BlizzCon 2026 akhirnya kembali setelah tiga tahun absen. Ajang besar milik Blizzard Entertainment ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 13–14 September waktu Korea Selatan (KST). Kembalinya BlizzCon langsung menjadi perhatian besar komunitas gaming karena Blizzard diperkirakan membawa sejumlah pengumuman penting.
Di tengah pengamanan ketat dan minimnya informasi resmi mengenai materi presentasi, berbagai spekulasi mulai bermunculan. Sejumlah proyek yang berkaitan dengan franchise besar Blizzard menjadi kandidat kuat untuk mencuri perhatian dalam gelaran tahun ini.
Lalu, apa saja yang paling banyak dinantikan pemain?
BlizzCon 2026 Jadi Panggung untuk Proyek StarCraft Baru?
Salah satu rumor terbesar yang beredar adalah kemungkinan Blizzard memperkenalkan game baru berbasis IP StarCraft. Spekulasi ini semakin menarik karena proyek tersebut disebut-sebut memiliki genre shooter. Bahkan, sebagian rumor mengarah pada konsep looter-shooter dengan elemen eksplorasi dan pengembangan karakter.
Dugaan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Sebelumnya, sejumlah lowongan pekerjaan Blizzard mengindikasikan adanya pengembangan proyek shooter dengan latar StarCraft. Informasi tersebut kemudian memicu berbagai teori mengenai game yang sedang dikerjakan perusahaan.
Situasi semakin panas setelah komunitas menemukan pesan tersembunyi di situs resmi StarCraft yang dianggap sebagai petunjuk mengenai proyek baru. Meski demikian, sampai pengumuman resmi diberikan, informasi mengenai proyek tersebut masih berada dalam ranah spekulasi. Blizzard belum memberikan konfirmasi mengenai judul, gameplay, maupun tanggal rilisnya. Jika benar diperkenalkan di BlizzCon 2026, proyek StarCraft ini berpotensi menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang acara.
Ekspansi Diablo Baru Juga Jadi Perbincangan
Selain StarCraft, franchise Diablo hampir pasti menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan menjelang BlizzCon. Ekspektasi terhadap ekspansi baru Diablo IV semakin besar setelah ekspansi Lord of Hatred mendapatkan respons positif. Ekspansi tersebut dirilis pada 28 April dan menjadi salah satu konten penting dalam perkembangan Diablo IV.
Dengan semakin ketatnya persaingan di genre hack-and-slash, Blizzard dinilai memiliki alasan kuat untuk kembali memperluas dunia Diablo IV.
BlizzCon juga menjadi panggung yang sangat cocok untuk pengumuman semacam itu. Sejarah acara ini memang identik dengan pengungkapan proyek besar Blizzard, sehingga penggemar tidak mengherankan jika berharap adanya informasi mengenai ekspansi berikutnya.
Pertanyaan besarnya adalah apakah Blizzard akan sekadar memberikan teaser atau langsung memamerkan detail konten, fitur, hingga rencana perilisan.

Diablo II: Resurrected Berpotensi Dapat Konten Baru
Perhatian penggemar Diablo juga tidak hanya tertuju pada Diablo IV. Diablo II: Resurrected berpotensi ikut mendapatkan sorotan dalam BlizzCon 2026. Pada 12 Februari 2026, game tersebut mendapatkan DLC baru berjudul Reign of the Demonologist. Konten ini memperkenalkan kelas Demonologist, sekitar 25 tahun setelah game original Diablo II pertama kali dirilis.
Melihat adanya pendekatan tersebut, sebagian penggemar mulai berspekulasi bahwa Blizzard dapat menghadirkan kelas tambahan lagi untuk Diablo II: Resurrected.
Memang, ekspektasi terhadap ekspansi besar dengan konten dalam jumlah masif mungkin terasa terlalu tinggi. Namun, jika Blizzard kembali menggunakan formula seperti Reign of the Demonologist, penambahan satu kelas baru masih menjadi kemungkinan yang menarik.
Bagi pemain lama, kehadiran kelas baru bisa memberikan alasan untuk kembali menjelajahi Sanctuary dan mencoba build yang berbeda.
Mengapa Ekspektasi BlizzCon 2026 Begitu Tinggi?
Kembalinya BlizzCon setelah tiga tahun membuat perhatian komunitas terasa lebih besar dibandingkan biasanya. Selama periode tersebut, berbagai franchise Blizzard terus berkembang. Diablo mendapatkan konten baru, sementara StarCraft tetap menjadi salah satu IP yang paling banyak dinantikan untuk kembali mendapatkan proyek baru.
Kondisi tersebut membuat BlizzCon 2026 memiliki beban ekspektasi yang cukup tinggi. Penggemar tentu tidak hanya mengharapkan pengumuman kosmetik atau pembaruan kecil, tetapi juga sesuatu yang dapat memberikan arah baru bagi franchise Blizzard.
Terlebih lagi, jika rumor mengenai game StarCraft bergenre shooter benar, pengumuman tersebut bisa menjadi momen penting bagi Blizzard untuk memperluas cakupan IP yang selama ini sangat identik dengan genre strategi real-time. Di sisi lain, ekspansi Diablo juga berpotensi memperkuat posisi Blizzard di tengah semakin ramainya kompetisi game hack-and-slash.

Apakah Blizzard Bisa Menghidupkan Kembali Hype BlizzCon?
BlizzCon pernah menjadi salah satu acara gaming yang paling ditunggu setiap tahun. Pengumuman besar mengenai Diablo, Warcraft, StarCraft, hingga Overwatch kerap membuat komunitas global ramai membahas berbagai proyek Blizzard.
Setelah tiga tahun tidak digelar, edisi 2026 menjadi kesempatan bagi Blizzard untuk kembali membangun momentum tersebut. Namun, untuk saat ini, sebagian besar informasi yang beredar masih berupa rumor dan spekulasi.
Kandidat seperti game shooter StarCraft, ekspansi Diablo IV, maupun konten baru Diablo II: Resurrected memang menarik, tetapi belum semuanya mendapatkan konfirmasi resmi. Karena itu, penggemar sebaiknya tetap menunggu pengumuman langsung dari Blizzard ketika BlizzCon 2026 berlangsung. Yang jelas, kembalinya acara ini sudah cukup untuk membuat komunitas kembali menebak-nebak kejutan apa yang disiapkan Blizzard.
Jika perusahaan berhasil menghadirkan satu atau bahkan beberapa pengumuman besar, BlizzCon 2026 bisa menjadi titik penting bagi kebangkitan hype terhadap berbagai franchise Blizzard. Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Blizzard mampu menggunakan panggung comeback ini untuk mengembalikan kejayaan BlizzCon seperti era sebelumnya?

Ikuti terus berita Games dan Esports di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.