Tim nasional Korea Selatan kembali menjadi sorotan menjelang kompetisi League of Legends di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Dengan membawa salah satu roster paling bertabur bintang, Korea Selatan berambisi mempertahankan dominasinya sekaligus mengincar medali emas kedua di cabang esports League of Legends.
Menariknya, skuad Korea Selatan kembali diperkuat legenda hidup Lee “Faker” Sang-hyeok. Ini akan menjadi penampilan ketiga Faker secara beruntun di Asian Games, sekaligus kesempatan baru bagi sang mid laner T1 untuk menambah koleksi medali emas bersama tim nasional.
Korea Selatan Bawa 36 Atlet Esports
Korea Selatan akan tampil dalam Asian Games 2026 dengan delegasi esports terbesar sepanjang sejarahnya. Sebanyak 36 pemain, lima pelatih, dan tiga pejabat Korea e-Sports Association (KeSPA) akan berpartisipasi dalam sembilan nomor esports.
Kehadiran Faker menjadi salah satu daya tarik terbesar. Pengalaman panjangnya di turnamen internasional membuat Korea Selatan kembali dianggap sebagai kandidat terkuat untuk merebut emas League of Legends.
Peluang tersebut semakin terbuka setelah China dipastikan tidak berpartisipasi dalam kompetisi League of Legends Asian Games 2026. Absennya salah satu kekuatan terbesar LoL dunia tentu membuat persaingan menuju podium semakin menarik.
Roster Korea Selatan Bertabur Bintang
KeSPA telah mengonfirmasi enam pemain yang akan memperkuat Korea Selatan. Komposisinya memperlihatkan kombinasi pengalaman juara dan talenta papan atas.
Roster League of Legends Korea Selatan:
Top: Choi “Zeus” Woo-je — Hanwha Life Esports
Jungle: Kim “Canyon” Geon-bu — Gen.G
Mid: Lee “Faker” Sang-hyeok — T1
Mid: Kim “Zeka” Geon-woo — Hanwha Life Esports
Bot: Lee “Gumayusi” Min-hyeong — Hanwha Life Esports
Support: Ryu “Keria” Min-seok — T1
Skuad tersebut akan dipimpin head coach Kang “Hirai” Dong-hoon.

Faker, Zeus, dan Keria memiliki pengalaman tampil di Asian Games. Sementara itu, Canyon, Gumayusi, dan Zeka akan menjalani debut mereka di ajang multiolahraga tersebut.
Faker Kejar Emas Kedua
Bagi Faker, Asian Games 2026 memiliki arti tersendiri. Ini merupakan Asian Games ketiga secara beruntun bagi pemain yang dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah League of Legends tersebut.
Pengalaman Faker di panggung internasional bisa menjadi modal penting bagi Korea Selatan. Apalagi, ia sudah memahami tekanan yang muncul ketika harus bermain dengan membawa nama negara, bukan hanya organisasi esports.
Targetnya pun jelas: kembali meraih medali emas.
Korea Selatan sebelumnya berhasil menjadi juara pada Asian Games edisi 2022 yang digelar di Hangzhou pada 2023 setelah mengalami penundaan. Kini, mereka berusaha mempertahankan status sebagai penguasa nomor League of Legends.
Ada Beberapa Nama Besar yang Absen
Meski roster Korea Selatan terlihat sangat kuat, sejumlah nama besar tidak masuk dalam skuad. Salah satunya adalah mid laner Gen.G, Jeong “Chovy” Ji-hoon. Chovy memilih mundur dari proses seleksi ketika sedang menjalani perawatan terkait masalah kronis pada bagian pinggul.
Selain itu, Oner juga tidak mengajukan banding terhadap keputusan roster.
Beberapa pemain lain yang sebenarnya berpotensi masuk skuad antara lain ADC Park “Ruler” Jae-hyuk, ADC Park “Viper” Do-hyeon, serta top laner Kim “Kiin” Gi-in.
Meski begitu, komposisi yang sudah dipilih KeSPA tetap membuat Korea Selatan menjadi favorit utama.
Delapan Negara Akan Bertanding
Kompetisi League of Legends Asian Games 2026 akan diikuti oleh delapan tim nasional:
Korea Selatan
Chinese Taipei
Vietnam
Hong Kong
India
Arab Saudi
Uni Emirat Arab
Malaysia
Korea Selatan dan Chinese Taipei mendapatkan tiket langsung setelah masing-masing finis di posisi pertama dan kedua pada Asian Games sebelumnya. Enam negara lainnya harus melalui babak kualifikasi yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 12-14 Juni. Vietnam dan Hong Kong menjadi dua tim teratas dari fase tersebut.
Absennya China menjadi salah satu cerita terbesar di turnamen kali ini. Tuan rumah Jepang juga tidak masuk dalam kompetisi League of Legends.
Chinese Taipei Jadi Ancaman Terbesar
Jika melihat komposisi peserta, duel Korea Selatan melawan Chinese Taipei diprediksi kembali menjadi salah satu pertandingan paling menarik. Keduanya sama-sama memiliki tradisi kuat dalam kompetisi regional. Vietnam juga berpotensi menjadi kuda hitam yang mampu mengganggu persaingan dua favorit utama tersebut.
Namun, tanpa kehadiran China, Korea Selatan memiliki peluang lebih besar untuk kembali mencapai partai puncak. Tantangan terbesar justru bagaimana Faker dan kolega mampu menjaga konsistensi dalam format turnamen nasional.
Kapan LoL Asian Games 2026 Dimulai?
Asian Games 2026 secara resmi akan dimulai pada 19 September 2026, sementara cabang esports dijadwalkan berlangsung mulai 23 September hingga 2 Oktober 2026. KeSPA telah mengonfirmasi bahwa pertandingan resmi tim nasional Korea Selatan untuk League of Legends akan berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober. Dengan demikian, 2 Oktober berpotensi menjadi hari berlangsungnya pertandingan final.
Selain League of Legends, Asian Games 2026 juga mempertandingkan berbagai game lain seperti Honor of Kings, PUBG Mobile, Mobile Legends: Bang Bang, Pokémon Unite, Identity V, Naraka: Bladepoint, Gran Turismo 7, eFootball, dan Puyo Puyo Champions, serta kompetisi gabungan fighting game.
Esports sendiri pertama kali hadir di Asian Games sebagai cabang demonstrasi pada Jakarta Asian Games 2018. Empat tahun kemudian, esports resmi menjadi cabang perebutan medali pada edisi Hangzhou yang akhirnya digelar pada 2023.
Dengan roster yang dipenuhi pemain bintang dan Faker sebagai pemimpin di lini tengah, Korea Selatan punya misi jelas di Asian Games 2026: mempertahankan mahkota League of Legends dan membawa pulang emas kedua.

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.