Smartphone layar lipat selama ini identik dengan layar besar yang menawarkan pengalaman lebih luas, baik untuk menikmati hiburan, bekerja, maupun menjalankan beberapa aktivitas sekaligus. Namun, di balik keunggulan tersebut, perangkat foldable juga sempat memiliki satu tantangan yang cukup terasa bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, yakni bodi yang relatif besar dan berat ketika dibawa sepanjang hari.
Samsung mencoba menjawab tantangan tersebut melalui Galaxy Z Fold8. Smartphone foldable terbaru ini hadir dengan bobot hanya 201 gram dan desain yang diklaim memiliki ukuran menyerupai paspor ketika dalam kondisi terlipat. Kombinasi tersebut membuat Galaxy Z Fold8 tidak hanya menarik karena kemampuan membuka layar besar, tetapi juga karena semakin mengutamakan kepraktisan saat perangkat digunakan dalam rutinitas yang serba mobile.
Bagi gamer dan Gen Z yang terbiasa berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, pendekatan ini terasa cukup relevan. Smartphone tidak lagi sekadar digunakan untuk bermain game atau berkomunikasi, tetapi juga menjadi perangkat untuk menonton konten esports, membaca informasi, membuka media sosial, mengakses aplikasi produktivitas, hingga mengikuti berbagai aktivitas digital lainnya.
Bobot 201 Gram Bikin Foldable Makin Nyaman Dibawa
Bobot smartphone menjadi salah satu faktor yang sering kali baru terasa penting setelah perangkat digunakan dalam waktu lama. Ketika smartphone dibawa seharian untuk bekerja, bermain game, scrolling media sosial, menonton video, hingga berkomunikasi, perbedaan beberapa gram sekalipun dapat memberikan pengaruh terhadap kenyamanan penggunaan.
Galaxy Z Fold8 hadir dengan bobot 201 gram untuk memberikan pengalaman membawa smartphone foldable yang lebih praktis. Ketika perangkat dilipat, desainnya yang diklaim seukuran paspor juga membuatnya lebih mudah disimpan di dalam sling bag, tas kecil, maupun ruang penyimpanan lainnya.
Buat pengguna dengan mobilitas tinggi, konsep tersebut cukup menarik karena Galaxy Z Fold8 tidak harus selalu digunakan dalam kondisi terbuka. Ketika sedang berjalan atau hanya perlu melakukan aktivitas singkat, perangkat dapat digunakan dalam kondisi terlipat. Saat membutuhkan bidang layar yang lebih luas, pengguna cukup membukanya untuk mendapatkan pengalaman visual yang lebih lega.
Dua Layar untuk Dua Gaya Penggunaan
Galaxy Z Fold8 membawa dua layar yang dirancang untuk kebutuhan berbeda. Perangkat ini memiliki Cover Screen 5,5 inci dengan rasio 10:16 serta Main Screen 7,6 inci dengan rasio 4:3.
Cover Screen menjadi pilihan ketika pengguna membutuhkan akses cepat tanpa harus membuka perangkat. Aktivitas seperti membaca notifikasi, membalas pesan, scrolling media sosial, mengecek informasi, maupun menggunakan navigasi dapat dilakukan dalam kondisi perangkat terlipat sehingga pengalaman pengguna tetap terasa praktis.
Sementara itu, Main Screen berukuran 7,6 inci memberikan ruang yang lebih luas ketika perangkat dibuka. Layar tersebut dapat dimanfaatkan untuk membaca artikel, menikmati video, mengedit dokumen, membuka aplikasi produktivitas, maupun menjalankan aktivitas multitasking yang membutuhkan area tampilan lebih besar.

