Kisah Seru Developer Riot di Balik Proses Pembuatan Agent Fade

by Jessica Elaine
Kisah Seru Developer Riot di Balik Proses Pembuatan Agent Fade

Sebagian besar pemain dan penggemar merasa senang, saat Riot memperkenalkan Fade sebagai Agent terbaru  di Valorant, tepatnya pada Grand Final VCT 2022 Masters Reykjavik. Agent ini kemudian secara resmi dapat dimainkan pada Valorant Episode 4 Act 3, yang hadir sekitar 27 April lalu.

Fade sendiri merupakan seorang agen asal Turki yang memiliki peran sebagai Initiator. Dengan latar belakang sebagai pemburu bayaran, Fade dikisahkan mampu memberikan ketakutan yang mendalam bagi lawannya, sebelum akhirnya dibunuh dalam kegelapan. Lore tersebut bahkan nampak tergambar dalam penampilan Fade secara keseluruhan.

Tentunya, untuk merilis sebuah karakter baru seperti Fade, dibutuhkan periode waktu yang cukup panjang, agar setiap komponennya yang ada bisa terilis dengan sempurna. Kerja sama antar kelompok divisi sangat dibutuhkan. Kali ini, Min Budi akan mengungkap kisah panjang tersebut, yang ada di balik proses pembuatan Agen Fade.

Hadir Sebagai Counter dari Sova

“Saat memutuskan apa yang harus dibuat untuk Agen 20, kami tahu dia harus bisa menyaingi Sova. Dia sudah mendominasi dunia pengintaian di Valorant, dan kami menginginkan Agen lain yang punya kekuatan serupa,” ujar Nick “Nickwu” Smith, selaku Game Designer Valorant.

BACA JUGA: VCT 2022 APAC Stage 2 Challengers: Jadwal, Hadiah, Format dan Tim yang Lolos

Meskipun begitu, gameplay yang dimiliki oleh Fade tetap akan berbeda. Sova memang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tim saat melakukan push. Namun, hal itu hanya dapat dilakukan saat Sova berada pada lokasi yang cukup jauh dengan lawan, dan mulai menembakkan panah.

Kali ini, Smith menggunakan pendekatan yang berbeda untuk Fade. Alih-alih bermain dengan jarak, Smith membuat Fade bergerak layaknya hewan buas yang sedang berburu, melacak dari dekat, menjebak, lalu membunuh.

“Sebenarnya aku belum pernah berburu. Aku sama sekali tak tahu seperti apa berburu itu. Namun, pola pikir ‘aku tahu lokasimu, aku akan memojokkanmu, lalu aku akan mendapatkanmu’ itu yang kuinginkan untuk Fade” lanjut Smith menjelaskan.

Namun, berbicara mengenai gameplay pada Valorant, akan terasa sangat sulit bagi Fade jika ability yang dimilikinya hanya mampu menargetkan satu lawan saja. Oleh karena itu, Smith membuat beberapa penyesuaian, agar Fade tetap bisa hadir sebagai Agen baru yang kuat dan patut diwaspadai.

Smith mendesain agar ability yang dimiliki oleh Fade, mampu memberikannya jejak yang berkaitan dengan setiap musuh, yang terkena ability-nya. Lalu, membiarkan semua musuh tersebut dapat melihat jejak mereka sendiri.

Hal ini akan memberikan peluang bagi Fade untuk menimbulkan efek teror bagi mangsanya. Akankah Fade langsung mengikuti jejakmu sebagai lawan? Atau jejak milik orang lain? Akankah Fade mengirimkan informasi ini kepada timnya? Atau meninggalkanmu sendiri untuk berlindung di balik pojokan? Semua kemungkinan yang akan terjadi, mampu menimbulkan rasa cemas dan gelisah, layaknya mangsa yang sedang menunggu kehadiran sang predator.

