Team Vision sukses menorehkan sejarah setelah keluar sebagai juara Teamfight Tactics (TFT) Esports World Cup 2026. Tim asal China tersebut menampilkan performa luar biasa dengan mengalahkan Aurora Gaming secara meyakinkan 3-0 pada partai grand final yang berlangsung di Paris Expo, Prancis.
Keberhasilan ini melengkapi perjalanan impresif Team Vision yang sebelumnya harus berjuang dari lower bracket sebelum akhirnya mengangkat trofi juara. Atas kemenangan tersebut, mereka berhak membawa pulang hadiah utama sebesar US$150.000 serta tambahan 1.000 poin Club Championship untuk klasemen Esports World Cup 2026.
Tak hanya itu, kapten sekaligus pemain andalan mereka, Yan "Flancy" Lingyu, juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen dan memperoleh bonus hadiah sebesar US$25.000 berkat performanya yang konsisten sepanjang kompetisi.
Comeback Luar Biasa dari Lower Bracket
Perjalanan Team Vision menuju gelar juara tidak berjalan mulus sejak awal. Pada fase grup, mereka sempat kalah dari Flash Wolves, hasil yang memaksa tim turun ke lower bracket dan berada di ambang eliminasi.
Namun tekanan tersebut justru menjadi titik balik. Mereka bangkit dengan mengalahkan T1 melalui skor telak 2-0, memastikan tempat di babak playoff. Momentum positif terus berlanjut ketika Team Vision menyingkirkan Virtus.pro dengan skor 2-1 di perempat final.
Pada babak berikutnya, mereka kembali bertemu Flash Wolves. Berbeda dari pertemuan pertama, Team Vision tampil jauh lebih siap dan berhasil membalas kekalahan tersebut untuk mengamankan tiket menuju grand final. Menurut para pemain, kekalahan di fase grup justru menjadi pelajaran paling berharga selama turnamen. Mereka mengaku melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelemahan tim, memperbaiki strategi, dan datang dengan pendekatan yang lebih matang di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Aurora Gaming Tak Berkutik di Grand Final
Aurora Gaming sebenarnya datang ke grand final dengan status favorit. Tim tersebut baru saja menyingkirkan juara bertahan Weibo Gaming dan diperkuat oleh Ge "Huanmie" Wuxin, juara Tactician's Crown yang dikenal sebagai salah satu pemain TFT terbaik saat ini.
Namun kenyataan di arena justru berbeda. Sejak game pertama, Team Vision mampu mengendalikan tempo permainan dan terus unggul dalam penguasaan ekonomi maupun komposisi board. Strategi mereka juga efektif meredam permainan Huanmie yang biasanya menjadi sumber kekuatan utama Aurora Gaming.
Pada game penentuan, situasi sempat menegangkan ketika Team Vision hanya menyisakan ZhenBai melawan dua pemain Aurora Gaming. Meski berada dalam tekanan besar, ZhenBai berhasil bertahan dengan HP yang nyaris habis sebelum akhirnya menumbangkan dua lawannya dan memastikan kemenangan 3-0 bagi Team Vision.
Persiapan Matang Jadi Kunci Kesuksesan
Usai pertandingan, para pemain Team Vision mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka bukan terjadi secara kebetulan. Menurut mereka, faktor terbesar adalah kualitas persiapan sebelum turnamen berlangsung.
Selama masa latihan, Team Vision menjalani banyak sesi scrim dan sengaja mencoba berbagai komposisi, strategi, hingga skenario permainan. Mereka bahkan mengaku tidak takut melakukan kesalahan saat latihan.
Dengan cara tersebut, setiap kesalahan sudah dipelajari lebih dulu sehingga ketika situasi serupa muncul di pertandingan resmi, seluruh pemain telah mengetahui solusi terbaik. Pendekatan inilah yang membuat Team Vision tampil sangat tenang sepanjang babak knockout.
Pengalaman Latihan Bersama Aurora Jadi Keuntungan
Salah satu pemain Team Vision, MoGG, juga mengungkap alasan lain di balik kemenangan mereka. Menurutnya, hubungan kedua tim sebagai partner latihan memberikan keuntungan besar. Karena sering menjalani scrim bersama Aurora Gaming, Team Vision sudah memahami gaya bermain, pola rotasi, hingga kecenderungan lawannya dalam menyusun komposisi. Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menyusun strategi khusus menghadapi grand final. Hasilnya terbukti efektif karena Aurora tidak pernah benar-benar mampu mengembangkan permainan sepanjang seri.
Flancy Raih Gelar MVP, Tapi Pilih Berbagi Kredit
Meski terpilih sebagai MVP TFT Esports World Cup 2026, Flancy menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim. Ia menyebut format kompetisi 4v4 membuat setiap pemain memiliki peran yang sama pentingnya dalam menentukan kemenangan.

Flancy juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar serta seluruh staf yang bekerja di balik layar selama turnamen berlangsung. Baginya, gelar MVP bukan hanya milik dirinya, tetapi juga seluruh tim yang telah berjuang bersama sejak hari pertama kompetisi.
Team Vision Dorong Riot Perbanyak Turnamen Format 4v4
Selain merayakan gelar juara, Team Vision juga menyampaikan harapan agar Riot Games lebih sering menghadirkan turnamen TFT dengan format 4v4. Menurut mereka, mode tim menawarkan pengalaman kompetitif yang berbeda dibanding turnamen individu.
Dalam format ini, pemain dapat mengambil risiko lebih besar karena masih mendapat dukungan dari rekan satu tim. Strategi menjadi lebih kompleks, komunikasi jauh lebih penting, dan peluang menciptakan komposisi board dengan potensi maksimal menjadi semakin besar.
Team Vision juga menyoroti bahwa banyak pemain profesional, terutama dari Korea Selatan, kini fokus berkompetisi di format 4v4. Sayangnya, kesempatan bertanding masih sangat terbatas karena Esports World Cup menjadi salah satu ajang besar yang secara konsisten menggunakan format tersebut.
Gelar Juara Perkuat Posisi Team Vision di Esports World Cup
Kemenangan di TFT Esports World Cup 2026 menjadi bukti bahwa Team Vision adalah salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di skena Teamfight Tactics dunia. Selain membawa pulang hadiah US$150.000, tambahan 1.000 poin Club Championship membuat organisasi asal China tersebut kini menyamai raihan Natus Vincere di puncak klasemen sementara dengan total 1.750 poin.
Meski Team Vision tidak lagi memiliki cabang yang bertanding pada sisa Esports World Cup 2026, keberhasilan ini tetap menjadi pencapaian besar bagi organisasi tersebut.
Lebih dari sekadar trofi, perjalanan luar biasa dari lower bracket hingga menjadi juara memperlihatkan mental juara, kemampuan beradaptasi, serta kualitas persiapan yang dimiliki Team Vision. Dengan performa seperti ini, mereka layak disebut sebagai salah satu tim TFT terbaik di dunia saat ini.

Ikuti terus berita Turnamen dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.