Raksasa teknologi asal Jepang, Sony, semakin serius menggarap pasar esports dengan meluncurkan monitor OLED terbaru yang dirancang khusus untuk gaming kompetitif. Dalam langkah strategis ini, Sony menggandeng organisasi esports ternama asal London, Fnatic, sebagai mitra pengembangan untuk menghadirkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan pemain profesional.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Sony siap bersaing langsung dengan pemain lama di segmen monitor gaming premium seperti ASUS dan LG. Dengan spesifikasi tinggi dan dukungan brand esports besar, Sony berupaya mencuri perhatian di pasar yang semakin kompetitif.
Monitor terbaru ini hadir dengan nama Inzone M10S II, membawa panel OLED berukuran 27 inci yang dirancang untuk kebutuhan gaming tingkat tinggi. Salah satu fitur utama yang diusung adalah mode ganda (dual-mode) yang fleksibel.
Pada mode standar, monitor ini menawarkan resolusi 1440p dengan refresh rate hingga 540Hz. Namun, bagi gamer yang mengutamakan kecepatan maksimal, perangkat ini dapat beralih ke resolusi 1080p dengan refresh rate ekstrem hingga 720Hz—angka yang sangat tinggi bahkan untuk standar esports saat ini.
Spesifikasi utama Inzone M10S II meliputi:
Panel OLED 27 inci
Resolusi 2560 x 1440 (1440p)
Refresh rate hingga 540Hz
Mode alternatif 1080p dengan 720Hz
Opsi tampilan 24 inci untuk setup ala turnamen
Response time 0,02ms GtG
Garansi hingga 3 tahun
Dengan spesifikasi tersebut, monitor ini dirancang untuk memberikan respons super cepat dan visual yang tajam, dua faktor krusial dalam kompetisi esports.

Sony menyebut bahwa Inzone M10S II telah “disempurnakan dengan masukan dari Fnatic”. Artinya, pengembangan monitor ini tidak hanya berbasis spesifikasi teknis, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman langsung dari pemain profesional.
Sebagai salah satu organisasi esports paling dikenal di dunia, Fnatic membawa kredibilitas besar dalam kolaborasi ini. Pengalaman mereka di berbagai turnamen besar—termasuk skena kompetitif VALORANT—menjadi nilai tambah dalam memastikan monitor ini relevan untuk kebutuhan kompetitif.
Meski demikian, detail teknis terkait kontribusi spesifik dari pemain Fnatic masih belum sepenuhnya diungkap ke publik. Pengujian independen nantinya akan menjadi penentu sejauh mana klaim ini benar-benar berdampak pada performa.
Masuknya Sony ke segmen ini membuat persaingan semakin sengit. Saat ini, monitor OLED esports dari ASUS dan LG juga menawarkan spesifikasi yang tidak kalah tinggi, membuat perbedaan antar produk semakin tipis dari sisi teknis.
Dalam kondisi seperti ini, faktor brand, kepercayaan, dan endorsement dari pemain profesional menjadi kunci pembeda. Di sinilah Fnatic berperan penting dalam memperkuat posisi Sony di mata komunitas esports.
Namun, harga juga menjadi tantangan tersendiri. Inzone M10S II dibanderol sekitar USD 1.099,99, yang menempatkannya di segmen premium, bahkan lebih tinggi dibanding beberapa kompetitor.
Saat ini, Sony masih memasarkan monitor ini secara terbatas melalui toko resminya. Ketersediaan global yang lebih luas masih belum diumumkan secara detail.
Langkah berikutnya bagi Sony cukup jelas: mendapatkan validasi dari komunitas dan pemain profesional. Apakah monitor ini benar-benar mampu memenuhi ekspektasi gamer kompetitif, atau hanya sekadar unggul di atas kertas?
Jika berhasil, kolaborasi dengan Fnatic bisa menjadi fondasi kuat bagi Sony untuk memperluas dominasinya di industri hardware esports.
Dengan peluncuran Inzone M10S II, Sony secara resmi menandai kehadirannya di pasar monitor OLED esports. Kolaborasi dengan Fnatic menjadi strategi cerdas untuk membangun kredibilitas sekaligus menarik perhatian gamer profesional.
Kini, semua mata tertuju pada performa nyata perangkat ini di tangan para pro player dan komunitas esports global.

Ikuti terus berita tekno dan Games dan Esports di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.