VCT Pacific akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait bug Cypher yang menjadi sorotan dalam pertandingan Global Esports melawan Gen.G pada fase grup VCT Pacific Stage 2. Insiden tersebut memicu perdebatan di komunitas VALORANT karena dinilai berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan, khususnya pada babak overtime.
Meski mengakui adanya bug, pihak liga memastikan hasil pertandingan tidak akan diubah. Kemenangan Gen.G dengan skor 2-1 tetap dinyatakan sah, sementara bug tersebut telah diperbaiki melalui pembaruan yang diterapkan pada server live maupun patch turnamen. Keputusan ini langsung memunculkan berbagai reaksi dari komunitas esports, terutama karena momen terjadinya bug berada pada fase yang sangat menentukan hasil pertandingan.
VCT Pacific Konfirmasi Bug Sudah Diperbaiki
Dalam pernyataan resminya, VCT Pacific menjelaskan bahwa masalah tersebut telah diteruskan kepada tim pengembang Riot Games untuk segera ditangani. Menurut pihak liga, Riot telah merilis pembaruan yang memperbaiki bug tersebut sehingga tidak lagi muncul pada versi permainan yang digunakan di pertandingan resmi maupun server publik.
Meski demikian, VCT Pacific menegaskan bahwa hasil pertandingan Gen.G melawan Global Esports tidak akan diulang. Alasan utama yang disampaikan adalah tidak ditemukannya bukti bahwa bug tersebut dimanfaatkan secara sengaja oleh pemain. Dengan kata lain, liga menilai tidak ada unsur penyalahgunaan (intentional abuse) yang dapat menjadi dasar untuk menggelar pertandingan ulang.
Bug Terjadi di Momen Krusial Overtime
Kontroversi muncul karena insiden tersebut terjadi ketika pertandingan berada pada situasi yang sangat menentukan. Saat itu, Global Esports telah unggul 1-0 dalam seri Best of 3. Pada map kedua, pertandingan berlanjut hingga overtime dengan Gen.G memimpin 13-12.
Di ronde tersebut terjadi bug yang kemudian menjadi bahan perdebatan komunitas. Setelah memenangkan ronde tersebut, Gen.G berhasil mengamankan map kedua dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Momentum tersebut kemudian berlanjut hingga map ketiga, di mana Gen.G kembali tampil lebih baik dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor akhir 2-1. Hasil itu membuat Gen.G mempertahankan rekor tak terkalahkan di grup VCT Pacific Stage 2.
Apa Itu Bug Cypher yang Terjadi?
Insiden bermula ketika pemain Gen.G, Kim "t3xture" Na-ra, yang menggunakan Chamber, berada di dalam Cypher Cage pada map Sunset. Untuk mengumpulkan informasi mengenai posisi lawan, pemain Global Esports mengirimkan Fade Prowler dan Raze Boom Bot ke arah area tersebut.

( klik gambar untuk clip )
Dalam kondisi normal, kedua utilitas tersebut seharusnya mendeteksi keberadaan pemain jika berada di jalur yang tepat. Namun, akibat bug, baik Fade Prowler maupun Boom Bot melewati posisi t3xture tanpa memberikan indikasi bahwa ada pemain di dalam Cypher Cage.
Situasi tersebut membuat Global Esports mengira area tersebut kosong sehingga mereka tidak melakukan pengecekan lanjutan. Tak lama kemudian, t3xture keluar dari posisinya dan berhasil mengeliminasi Go "UdoTan" Kyung-won, menciptakan keunggulan jumlah pemain 5 lawan 4 bagi Gen.G. Keunggulan tersebut kemudian berhasil dikonversi menjadi kemenangan ronde yang sangat penting.
Komunitas Pertanyakan Keputusan Tidak Menggelar Replay
Setelah cuplikan bug beredar luas, banyak pihak di komunitas VALORANT mempertanyakan apakah pertandingan seharusnya diulang. Perdebatan semakin besar karena bug terjadi pada ronde yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap hasil map kedua. Seandainya Global Esports mampu memenangkan pertandingan tersebut, mereka akan mengakhiri seri dengan kemenangan 2-0 dan menyamai perolehan kemenangan Gen.G di klasemen grup.
Sebaliknya, hasil akhir membuat Global Esports harus menerima kekalahan 1-2. Posisi mereka pun menjadi lebih sulit dalam persaingan menuju babak playoff.
Saat ini, Global Esports berada di luar jalur lolos langsung ke playoff dan berpotensi harus melalui babak play-in, bergantung pada hasil pertandingan tim lain.
Alasan Riot Tidak Memerintahkan Replay
Dalam penjelasan VCT Pacific, fokus utama keputusan bukan berada pada dampak bug terhadap hasil pertandingan, melainkan pada ada atau tidaknya indikasi penyalahgunaan. Karena tidak ditemukan bukti bahwa pemain Gen.G sengaja memanfaatkan bug tersebut, liga memilih mempertahankan hasil pertandingan. Artinya, meskipun bug berpotensi memengaruhi jalannya ronde, faktor tersebut tidak dijadikan dasar untuk menggelar pertandingan ulang.
Pendekatan ini memunculkan diskusi di kalangan komunitas mengenai bagaimana seharusnya turnamen esports menangani bug yang muncul secara tidak disengaja tetapi terjadi pada momen krusial.

Kembali Muncul Tuduhan Perlakuan Tidak Seimbang
Keputusan VCT Pacific juga kembali memunculkan kritik dari sebagian komunitas. Beberapa penggemar mengaitkan kasus ini dengan tudingan lama mengenai perlakuan yang dinilai tidak konsisten terhadap organisasi dari berbagai wilayah di VCT Pacific.
Sebelumnya, pada Maret lalu, pemain RRQ Maksim "Jemkin" Batorov dan mantan pelatih Global Esports, Hector "FrosT" Rosario, sempat menyampaikan kritik terkait penanganan tim di kompetisi tersebut. Meski demikian, VCT Pacific dalam pernyataan resminya tidak menyinggung isu tersebut dan hanya berfokus pada penjelasan teknis mengenai bug serta alasan mempertahankan hasil pertandingan.
Bug Sudah Beres, Tetapi Perdebatan Belum Usai
Kasus bug Cypher pada laga Gen.G vs Global Esports menjadi salah satu insiden yang paling banyak diperbincangkan di VCT Pacific Stage 2. Di satu sisi, Riot Games dan pihak liga telah memastikan masalah teknis tersebut telah diperbaiki sehingga tidak akan muncul lagi pada pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak menggelar replay masih memunculkan perbedaan pendapat di kalangan komunitas, terutama karena bug terjadi pada momen yang sangat menentukan arah pertandingan.
Dengan hasil yang tetap disahkan, Gen.G mempertahankan status sebagai pemuncak grup tanpa kekalahan, sementara Global Esports kini harus berjuang lebih keras untuk menjaga peluang melaju ke babak playoff VCT Pacific Stage 2.

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.