Roblox sedang menyiapkan perubahan besar yang dapat mengubah cara game buatan kreator menjangkau pemain. Dalam ajang Roblox Developers Conference (RDC) tahun ini, perusahaan memperkenalkan Roblox Everywhere, sebuah inisiatif yang memungkinkan developer membawa game mereka keluar dari aplikasi utama Roblox dan merilisnya sebagai aplikasi mandiri.
Melalui program ini, game yang selama ini hanya dapat dimainkan melalui ekosistem Roblox berpotensi hadir sebagai aplikasi standalone di PC, mobile, dan konsol. Dengan demikian, judul populer seperti Steal an Egg dan Welcome to Bloxburg nantinya dapat memiliki jalur distribusi sendiri, terpisah dari Roblox Client.
Bagi para kreator, perubahan ini membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak pemain sekaligus memperluas eksistensi game mereka ke berbagai platform.
Roblox Everywhere Siapkan Game Standalone
Selama ini, Roblox dikenal sebagai platform yang menyediakan tempat bagi developer untuk membuat sekaligus mendistribusikan game kepada komunitas pemain. Model tersebut membuat berbagai pengalaman yang dibuat kreator berada di dalam satu ekosistem Roblox.
Roblox Everywhere membawa pendekatan berbeda. Game buatan developer nantinya dapat dikemas menjadi aplikasi standalone sehingga pemain tidak harus selalu membuka aplikasi utama Roblox untuk mengaksesnya.

Rencana tersebut mencakup distribusi melalui perangkat mobile, PC, dan konsol. Roblox memang belum mengungkap secara pasti daftar storefront yang akan tersedia saat program mulai diuji. Perusahaan mengatakan tahap awal akan melibatkan sejumlah developer dan storefront yang dipilih untuk pengujian. Setelah proses tersebut berjalan, Roblox berharap game kreator dapat tersedia melalui lebih banyak storefront gaming.
Artinya, kemungkinan game Roblox hadir di toko digital PC maupun mobile menjadi salah satu perkembangan yang paling menarik untuk ditunggu para ligagamer.
Steam hingga Epic Games Store Masih Jadi Tanda Tanya
Salah satu pertanyaan terbesar setelah pengumuman Roblox Everywhere adalah storefront mana saja yang akan didukung. Roblox belum memberikan daftar resmi mengenai platform distribusi yang akan tersedia pada tahap awal. Perusahaan hanya menyebut bahwa pengujian akan dimulai bersama kelompok developer dan storefront tertentu sebelum informasi lebih lengkap diumumkan.
Steam, Epic Games Store, maupun GOG menjadi beberapa nama yang secara alami muncul dalam pembahasan mengenai distribusi game PC. Namun, Roblox belum mengonfirmasi satu per satu storefront tersebut sebagai bagian dari peluncuran awal.
Dalam jangka panjang, Roblox berharap developer dapat merilis game standalone melalui sebanyak mungkin storefront yang tersedia.
Jika terealisasi secara luas, perubahan ini dapat memberikan jalur distribusi baru bagi game-game yang sebelumnya sangat bergantung pada aplikasi Roblox.
Revenue Share Tetap Mengikuti Sistem Roblox
Meski game nantinya dapat keluar dari platform Roblox, ada satu hal penting yang tidak berubah: Roblox tetap akan mendapatkan bagian dari pendapatan. Roblox menyebut kreator yang terpilih dalam gelombang awal program akan memperoleh skema pembagian pendapatan yang mengikuti sistem ekonomi revenue share pada aplikasi Roblox.
Untuk pengguna berusia di atas 18 tahun di Amerika Serikat yang telah melakukan verifikasi usia, terdapat pula ketentuan DevEx dengan tingkat pembayaran yang lebih tinggi.
Dengan model tersebut, game memang dapat didistribusikan di luar aplikasi utama Roblox, tetapi aliran pendapatannya tetap terhubung dengan ekosistem perusahaan. Bagi developer, skema ini menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhitungkan ketika memilih strategi distribusi game standalone.

