Patiphan X10 Melesat Bak Meteor di Valorant Masters Reykjavik  

X10 tampil gemilang di ajang internasional Valorant. Satu-satunya tim perwakilan SEA (Asia Tenggara) berhasil melanjutkan kiprahnya di turnamen VCT Master 2 setelah mengalahkan Team Vikings dan Crazy Raccoons di lower bracket. Dalam dua pertandingan yang dijalani X10, nama Pathipan bisa dibilang paling mencuri perhatian.

Yup, permainan Patiphan Chaiyawong memang efektif taktis dan penuh perhitungan. Aksi remaja berusia 17 ini pun membuat caster dan penonton beberapa kali terperangah, terutama dengan keberhasilannya melakukan kill di situasi penting.
Patiphan juga mumpuni dari segi teknis strategi dan kemampuan memainkan semua role/ Agent mulai dari Sentinel, Duelist maupun Controller. Permainan Patiphan menggunakan Jett dan Sage menyita perhatian banyak fans Valorant, bahkan pro player sekelas TenZ melayangkan pujiannya.

BACA JUGA: Ini Perbedaan Tim VALORANT Eropa dan Amerika Utara Menurut Tenz

Di laga lower bracket X10 lawan Crazy Raccoons, Pathipan beraksi menggunakan Viper dan membuat penonton terpukau meski baru kali pertama baginya menggunakan agent tersebut di turnamen resmi.

Patiphan juga menjadi idola penonton dengan aksi eksentriknya saat entrance atau masuk ke stage. Aksi bedanya itu tampaknya bakal dicatat di sepanjang sejarah esports Valorant.

patiphan x10 vct 6ea15

Pada wawancara eksklusif bersama ONE Esports Thailand, Patiphan berbagi cerita bagaimana Valorant telah mengangkatnya dari titik terendah kehidupan. Yeap, sebelum terjun ke scene valorant, Patiphan sudah turun mewakili Thailand di Overwatch World Cup 2018 dan Overwatch Contenders pada usia 14!
Well, Patiphan sejatinya turun bersama Paris Eternal di Overwatch League, namun karena umurnya belum mencukupi, ia diturunkan ke tim kedua Paris Eternal yaitu Eternal Academy. Apa daya, mimpinya terbang ke Paris kemudian sirna karena pandemi Covid-19.

“Saya senang berkompetisi, jadi situasi itu telah menghancurkan saya,” ujarnya pada ONE Esports. “Saya kehilangan arah selama enam bulan karena tidak melakukan apapun. Saya sangat sedih. Saya tidak dapat tidur, dan menjadi sangat kurus. Saya tenggelam dalam depresi. Saya harus menemukan sesuatu yang bisa membuat saya lebih baik.”

Patiphan awalnya sempat tak yakin apakah berganti game adalah pilihan tepat saat kariernya di Overwatch sedang meningkat.

“Saya sudah terbiasa dengan Overwatch, saat itu saya tidak yakin apakah harus berhenti atau meneruskan karier,” lanjutnya. “Saya tidak tahu apakah punya masa depan bersama Valorant. Saya juga tidak percaya diri. Apakah saya akan tetap bagus di game baru ini? Karier saya di Overwatch lebih aman sementara di Valorant saya harus memulai semuanya dari awal,” ujarnya.

Patiphan kemdian membentuk tim Valorant pertamanya, yaitu Thailand Attitude, yang kemudian melebur diri dengan tim esports Thailand lainnya MiTH menjadi MiTH Attitude.

Tim MiTH Attitude mulai unjuk gigi dan memenangkan sejumlah turnamen termasuk ESL Thailand Championshio 2020 (First Strike: Thailand) Patiphan mulai masuk sebagai top player Valorant di Negeri Gajah Putih. Ia pun mengejar pencapaian lebih tinggi. Kebetulan, jelang dimulainya VCT, tim X10 mengajaknya bergabung.

“Pada awalnya banyak orang yang mengkhawatirkan saya karena X10 dikenal berlatih sangat keras,” lanjunya. “Tetapi saya juga memang terbiasa berlatih keras. Saya pernah mengalaminya dan saya pikir semua tim harus punya standar yang sama seperti X10.”

Dengan kehadiran Patiphan, X10 mendominasi VCT SEA Playoff dengan dua gelar berturut-turut. Hanya berlatih bersama selama dua bulan, X10 diperhitungkan di ajang internasional untuk bersaing dengan tim-tim terbaik Valorant dunia.

“Tahun lalu saya ada di titik terendah dalam kehidupan. Saya menolak untuk terpuruk,” paparnya. “Saya hanya ingin bermain. Sekarang saya merasa semua baik-baik saja. Semua sudah kemblai, segalanya berjalan ke arah yang lebih baik,” pungkas Patiphan.

Dengan pencapaian istimewa X10 di Islandia, tidak ada pilihan lagi bagi Patiphan kecuali untuk terus gemilang. Fans Esports di seluruh dunia sekarang tahu namanya dan tidak sabar menanti magis yang akan dihadirkannya lagi di scene kompetitif Valorant.

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Atau baca juga informasi informasi seputar pemain dan tournament Valorant.

Baca selanjutnya:

Kim "glow" Min-soo Pensiun Setelah Vision Strikers Gagal ke VCT Masters

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!