Persaingan VALORANT memasuki fase paling panas di musim kompetitif 2026. Setelah rangkaian pertandingan regional dan berbagai turnamen internasional sepanjang tahun, pertanyaan tentang siapa tim terbaik di dunia kembali mencuat.
Masalahnya, pertemuan antartim dari berbagai region tidak selalu terjadi. Kompetisi VALORANT Champions Tour (VCT) lebih banyak berlangsung di wilayah masing-masing, sehingga membandingkan kekuatan tim Amerika, EMEA, Pacific, dan China bukan perkara mudah.
Namun, performa terbaru, kekuatan regional, hasil playoff, serta konsistensi sepanjang musim bisa menjadi gambaran. Berdasarkan VALORANT Global Power Rankings September 2026 dari Hotspawn, terdapat lima tim yang saat ini dianggap berada di atas persaingan.
Menariknya, daftar tersebut memperlihatkan sejumlah nama yang mengalami kebangkitan besar sepanjang musim.
1. 100 Thieves Jadi Ancaman Nomor Satu
Posisi teratas ditempati 100 Thieves. Tahun 2026 menjadi periode penting bagi organisasi Amerika tersebut karena mereka akhirnya berhasil meraih gelar global melalui Esports World Cup.
Kemenangan tersebut awalnya masih menyisakan tanda tanya. EWC memiliki format dan karakter kompetisi yang berbeda sehingga performa 100 Thieves belum tentu menjadi indikator bahwa mereka akan terus mendominasi VCT.

Namun, keraguan itu perlahan menghilang. 100 Thieves tampil sangat konsisten setelah turnamen tersebut. Mereka hanya kehilangan satu seri di fase grup ketika menghadapi Cloud9. Hasil tersebut membuat 100 Thieves kini berada dalam posisi yang sangat kuat menjelang VALORANT Champions Shanghai.
Dengan performa yang terus meningkat, 100 Thieves bukan hanya berpeluang mengamankan gelar regional Americas, tetapi juga datang ke Champions dengan status sebagai salah satu kandidat juara.
2. Nongshim RedForce dan Kebangkitan yang Tidak Terduga
Nongshim RedForce berada di peringkat kedua. Tim asal Korea Selatan ini merupakan salah satu cerita paling menarik dalam kompetisi VALORANT 2026. Nongshim sempat membuat kejutan besar di awal musim dengan perjalanan luar biasa dari Premier hingga akhirnya menjadi juara global di Santiago. Setelah itu, performa mereka menurun di Stage 1 dan muncul anggapan bahwa kesuksesan sebelumnya mungkin hanya karena kombinasi meta serta pemain yang sangat cocok dengan situasi saat itu.
Stage 2 memberikan jawaban berbeda. Nongshim kembali menunjukkan kemampuan mereka di playoff. Tim tersebut berhasil mengalahkan sejumlah nama besar, termasuk Paper Rex dan Gen.G, dalam perjalanan di upper bracket. Performa tersebut memperkuat status Nongshim RedForce sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di level internasional.
3. Karmine Corp Cetak Comeback Spektakuler
Karmine Corp menempati posisi ketiga dan menjadi salah satu contoh comeback paling impresif di VCT 2026. Bagaimana tidak? Mereka mengawali Stage 1 dengan rekor 0-5. Hasil tersebut membuat masa depan roster Karmine Corp terlihat tidak menjanjikan. Keputusan organisasi untuk mempertahankan roster menuju Stage 2 bahkan sempat menjadi tanda tanya.

