Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall! Robot Merah Tikung Booyah Dramatis di Game ke-12

by Rena Garen Asi

Bigetron by Vitality akhirnya berhasil mengangkat trofi Free Fire World Series (FFWS) Southeast Asia (SEA) 2026 Fall setelah melewati Grand Final yang berlangsung dramatis hingga game terakhir.

Sang Robot Merah memastikan gelar juara setelah mengamankan Booyah pada game ke-12 di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall yang berlangsung di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, pada 20 September 2026.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Bigetron harus melewati format Champion Rush, persaingan ketat di late game, hingga kontroversi yang sempat mengurangi poin mereka sebelum Grand Final.

Champion Rush Bikin Persaingan Berlanjut hingga Game ke-12

FFWS SEA 2026 Fall menggunakan format Champion Rush pada Grand Final. Dalam format ini, jumlah poin bukan satu-satunya penentu juara. Sebuah tim harus terlebih dahulu mengumpulkan sedikitnya 110 poin untuk mendapatkan status Champion Rush. Setelah memenuhi syarat tersebut, tim masih harus mendapatkan Booyah pada pertandingan berikutnya untuk mengunci gelar juara. Format tersebut membuat pertandingan tetap terbuka meskipun ada tim yang sudah mengumpulkan poin dalam jumlah besar.

Bigetron sendiri baru mendapatkan status Champion Rush pada game ke-10. Pada saat itu, sudah ada tujuh tim yang berhasil memenuhi persyaratan tersebut. Peluang juara bahkan sempat terbuka bagi tim lain. Situasi semakin memanas ketika Buriram United Esports mendapatkan Booyah pada game ke-10 belum memiliki status Champion Rush. Alhasil pertandingan harus berlanjut ke game berikutnya.

Bigetron Bertahan di Tengah Tekanan

Situasi semakin menegangkan memasuki game ke-12. Pada pertandingan terakhir tersebut, hampir seluruh tim sudah mendapatkan status Champion Rush. Tercatat ada 11 tim yang telah mengantongi label tersebut, sementara Twisted Minds menjadi satu-satunya tim yang belum mendapatkannya. Artinya, setiap pertandingan menjadi pertaruhan. Jika tim yang masih memiliki peluang tersingkir, persaingan untuk menjadi juara bisa langsung berubah.

Memasuki pertandingan, mayoritas tim bermain relatif hati-hati. Mereka berusaha mempertahankan posisi dan sumber daya sambil menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan. Namun, situasi berubah ketika safe zone semakin mengecil.

Late Game Berubah Jadi Medan Perang

Menyempitnya area aman memaksa sejumlah tim meninggalkan posisi masing-masing. Akibatnya, beberapa tim harus berbagi wilayah yang sama dalam ruang yang semakin terbatas. Bahkan, dalam beberapa momen terdapat tiga tim yang berada di satu bangunan.

Pertempuran pun tidak terhindarkan. Eliminasi terjadi dengan cepat karena jumlah tempat berlindung semakin sedikit dan ruang untuk melakukan rotasi semakin terbatas. Memasuki fase akhir, hanya empat tim yang masih memiliki peluang untuk memperebutkan gelar, yakni AG.AL, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan GOW.

RRQ Kazu menjadi tim pertama yang harus tersingkir setelah keterbatasan obstacle dan persediaan Gloo Wall membuat mereka kesulitan bertahan. Lanjut, GOW juga tumbang setelah mendapat tekanan dari Bigetron dan AG.AL.

Bigetron Menang Duel Terakhir Lawan AG.AL

Situasi kemudian mengerucut menjadi pertarungan dua tim. Bigetron by Vitality berhadapan langsung dengan AG.AL dalam duel penentuan gelar juara FFWS SEA 2026 Fall. Bigetron memiliki keunggulan dari sisi jumlah pemain yang masih bertahan. Keuntungan tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk memenangkan pertarungan terakhir. Satu per satu pemain AG.AL berhasil dieliminasi hingga akhirnya Bigetron menjadi tim terakhir yang bertahan.

