Diskusi Esports Mengapa Turnamen Esports di Indonesia Sulit Bertahan dan Berkembang?

Perkembangan esports (olah raga elektronik) di Tanah Air telah tumbuh pesat pada beberapa tahun terakhir. Beberapa title game menjadi scene populer dimana Indonesia menjadi salah satu "penyumbang" massa alias jumlah viewer (penonton) terbanyak. Berbicara esports sebagai sebuah industri, tentu banyak hal terkait yang menjadi faktor laju keberlangsungan dan kesinambungannya. Salah satu elemen penting dalam esports adalah "turnamen". Bagaimana perkembangan turnamen esports di Indonesia? Apa saja tantangan yang dihadapi? Topik ini diulas dalam sebuah sesi talkshow Diskusi Esports di Ligagame.tv. 

Diskusi Esports jilid 2 kembali dipandu Yabes Elia, pemerhati dan analyst game sebagai moderator bersama dua narasumber yakni Eddy Lim selaku Founder IESPA dan Ligagame bersama Yohannes Siagian, dari sekolah PSKD yang juga menjadi coach di Garudaku.

Penyelenggaraan turnamen menjadi pondasi sekaligus urat nadi sebuah scene esports. Namun, dari obrolan orang-orang di balik layar, ada kecenderungan pendapatan di esports mulai menurun. Wacana ini pun ditanggapi oleh Eddy Lim yang juga akrab disapa Koh Ed. Menurutnya problem yang dihadapi saat ini masih seputar soal pendanaan.

"70-80% turnamen itu sebenarnya dari sponsor, bahkan para penikmatnya atau user mungkin tidak tahu atau bisa dibilang tanpa kontribusi. Jadi sebenarnya salah satu juga kendala bagi industri esports karena satu industri itu supaya bisa sustain, sustainable ya revenue-nya itu tidak bisa hanya dari sponsor. industri itu bisa bagus kalau revenue-nya itu datang dari usernya sendiri, jadi dari dari marketnya sendiri. Sebagai contoh misalnya kita bicara industri musik, ya konser musik bisa menghasilkan revenue,. Atau sama juga dengan olahraga sepakbola, revenue bisa dari tiket penonton, merchandise dll. Jadi logikanya kalau marketnya makin besar ya revenuenya makin besar," papar Eddy Lim.  

diskusi esports 2 6af73

Selanjutnya Yohannes Siagian mengangkat soal peran dan posisi sponsor sebagai pendukung jalannya turnamen esports. Menurutnya industri esports untuk revenue dan expenses memang masih timpang sekali.
"Pemasukan 80% dari sponsor sedangkan pengeluaran juga sangat tinggi jadi tidak sustainable. Jadi bisa dibilang sponsor itu ambil contoh ya kayak "Sugar Daddy". Kita pakai uang dari sponsor ini untuk mempercakep diri, membikin tim kita bagus supaya pada saat sponsor ini pergi kita bisa tarik lagi yang lain dan siklusya diulang-ulang aja," tutur Yohannes.

BACA JUGA: Worlds 2023 Cetak Rekor Jumlah Penonton Tertinggi, League of Legends Masih Jadi Scene Esports Terpopuler Sejagat!

Peran Sponsor untuk Tim dan Event Esports 

Diskusi pun berlanjut memotret peran sponsor di industri esports. Yohannes menggrisbawahi misal di luar negeri seperti USA atau Eropa ada berapa tim yang punya sponsor yang sudah 5 hingga 7 tahun tapi itu mungkin tidak sampai 5%. Artinya, yang lainnya itu rebutan sponsor sementara  belum tentu akan masuk sponsor baru jadi semua tim esport yang muncul berebutan full sponsor yang sama. Di sisi lain, semakin market timnya berkembang semakin banyak tim yang mulai masuk dengan sponsor-sponsor itu-itu aja. Ujung-ujungnya angkanya akan menurun tim pasti jadi jumlah sponsornya tetap atau malah berkurang. 

Selanjutnya Eddy Lim kembali membahas peran sponsor untuk event atau turnamen. "Kita ambil contohnya kita bikin pertandingan esports dana dari sponsor tapi kalau orang bikin konser musik, ada ticketing. Nah jadi kalau dananya dari langsung dari user itu lebih lebih bisa sustain. Jadi selama usernya masih ada selama yang mau tanding masih ada, akan masuk terus funding dari si peserta yaitu tim-tim sama event," ujarnya. 

Diskusi terus mengalir dan pembahasan semakin menarik. Yabes Elia sebagai moderator mengulik pendapat dari kedua narasumber tentang tolok ukur turnamen esports di Indonesia mulai dari "Prize Pool" atau hadiah, "Gaji Pemain (Pro Player)  hingga bagaimana menumbuhkan turnamen esports yang sustainble . Semuanya dapat kamu simak selengkapnya di video berikut yaa... 

 

 Ikuti terus berita terbaru esports terlengkap di Ligagame Esports! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.  

Baca selanjutnya:

Ligagame Community Series (LCS) Undang Tanding Jagoan Overwatch 2

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!