Fans Ngamuk! Ini 3 Kesalahan Terbesar Riot Games Dalam Valorant First Strike

Kualitas Riot dalam menggelar First Strike sungguh mengecewakan fans.
valorant first strike

Turnamen Valorant pertama yang bertajuk First Strike sedang digelar di seluruh wilayah, mencari tim-tim terbaik untuk babak utamanya pada bulan Desember.

Di balik kesuksesan Riot Games dalam game FPS terbarunya, komunitas Valorant banyak mengeluh mengenai bagaimana cara Riot menyelenggarakan turnamen, terutama untuk babak qualifier. 

Menurut mereka, keluhan ini memberikan kesan pihak pengembang / penyelenggara yang tidak berpengalaman. Mengingat Riot Games sebagai pengembang yang sudah pernah menggelar turnamen tingkat dunia, kesalahan tersebut seharusnya bisa dicegah. 

Berikut beberapa kesalahan terbesar Riot Games dalam menggelar Valorant First Strike. 

1. Caster Yang Bias

Dalam ajang First Strike, tampaknya Riot menggunakan caster yang cenderung memihak ke satu tim, dan fans tidak setuju dengan hal ini. 

Hal ini dapat dilihat dalam pertandingan First Strike NA antara 100 Thieves dan TSM, komentator @SimowasTaken dan @EsportsDoug terus mendukung TSM. Misalnya, saat 100 Thieves membantai TSM, para caster tidak komentar mengenai hasil dari tim pemenang. Di lain sisi, mereka komentar mengenai salah satu anggota TSM, Wardell yang sedang kurang beruntung. 

@SimowasTaken juga terus menerus mempromosikan idenya megenai match TSM melawan Sentinel. Intinya, caster-caster ini terlalu fokus dengan tim favoritnya. 

Tentunya, bias dari caster terus berlanjut, hingga akhirnya komunitas Valorant harus membuka suara.

valorant unbiased caster
Sumber: Reddit

“Gue merasa Valorant mulai dari nol, dan terus membuat kesalahan yang dapat dicegah,” ujar salah satu pemain Valorant, Arjun Banerji dalam Reddit

Komunitas esports pasti sudah tahu betapa pentingnya caster yang bersifat netral. Caster yang terlalu memihak ke satu tim membuat turnamen sulit untuk ditonton dan menunjukkan kualitas produksi yang mengecewakan. 

2. Format Turnamen Yang Terlalu Memaksa

Mengikuti pertandingan bukanlah hal yang mudah. Butuh fokus dan mental yang kuat, lantas membuat pemain lelah setelah bermain sekian lamanya. Namun tampaknya Riot Games tidak memperhitungkan hal tersebut. 

Babak kualifikasi First Strike yang sekarang ini memiliki format single elimination BO1 di mana pemain harus memenangkan 5 BO1 sebelum masuk ke dalam BO3 pertama. Dengan tidak adanya double elimination, pemain dipaksa untuk menerjang dalam waktu yang terlalu berdekatan. 

Bukan hanya itu, format tersebut juga tidak adil. Misalnya, lawan dari tim B mendapatkan kesempatan untuk memantau aksi tim A sebelum bertanding. Hal ini membongkarkan cara bermain tim A dan memberikan waktu untuk tim B membentuk strategi. 

Masalah ini diungkap oleh Dapr dari Team Sentinel dan Asuna dari 100Thieves. 

 

 

“Saya tidak mencoba membuat alasan untuk siapapun, tapi saya ingin melontarkan bahwa setelah bermain bo3 dan langsung terjun ke bo3 lagi setelah tim lain menonton kamu bermain sebelum bertanding adalah suatu kerugian,” tulis Dapr di akun twitternya.

“Iya, dan bermain C9 dan langsung ke Luminosity sangat melelahkan secara mental,” balas Asuna. 

“Lelah secara mental + jauh lebih mudah dibaca karena baru saja menunjukkan pedoman,” tutup dapr. 

3. Peraturan Yang Tidak Jelas

Baru-baru ini, salah satu tim Valorant, Guild Esports dianggap kalah dalam match karena menyalahgunakan bugs di First Strike EU. 

Peristiwa diskualifikasi Guild Esports dari First Strike karena alasan eksploitasi bugs tampaknya membuat komunitas marah. Menurut mereka hal perlakuan Riot terhadap Guild  merupakan “perampokan.” Salah satunya dikarenakan bugs ini sudah ditemukan sejak bulan Agustus, dan Riot belum juga memperbaikinya.

Tidak hanya itu, Riot tidak menerapkan peraturan yang sama terhadap G2 Esports, yang juga sempat meng-eksploitasi bugs dalam match. 

“Ekploitasi yang dapat memberikan sanksi seharusnya dicantumkan dengan jelas sehingga tim tahu apa yang ilegal, dan hukuman untuk itu harus konsisten,” ucap Banerji.

 

 

Fans hanya bisa berharap Riot dapat memperbaiki ‘kekacauan’ ini sebelum ajang utama First Strike digelar pada bulan Desember. 

Valorant First Strike akan digelar di berbagai negara dari Amerika Utara, Eropa, Asia, dan lainnya. Babak kualifikasi sedang digelar saat ini di mana tim memperebutkan posisi untuk First Strike Finals pada 3-6 Desember.


Untuk berita Valorant dan Esports terbaru, jangan lupa follow Ligagame Esports ya!

BACA JUGA:

Profil 4 Tim Yang Dapat Direct Invite ke Valorant First Strike Indonesia

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!