Salah Gunakan Bugs, Guild Esports Dianggap Kalah di Valorant First Strike

Fans anggap pemberlakuan Riot terhadap Guild Esports ini tidak adil.
guild esports bugs

Tim Valorant Guild Esports milik David Beckham tertangkap menggunakan eksploitasi bug dalam babak kualifikasi First Strike EU melawan G2 Esports. Karena alasan tersebut, Guild Esports dianggap kalah, memberikan kesempatan kepada G2 Esports untuk melaju ke babak playoff.

Pertandingan ini berlangsung pada 13 November 2020. Guild Esports berhasil melawan Team Queso dan maju ke tahap berikutnya melawan G2 Esports. Pertandingan di map Ascent berakhir dengan kemenangan 13-10 oleh Guild Esports. 

Namun, saat di review kembali oleh Riot Games, kabarnya Guild menggunakan “boost ilegal” dalam Ascent. Salah satu pemain memakai Barrier Orb Ice Wall dari Sage di B site Ascent, lalu meletakkan turret Killjoy di atas ice wall tersebut. Cara ini memungkinkan pemain untuk memantau B hall dengan mudah, sehingga defenders bisa mendapatkan kill musuh sebelum mencapai site tersebut. 

Berkaitan dengan ini, Riot mengingatkan kembali bahwa penggunaan eksploitasi dan bugs dalam turnamen resmi akan mengakibatkan diskualifikasi. 

“Update dari VALORANT First Strike: Eropa. Pihak Riot menemukan bahwa saat game berlangsung pada 13/11, Guild Esports menggunakan eksploitasi melawan G2 Esports. Eksploitasi tidak diperkenankan di bawah peraturan 7.2.6 Global Competition Policy, dan karena hal tersebut, Guild telah menerima kekalahan,” tulis Valorant dalam twitternya.

Meski dianggap kalah, tampaknya Riot akan memberikan kesempatan kepada Guild Esports untuk bermain di babak kualifikasi minggu depan. 

Penggunaan eksploitasi ini merupakan hal pertama dalam sejarah turnamen Valorant. Mayoritas komunitas Valorant tidak setuju dengan perlakuan pada Guild, dan menganggapnya sebagai “perampokan.” Salah satunya dikarenakan bugs ini sudah ditemukan sejak beberapa bulan lalu, dan Riot belum juga memperbaikinya.

Di lain sisi, ada yang merasa bahwa pemain Guild hanya memaksimalkan penggunaan skill agent tersebut, sehingga tidak merasa hal tersebut curang sama sekali. 

Tak hanya itu, fans juga merasa Riot tidak konsisten terhadap pemberlakuan sanksi kepada tim-tim Valorant. 

Sebelumnya, beberapa tim lainnya sempat menyalahgunakan bugs, namun tidak diberikan hukuman sama sekali. Misalnya, G2 Esports yang menggunakan skin Elderflame Vandal di turnamen. Padahal sebelumnya Riot sudah mengumumkan bahwa skin tersebut dibanned karena adanya bugs.

Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal ini? Apakah Riot adil dalam memberlakukan sanksi pada Guild Esports?


 Untuk berita Valorant dan Esports terbaru, jangan lupa follow Ligagame Esports ya!

BACA JUGA:

Team Envy Juarai Valorant First Strike NA Qualifier, Empat Tim Siap Laju ke Event Utama

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!