Booyah game ke-12 pun menjadi momen yang mengantarkan Robot Merah menjadi juara FFWS SEA 2026 Fall.

Gelar yang Berarti Setelah Drama Point Rush

Trofi FFWS SEA 2026 Fall menjadi pencapaian penting bagi Bigetron. Tim tersebut telah menantikan momen ini sejak bergabung dalam kompetisi FFWS SEA 2024 Fall. Perjalanan menuju gelar juara juga tidak sepenuhnya mulus.

Pada babak Point Rush, Bigetron dilaporkan oleh tim Vietnam terkait dugaan penggunaan bug dalam permainan. Setelah proses yang dilakukan penyelenggara, Bigetron mendapatkan hukuman berupa pengurangan 10 poin dari total perolehan di Point Rush Stage.

Selain itu, Bigetron juga kehilangan 5 persen dari total hadiah yang telah diperoleh dan harus turun ke posisi ketujuh. Konsekuensinya, mereka tidak mendapatkan Headstart Point untuk Grand Final. Meski demikian, Bigetron tetap mampu menutup turnamen sebagai juara.

Koja Jadi FMVP dan Bawa Pulang Hadiah USD 100 Ribu

Selain mengangkat trofi, Bigetron juga mendapatkan penghargaan individu melalui performa Koja. Pemain Bigetron tersebut dinobatkan sebagai Finals MVP (FMVP) setelah membantu Robot Merah memenangkan pertandingan penentuan. Bigetron juga berhak atas hadiah utama sebesar USD 100 ribu.

Dalam pernyataannya setelah kemenangan, Koja turut menyinggung kontroversi yang terjadi pada babak Point Rush.

"Terima kasih juga buat tim Vietnam ya yang udah ngelaporin kita. Ini buktinya kalau Indonesia bisa. Terima kasih banyak ya."

Pernyataan tersebut menambah haru cerita kemenangan Bigetron yang berlangsung setelah mereka harus memulai Grand Final tanpa Headstart Point.

Bigetron dan Tujuh Tim Lain Lolos ke Global Finals

Kemenangan di FFWS SEA 2026 Fall juga memberikan tiket bagi Bigetron untuk tampil di Free Fire World Series Global Finals 2026. Turnamen global tersebut akan berlangsung di Bangkok, Thailand. Selain Bigetron by Vitality, terdapat tujuh tim lain dari FFWS SEA 2026 Fall yang juga memastikan tempat di Global Finals.

Mereka adalah:

GOW
P Esports
AG.AL
Team Flash
RRQ Kazu
ONIC
Buriram United Esports

Dengan demikian, Asia Tenggara akan mengirimkan delapan wakil ke panggung global Free Fire di Bangkok.

Robot Merah Siap Bawa Nama Indonesia ke Bangkok

Gelar FFWS SEA 2026 Fall menjadi pencapaian penting bagi Bigetron by Vitality setelah perjalanan panjang di kompetisi regional. Mereka harus melewati format Champion Rush, persaingan ketat antartim, serta berbagai tekanan sebelum akhirnya mengamankan Booyah pada game terakhir.

Kemenangan tersebut juga menunjukkan bagaimana satu momen dapat mengubah seluruh hasil turnamen. Bigetron baru mendapatkan status Champion Rush pada game ke-10, tetapi mampu bertahan hingga kesempatan terakhir dan menuntaskan duel melawan AG.AL.

Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Bigetron akan membawa status juara Asia Tenggara ke FFWS Global Finals 2026 di Bangkok bersama tujuh wakil SEA lainnya. Bagi Robot Merah, perjalanan di Surabaya telah berakhir dengan trofi. Berikutnya, panggung dunia menjadi tujuan selanjutnya.

ca2e87f7 c380 45c2 9c48 43f3204fc210 4d07a

Ikuti terus berita terbaru Free Fire dan berita esports terlengkap di Ligagame Esports! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!