Riot Games Menyumbangkan Hasil Penjualan Battle Pass untuk Ukraina

by Jessica Elaine
Riot Games Menyumbangkan Hasil Penjualan Battle Pass untuk Ukraina

 

Riot Games telah menjawab panggilan dari basis komunitasnya, untuk turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada Masyarakat Ukraina. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Riot melalui sebuah unggahan resmi, tepatnya pada Sabtu (05/03/22). 

Riot memutuskan untuk mendonasikan uang tunai sebesar $1 juta kepada tiga organisasi non profit, yang memberikan bantuan secara langsung kepada orang-orang di Ukraina. Ketiga organisasi tersebut antara lain International Medical Corps, Doctors Withouth Borders, dan Polish Red Cross. 

Selain itu, Riot juga meluncurkan “in-game fundraisers” pada seluruh katalog game-nya. Semua hasil penjualan dari Battle Pass yang dibeli pada tanggal 5 hingga 12 Maret 2022, pada Valorant, Legends of Runeterra, Teamfight Tactics, dan Wild Rift akan disumbangkan. Sama halnya dengan semua pendapatan yang didapat dari line skin terbaru yaitu “Bee”, yang diperkenalkan di League of Legends. 

“Mulai 5-12 Maret, kami meluncurkan penggalangan dana dalam game @/LeagueofLegends, @/PlayVALORANT, @/wildrift, @/TFT, dan @/PlayRuneterra untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan di Eropa,” ungkap Riot melalui unggahan di Twitter. 

Invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina, memang memberikan dampak yang besar bagi seluruh dunia, termasuk bidang esports. Sejak 24 Februari, organisasi esports asal Ukraina, yaitu Natus Vincere, hanya mengunggah postingan yang berkaitan dengan konflik tersebut. Isi dari postingan biasanya berupa update soal kasus yang terjadi, serta beberapa tautan untuk memberikan donasi. 

Natus Vincere juga dikabarkan telah memutus hubungan dengan perusahaan asal Rusia, yaitu ESforce Holding, selaku pemilik Virtus.pro dan beberapa organisasi lain, dikarenakan penolakkan publik atas apa yang terjadi di Ukraina. 

Penyelenggara turnamen juga ikut terlibat. BLAST telah mengeluarkan larangan bermain untuk organisasi asal Rusia, guna bersaing dalam turnamen buatannya. Tidak hanya itu, ESL juga hanya akan mengizinkan para pemain untuk ikut bertanding, jika mereka melakukannya di bawah nama yang netral dan bebas dari afiliasi dengan organisasi dan sponsor asal Rusia. 

Riot sendiri menunda pertandingan di EMEA Valorant Champions Tour dikarenakan krisis yang sedang berlangsung. Tim-tim yang berasal dari wilayah CIS, yaitu Na’Vi, Gambit, dan FunPlus Phoenix hingga saat ini belum bisa melanjutkan permainan.

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!