“Sebagai orang yang memainkan Fade, kamu akan merasa seolah mengumpulkan informasi, melacak, dan memburu orang, lalu mengeksekusi mereka dengan informasi itu,” ujar John “Riot MEMEMEMEME” Goscicki sebagai Lead Character Producer. “Sebaliknya, saat kamu yang diburu oleh Fade, itu menjadi pengalaman yang menggelisahkan dan menakutkan,”

Perwujudan Nyata dari Mimpi Buruk

Ryan “Pwam” Clements selaku Narrative Writer, bersama dengan Joe “ParmCheesy” Killeen selaku Narrative Lead, menambahkan sebuah ide utama untuk fantasi tematis dari sosok Fade. Ide tersebut adalah ‘mimpi buruk yang hidup’.

Ligagamer sendiri tentu pernah mengalami mimpi buruk bukan, yang terkadang mungkin mampu memberikan kita rasa takut secara mendalam. Konsep ini menurut tim developer, dapat menjadi sumber inspirasi yang unik dalam mendesain kekuatan milik Fade.

Tidak hanya dari segi ability, tema ‘mimpi buruk’ yang dipegang oleh Fade, juga harus tertuang dalam penampilan fisik dari karakter tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan palet warna yang jauh lebih unik dan menghadirkan perasaan mencekam, guna melengkapi desain dari sosok Fade.

“Sejak diputuskan bahwa dia adalah wanita mimpi buruk, kami ingin warna Fade lebih suram dan condong ke abu-abu serta hitam. Namun, hitam adalah warna yang sulit di game kompetitif karena tak ada banyak kontras dan kejelasan dengan lingkungan dalam game,” ungkap Konstantin “Zoonoid” Maystrenko selaku Concept Artist.

Oleh karena itu, Maystrenko ingin memberikan Fade sebuah desain pakaian yang modern dan bergaya, berangkat dari ide dasar urban fantasy. Di mana hal ini nantinya akan memberikan keseimbangan yang tepat antara desain karakter yang menarik, tetapi di satu sisi juga menegangkan.

04 Jackets 29adb

Dari sinilah, Smith mulai menambahkan ide baru yang diterapkan pada gameplay Fade, agar sosoknya sebagai ‘perwujudan mimpi buruk’ benar-benar terasa. “Sebagian besar kit milik Fade terasa lebih lokal dan dekat, tetapi ultimanya, yaitu Nightfall, jauh lebih luas. Cara kerjanya tidak membuat masing-masing musuh merasa ditargetkan, melainkan lebih seperti ult standar Initiator, seperti milik Breach. Hal ini menghadirkan banyak peluang gameplay yang menarik, tentang bagaimana ultima ini mengerahkan jejak dan membuat lawan tuli.”

Suara menjadi salah satu komponen penting dalam game FPS, tak terkecuali Valorant. Saat kita mampu mendengar pergerakkan musuh, keunggulan tersebut dapat memberikan kita peluang untuk menyelamatkan diri dari kematian. Lalu, apa yang terjadi jika suara-suara tersebut, tidak lagi bisa kita dengar? Min Budi yakin Ligagamer sudah paham akan jawabannya.

BACA JUGA: Riot Siapkan Mode One-VS-One akan Hadir di Valorant? By One lah!

Jembatan Penghubung dengan Penggemar Turki

Salah satu impian Riot adalah membuat Valorant menjadi game global, yang mampu menarik perhatian pengguna dari berbagai macam penjuru. Dalam rangka menjaga loyalitas penggemar, Riot seringkali membuat karakter yang terinspirasi dari negara-negara tertentu. Upaya tersebut juga dilakukan saat mendesain karakter Fade.

“Banyak orang di Turki memainkan Valorant, banyak sekali. Dari situ kami melihat peluang untuk membuat Agen pengintai lain, dan membuat karakter yang ‘nyambung’ dengan pemain Turki,” ujar Goscicki.

Sebagai Agen asal Turki, Fade tentu dilengkapi oleh penampilan yang erat kaitannya dengan budaya asal negara tersebut. Mulai dari simbol nazar boncuğu, simbol yang umum di Mediterania, digunakan untuk menangkal evil eye. Desain ini terlihat dari liontin hingga cincin yang dikenakan.

Tubuh Fade sendiri juga dipenuhi tato, yang sebenarnya merupakan eksplorasi dari budaya umum Turki, yaitu henna. Henna sendiri artinya adalah pengorbanan, selaras dengan tema desain dari Agen Fade. Di mana ia selalu berurusan dengan ketakutan tergelap manusia, menggunakan kekuatan mimpi buruknya, sambil mengorbankan kewarasan dan kenyamanannya sendiri.

