pemain tersukses di kancah League of Legends Eropa.
G2 CAPS 🇩🇰 WINS HIS 18TH LEC TITLE!
— Sheep Esports (@Sheep_Esports) September 20, 2026
🏆 2018: Spring, Summer
🏆 2019: Spring, Summer
🏆 2020: Spring, Summer
🏆 2022: Spring
🏆 2023: Winter, Summer, Season Finals
🏆 2024: Winter, Spring, Summer, Season Finals
🏆 2025: Summer
🏆 2026: Versus, Spring, Summer 🆕
The latest Hall… pic.twitter.com/2o6bdTldgD
Labrov Jadi Finals MVP LEC Summer 2026
Salah satu cerita menarik dari kemenangan G2 Esports datang dari posisi support. Labros "Labrov" Papoutsakis dinobatkan sebagai Finals MVP LEC 2026 Summer setelah tampil sangat konsisten sepanjang tiga game final.
Penghargaan tersebut cukup spesial karena gelar Finals MVP untuk pemain support terbilang jarang terjadi di level kompetitif League of Legends. Yup! Labrov hanya dua kali tumbang sepanjang grand final, dan keduanya terjadi pada game kedua.
Pada game pertama, Labrov memainkan Seraphine dan mencatat statistik 2/0/12. Ia kemudian menggunakan Lulu di game kedua dengan catatan 2/2/18. Pada pertandingan penentuan, Labrov kembali tampil tanpa kematian. Menggunakan Lux, ia menutup seri dengan statistik 3/0/4 sekaligus membantu G2 menyelesaikan final dengan skor sempurna 3-0.
Performa tersebut membuat Labrov menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam keberhasilan G2 mengamankan gelar LEC Summer 2026.
G2 Labrov 🇬🇷 is the LEC Summer Finals MVP 🏅
— Sheep Esports (@Sheep_Esports) September 20, 2026
He died only 2 times in one game across the entire 3-game series! pic.twitter.com/otMIRVc3n2
Movistar KOI Tetap Lolos ke Worlds 2026
Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan Movistar KOI di LEC Summer 2026 tetap menghasilkan pencapaian penting. Mereka berhasil mencapai grand final dan mengamankan posisi kedua. Lebih penting lagi, Movistar KOI sudah memastikan tempat di Worlds 2026 bersama G2 Esports.
Dengan status sebagai finalis LEC, kedua tim tidak perlu melewati Play-In dan akan langsung memulai perjalanan mereka di Swiss Stage.
G2 Pegang Status Seed Pertama Eropa
Kemenangan atas Movistar KOI juga memastikan G2 Esports berangkat ke Worlds 2026 sebagai seed nomor satu dari Eropa. Pencapaian tersebut memberi G2 modal penting menjelang kompetisi internasional. Mereka tentu ingin melanjutkan performa domestik ke panggung dunia setelah perjalanan di Worlds 2025 berakhir di Knockout Stage.
Pada Worlds 2025, G2 berhasil mencapai babak perempat final sebelum dikalahkan Top Esports dengan skor 1-3. Hasil tersebut membuat mereka finis di posisi 5-8.
Kini, G2 memiliki kesempatan untuk kembali menguji kekuatan mereka melawan tim-tim terbaik dari berbagai wilayah.
Worlds 2026 Menanti G2 dan Movistar KOI
World Championship 2026 dijadwalkan mulai pada 15 Oktober, sedangkan perjalanan G2 Esports dan Movistar KOI di Swiss Stage akan dimulai pada 23 Oktober di Allen, Texas. Kedua wakil LEC tersebut mendapatkan keuntungan karena langsung lolos ke Swiss Stage dan tidak perlu mengikuti Play-In.
Bagi G2 Esports, Worlds 2026 menjadi panggung berikutnya setelah sukses menyelesaikan Golden Road domestik. Mereka datang sebagai juara LEC Summer sekaligus seed pertama Eropa. Sementara itu, Movistar KOI akan berusaha membuktikan bahwa perjalanan mereka menuju grand final bukan sekadar hasil kebetulan.
Dengan G2 membawa 20 gelar LEC dan Caps mengoleksi 18 championship, perhatian kini beralih ke panggung internasional. Tantangan berikutnya akan jauh lebih besar karena G2 harus berhadapan dengan para juara dan kandidat kuat dari seluruh dunia.


Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.