Buat gamer, layar besar juga dapat memberikan pengalaman berbeda ketika digunakan untuk menikmati konten gaming dan esports. Selain bermain, pengguna dapat memanfaatkannya untuk membaca patch notes, melihat strategi, mengikuti pertandingan, mencari informasi tentang tim favorit, hingga menonton video tanpa harus berhadapan dengan bidang layar yang terlalu sempit.
Gamer Gen Z Sekarang Nggak Cuma Main Game
Kebiasaan gamer saat ini sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Aktivitas gaming tidak selalu berarti duduk dan bermain selama berjam-jam. Gamer juga mengikuti turnamen esports, berdiskusi di komunitas, mencari rekomendasi build, melihat update game, menonton livestream, hingga mengikuti perkembangan pemain dan tim favorit.
Karena itu, perangkat dengan layar yang fleksibel dapat memberikan nilai tambah untuk berbagai aktivitas tersebut. Galaxy Z Fold8 dapat digunakan dalam kondisi compact ketika pengguna hanya ingin mengecek pesan atau informasi singkat, kemudian dibuka ketika membutuhkan pengalaman visual yang lebih luas.
Skenario semacam ini cukup dekat dengan keseharian Gen Z. Misalnya, ketika sedang dalam perjalanan pengguna dapat menggunakan Cover Screen untuk mengecek media sosial atau membalas pesan. Setelah berada di tempat yang lebih nyaman, perangkat dapat dibuka untuk membaca artikel panjang, menonton pertandingan esports, atau menikmati konten dengan bidang layar yang lebih luas.
Dari Scroll ke Layar Besar, Tinggal Buka
Salah satu kelebihan utama perangkat foldable adalah kemampuannya mengubah bentuk sesuai kebutuhan pengguna. Galaxy Z Fold8 dapat berfungsi seperti smartphone konvensional ketika digunakan dalam kondisi terlipat, tetapi berubah menjadi perangkat dengan layar yang lebih luas saat dibuka.
Fleksibilitas ini membuat pengguna tidak perlu memilih antara smartphone yang praktis dan perangkat dengan layar besar. Keduanya dapat berada dalam satu perangkat yang sama, dengan bentuk yang dapat disesuaikan berdasarkan situasi.
Ketika sedang bepergian, bentuk compact menjadi lebih berguna karena perangkat lebih mudah disimpan dan digunakan secara cepat. Sebaliknya, ketika pengguna membutuhkan ruang tampilan yang lebih luas untuk membaca, menonton atau melakukan multitasking, Main Screen 7,6 inci dapat menjadi pilihan.

Foldable Bukan Lagi Sekadar Soal Layar Besar
Perkembangan smartphone foldable kini tidak hanya berbicara tentang seberapa luas layar yang dapat ditawarkan. Faktor seperti bobot, dimensi ketika dilipat, kenyamanan penggunaan, serta fleksibilitas dalam berpindah dari satu mode ke mode lainnya juga semakin penting.
Galaxy Z Fold8 mencoba menggabungkan berbagai aspek tersebut melalui bobot 201 gram dan desain yang diklaim seukuran paspor ketika dilipat, sementara layar utama 7,6 inci tetap tersedia ketika pengguna membutuhkan bidang tampilan yang lebih lega.
Pendekatan ini membuat smartphone foldable semakin dekat dengan kebutuhan pengguna sehari-hari. Perangkat tidak harus selalu dibuka untuk menunjukkan keunggulannya. Justru, kemampuan untuk tetap compact ketika dilipat menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan Galaxy Z Fold8.
Satu Perangkat untuk Aktivitas yang Berbeda
Buat gamer dan Gen Z dengan rutinitas yang dinamis, fleksibilitas Galaxy Z Fold8 dapat menjadi salah satu daya tarik utama. Perangkat ini dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan aktivitas singkat melalui Cover Screen, kemudian beralih ke Main Screen ketika pengguna membutuhkan ruang yang lebih luas untuk hiburan, produktivitas, maupun konsumsi konten.
Konsep tersebut membuat Galaxy Z Fold8 terasa seperti perangkat yang mengikuti kebutuhan penggunanya. Ketika membutuhkan kepraktisan, cukup gunakan dalam kondisi terlipat. Saat membutuhkan pengalaman layar yang lebih luas, perangkat tinggal dibuka.
Pada akhirnya, Galaxy Z Fold8 menunjukkan bahwa evolusi smartphone foldable tidak selalu harus mengejar ukuran layar yang semakin besar. Bobot 201 gram dan desain seukuran paspor ketika dilipat justru menunjukkan bahwa aspek mobilitas semakin mendapat perhatian.
Bagi pengguna yang menginginkan layar luas tetapi tetap membutuhkan perangkat yang praktis dibawa, Galaxy Z Fold8 menawarkan pendekatan yang cukup menarik. Foldable kini tidak lagi sekadar tentang memiliki layar besar yang bisa dilipat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat terasa lebih natural dan nyaman dalam aktivitas sehari-hari.

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.