Melalui cara ini pula, Riot ingin mengekspresikan keunikan dari setiap karakter kepada pemain, terutama saat pertama kali melihat POV karakter tersebut. “Valorant menggunakan POV orang pertama. Jadi, kami harus kreatif untuk mengekspresikan keunikan karakter dengan pemain. Tato atau tanda di kulit adalah salah satu cara paling jelas untuk melakukan ini. Jadi, saat kami tahu bahwa henna itu umum dan populer di Turki modern, itu jelas dimasukkan,” ungkap Maystrenko.

06 Henna 5b817

Praktik menafsirkan mimpi juga tergolong sebagai budaya yang sudah berlangsung lama di Turki. Lagi-lagi terdapat keterkaitan, antara elemen pada karakter dengan budaya yang berlangsung di negara asal.

Agent Fade juga didesain untuk memiliki ikatan yang erat dengan kucing. Selain karena heterokromia yang dimilikinya terinspirasi dari Kucing Angora Turki, Fade juga diceritakan menyukai hewan tersebut.

Aspek ini terlihat dalam efek visual dari ability milik Fade. “Mimpi buruknya menyatu dengan hal-hal yang tidak berbahaya dalam kehidupan nyata, tetapi dalam mimpi buruknya semua itu menjadi sesuatu yang bisa membunuhmu. Kami mencoba membuatnya agak abstrak sehingga tak langsung terlihat jelas. Sepintas terlihat seperti makhluk yang datang dari neraka, tetapi kenyataannya cuma dua kucing,” ujar Maystrenko.

08 Prowler a3a11

Sejalan dengan tema yang ada, Guillermo “Giggy” la O’ selaku VFX Artist, juga turut menyampaikan pendapatnya mengenai VFX Ultima milik Fade. “Ada nazar di dalam efek, kamu akan benar-benar melihat banyak mata, tetapi beberapa di antaranya adalah Fade sendiri. Kucing Prowler-nya juga hadir. Kuambil semua ini dan kupakai garis motif henna untuk menghubungkannya sehingga tidak terlalu mencolok dan lebih lembut.”

09 VFX 490cd

Don’t Judge a Book by Its Cover

05 Punch 523f3

BACA JUGA: Riot Akan Tambahkan Opsi Map Pick-Banned, Gifting System dan Fitur Replay

Semua langkah selesai, terciptalah Fade, Agent dengan tampilan yang gothic, gigih, tanpa basa-basi, dan terlihat mengerikan. Sesuai dengan tema awal ‘mimpi buruk yang hidup’. Namun, apakah Fade benar-benar semenyeramkan itu? Apakah dia tergolong sebagai sosok yang memiliki niat jahat?

Menurut Goscicki, Fade adalah sosok yang sempurna untuk menjelaskan bahwa kesan pertama dari penampilanmu, tidak selalu menggambarkan jati dirimu sebenarnya. Goscicki berharap bahwa para pemain bisa melihat sisi lain dalam diri Fade.

“Tumbuh di dunia metal, kurasa sering ada stereotype bahwa itu adalah sekelompok bajingan yang blak-blakan, jorok, dan mengitimidasi. Namun, jika kamu ada di dalam dunia itu, kamu akan tahu bahwa semuanya adalah orang-orang yang suka bersenang-senang dan konyol. Mereka cuma memilih untuk mengekspresikan diri dengan cara lain yang berbeda dari norma masyarakat.”

Itu dia kisah di balik proses pembuatan Agen Fade. Benar-benar detail yah Ligagamers! Tema, lore, tampilan, hingga efek visual, semuanya menyatu dengan sempurna. Unik dan berkarakter. Menurut Ligagamers sendiri gimana? Makin jatuh cinta gak nih sama sosok Fade?

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Atau baca juga informasi informasi seputar pemain dan tournament Valorant.

Jangan lupa, saksikan bincang-bincang berita terkini Valorant NGOVI di channel youtube Ligagame.tv

NGOVI valorant ligagame 104ba

Baca selanjutnya:

Guide Valorant: Cara Perbaiki Kode Error VAL 51

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!