Benarkah Ada Kutukan '9-3' di VALORANT dan Apa Artinya?

Fakta unik Valorant
Kutukan '9-3' di VALORANT

Setahun dirilis, Valorant sukses tumbuh menjadi scene esports game shooter. Game FPS dari Riot Games ini menyajikan pertempuran dua tim dengan agent-agent berkemampuan unik. Kedua tim memainkan setiap match untuk meraih skor 13 terlebih dulu. Sama halnya seperti game MOBA,  fase draft pick memilih agent yang akan dimainkan juga sudah menghadirkan tekanan. Pilihan komposisi dan kombinasi memang bisa membawa tim lebih unggul, selain soal eksekusi dalam permainan. 

Stiap player perlu mengasah skill dan mental untuk "panjat rank" di VALORANT. Nah, selain dua faktor tersebut ada juga faktor eksternal yang bisa mempengaruhi performa tim. Salah satu takhayul yang populer adalah skor 9-3 yang dianggap bisa jadi mimpi buruk bagi tim yang memimpin .

Bagi pemain dan komunitas yang mengikuti scene VALORANT pernah mendengar kutukan "9-3".  Yup, frase ini mengacu pada angka skor dalam permainan Valorant yang mulai muncul pada VCT Masters Stage  3 . Berikut ulasan tentang kutukan 9-3 yang perlu kamu ketahui.

Apa arti kutukan 9-3 di VALORANT?

Apa yang melatarbelakangi teori ini adalah jika tercipta skor 9-3 pada half time atau paruh babak. Nah, beberapa player meyakini, tim yang unggul 9-3 akan "ditakdirkan" untuk kalah di babak berikutnya meskipun memiliki keuntungan.

valorant sova 3291e

Meskipun mungkin tidak masuk akal secara logis,  kutukan skor "9-3" agaknya cukup sering terjadi sehingga menjadi takhayul, bahkan di gelaran VALORANT Champions Tour 2021. Para pro player dan pembuat konten pun turut membuat teori dan cocoklogi soal kutukan tersebut. Sebagian berpendapat adalah lebih baik sengaja kalah di babak terakhir jika unggul 8-3 sehingga untuk menuju babak kedua dengan keunggulan 8-4.

BACA JUGA: Hadiah Gun Buddies Untuk Semua Pemain VALORANT

Salah satu contoh hal ini terjadi saat Team Liquid menghadapi Na'Vi selama Playoff Challengers Stage 3 Tiga EMEA VCT 2021. Liquid yang leading  9-3 tidak berarti ketika Na'Vi melakukan epic comeback dan memenangkan pertandingan 13-10. Meski memimpin pertandingan di babak pertama, Liquid hanya mampu mengamankan satu ronde di paruh kedua pertandingan.

Nah, buat kalian yang percaya pada kutukan, harus mulai mempersiapkan diri secara mental untuk menghindarinya. Cara terbaik untuk melawan kutukan 9-3 adalah dengan membangun kepercayaan diri. Sementara perbedaan skor bisa cukup signifikan untuk memungkinkan tim membuat beberapa kesalahan, biarkan kutukan itu menjadi pengalaman dasar dan cobalah untuk bermain sebaik mungkin seolah-olah bermain dari belakang.

Jika tim musuh tiba-tiba menemukan jalan keluar dari strategi, jangan ragu untuk mengubah taktik, cermat membaca pergerakan dan ebih cepat menangkap tim musuh yang lengah memungkinkan tim memenangkan beberapa ronde tambahan. Well, buat mereka yang tak dekat dengan soal takhayul, ketika leading 8-3, tentu tak ambil pusing untuk merebut round berikutnya. Pun, ketika  kemudian ternyata berhasil mematahkan kutukan sekaligus membuktikan skor 9-3 tak selamanya  berarti kutukan. Nah, kalau ligagamers yang mana? Percaya atau tidak? 

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Atau baca juga informasi informasi seputar pemain dan tournament Valorant.

Baca selanjutnya:

Top 20 Tim dan Pro Player VALORANT Berpenghasilan Tertinggi

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!