Perubahan besar terjadi setelah ZE1SH dipromosikan menjadi head coach menyusul kepergian Engh.
Hasilnya langsung terlihat. Karmine Corp melaju dari fase grup Stage 2 dengan rekor 4-1 sebelum tampil sempurna di upper bracket playoff. Mereka akhirnya merebut gelar VCT kedua sepanjang sejarah organisasi, setelah gelar pertama mereka diraih pada Kickoff 2024.
Kesuksesan tersebut sekaligus memastikan Karmine Corp menjadi unggulan pertama EMEA di Champions dan mengamankan penampilan perdana mereka di turnamen tersebut.
4. NRG Kembali Menemukan Permainan Terbaik
NRG berada di posisi keempat. Berstatus sebagai juara VALORANT Champions 2025, perjalanan NRG sepanjang 2026 sebenarnya tetap menunjukkan kualitas tinggi, meskipun belum kembali ke level dominasi seperti tahun sebelumnya.

NRG mencatat finis ketiga di Kickoff, Santiago, dan Stage 1. Mereka juga berhasil menjadi runner-up EWC. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa NRG masih termasuk jajaran elite.
Kini, momentum mereka kembali meningkat. NRG melewati fase grup Stage 2 tanpa kekalahan sebelum mengalahkan LOUD di playoff. Kemenangan tersebut membawa mereka menuju Champions Shanghai sekaligus membuat NRG hanya membutuhkan dua kemenangan tambahan untuk merebut gelar VCT Americas pertama mereka.
5. TYLOO Jadi Kuda Hitam dari China
Peringkat kelima ditempati TYLOO. Tim China ini datang ke Champions dengan modal yang sangat kuat setelah menjuarai VCT China Stage 2. Menariknya, keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling penting dalam sejarah TYLOO di VCT. Sebelum Stage 2, organisasi tersebut belum memiliki hasil besar yang benar-benar menonjol di panggung VCT.

Kebangkitan TYLOO tidak terlepas dari kedatangan SiuFatBB dari Wolves. Bersama Wolves, SiuFatBB sebelumnya dikenal lewat perjalanan impresif hingga finis ketiga di Masters Toronto. Setelah periode yang lebih sulit bersama Wolves, kepindahannya ke TYLOO justru menjadi titik balik.
Kini, ia memiliki kesempatan untuk kembali membuat kejutan di panggung global. Bermain di Champions yang berlangsung di China juga memberikan keuntungan tersendiri dari sisi dukungan publik.
Bagaimana Sistem Power Rankings Riot Games?
Selain ranking versi komunitas atau media esports, Riot Games juga memiliki sistem VALORANT Global Power Rankings resmi. Sistem tersebut diperbarui secara berkala dan menggunakan algoritma yang mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari hasil pertandingan, kekuatan lawan, skor kemenangan, hingga tingkat kepentingan sebuah kompetisi.
Artinya, kemenangan atas tim dengan peringkat tinggi di turnamen internasional dapat memberikan dampak lebih besar dibandingkan kemenangan tipis melawan tim papan bawah dalam pertandingan regional.
Hal serupa juga berlaku untuk kekalahan. Tidak semua hasil buruk memberikan perubahan poin yang sama karena konteks pertandingan ikut diperhitungkan.
Champions Shanghai Jadi Ujian Berikutnya
Lima tim dalam daftar Global Power Rankings September 2026 memperlihatkan satu hal penting: peta kekuatan VALORANT dunia sedang mengalami perubahan. 100 Thieves tampil sebagai kekuatan baru dari Americas, Nongshim RedForce mempertahankan momentum kebangkitannya, Karmine Corp menciptakan comeback luar biasa, NRG berusaha kembali ke level juara dunia, sementara TYLOO hadir sebagai kuda hitam dari China.
Semua cerita tersebut akhirnya akan mengarah ke satu panggung terbesar, VALORANT Champions Shanghai 2026.
Dengan semakin banyak tim yang menunjukkan performa terbaik menjelang turnamen, perebutan gelar juara dunia tahun ini berpotensi menjadi salah satu edisi paling kompetitif. Bagi para penggemar VALORANT, inilah saat yang tepat untuk melihat apakah dominasi lama akan bertahan atau justru lahir juara baru dari peta kompetitif yang terus berubah.

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.