Browser dan Mode Offline Juga Disiapkan
Roblox Everywhere bukan satu-satunya perubahan besar yang diumumkan Roblox. Perusahaan juga tengah menyiapkan sejumlah fitur yang dapat membuat akses terhadap game menjadi lebih fleksibel.
Pada akhir 2026, pemain direncanakan dapat bergabung ke game Roblox langsung melalui browser, dimulai dari Google Chrome. Dengan begitu, pemain tidak perlu memasang aplikasi Roblox terlebih dahulu untuk masuk ke pengalaman tertentu.
Roblox juga mengembangkan dukungan offline untuk game single-player. Fitur tersebut ditargetkan masuk early access sebelum mendapatkan rilis penuh pada pertengahan 2027. Di sisi engine, developer juga akan mendapatkan sejumlah alat baru. Beberapa di antaranya adalah orthographic camera, animated image containers, dukungan impor sprite sheet secara langsung, serta perangkat AI yang lebih luas.
Salah satu fitur AI yang menarik adalah kemampuan membuat scene berdasarkan prompt. Teknologi tersebut berpotensi membantu kreator mempercepat proses pembuatan lingkungan dan elemen game.
Roblox Wallet Bawa Monetisasi ke Uang Riil
Perubahan besar lainnya datang dari sistem monetisasi. Roblox memperkenalkan Roblox Wallet, yang memungkinkan kreator memperoleh penghasilan langsung dalam mata uang riil. Pembayaran untuk kreator independen di Amerika Serikat direncanakan mulai bergulir pada Desember. Setelah itu, sistem tersebut akan diperluas ke pasar internasional pada 2027.
Roblox juga menyiapkan Roblox Card, kartu fisik yang direncanakan hadir pada 2027. Saldo yang dimiliki kreator nantinya dapat digunakan melalui kartu tersebut di berbagai tempat yang menerima metode pembayaran terkait.
Langkah ini menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya memperluas jalur distribusi game, tetapi juga sedang mengubah cara kreator menerima dan menggunakan pendapatan dari karya mereka.
Distribusi Lebih Luas Bisa Buka Pasar Baru
Perubahan tersebut hadir ketika Roblox juga menghadapi tantangan dalam monetisasi pengguna. Dalam hasil kuartal terbaru yang disebutkan perusahaan, pendapatan Roblox meningkat 36 persen menjadi US$1,5 miliar.
Namun, Roblox mencatat adanya tekanan pada monetisasi per jam, terutama di kalangan pengguna yang lebih muda. Chief Financial Officer Roblox, Naveen Chopra, mengaitkan kondisi tersebut dengan perubahan pola engagement menuju game yang memiliki monetisasi per jam lebih rendah serta perubahan pada algoritma rekomendasi.
Roblox Everywhere berpotensi menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan game buatan kreator. Dengan hadir di storefront lain, developer dapat memiliki akses terhadap kelompok pemain yang mungkin tidak rutin menggunakan aplikasi Roblox.
Selain itu, distribusi ke platform berbeda juga membuka kemungkinan game Roblox menjangkau audiens yang lebih dewasa dan pemain yang terbiasa menemukan game melalui storefront seperti toko PC atau mobile.
Roblox Mulai Membuka Ekosistemnya
Selama bertahun-tahun, kreator Roblox membangun game di dalam satu ekosistem yang sekaligus menjadi tempat distribusi utama. Roblox Everywhere secara perlahan mengubah batas tersebut. Game buatan kreator tidak lagi harus sepenuhnya bergantung pada aplikasi utama Roblox jika program standalone ini berhasil melewati tahap pengujian dan diperluas.
Meski demikian, masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, terutama mengenai daftar storefront yang akan didukung, mekanisme teknis distribusi, serta bagaimana pengalaman pemain akan berbeda antara aplikasi standalone, Roblox Client, dan versi browser.
Yang jelas, Roblox Everywhere menjadi salah satu langkah terbesar Roblox dalam memberikan opsi distribusi baru bagi developer. Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, game-game populer di Roblox dapat memiliki kesempatan untuk menjangkau pemain melalui lebih banyak perangkat dan storefront.
Bagi kreator, ini berarti dunia yang mereka bangun di Roblox berpotensi tidak lagi berhenti di dalam Roblox itu sendiri.

Ikuti terus berita tekno dan Games dan Esports di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.