Logitech kembali memperkuat lini periferal gaming dengan memperkenalkan Logitech G Pro X3 Superstrike, mouse gaming nirkabel terbaru yang mempertahankan teknologi haptic feedback sekaligus membawa sejumlah peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya.
Alih-alih melakukan perubahan desain besar-besaran, Logitech memilih mempertahankan bentuk khas Pro X Superstrike. Peningkatan justru difokuskan pada sensor, daya tahan baterai, serta penyempurnaan teknologi haptic yang ditujukan terutama untuk kebutuhan gaming kompetitif.
Logitech G Pro X3 Superstrike dijadwalkan mulai tersedia pada 6 Oktober 2026. Mouse gaming ini dipasarkan dengan harga MSRP US$199,99 atau €189,99, serta tersedia dalam pilihan warna hitam dan hitam-magenta.
Baterai Naik Jadi 135 Jam
Salah satu peningkatan paling terasa terdapat pada sektor baterai. Logitech mengklaim Pro X3 Superstrike mampu digunakan hingga 135 jam dalam sekali pengisian. Angka tersebut meningkat sekitar 45 jam dibandingkan generasi X2 Superstrike. Peningkatan daya tahan ini menjadi penting karena teknologi haptic feedback pada mouse membutuhkan konsumsi daya tambahan.
Logitech menyebut efisiensi sensor yang ditingkatkan turut membantu memperpanjang masa pakai baterai. Dengan demikian, pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang mouse, terutama ketika perangkat digunakan dalam sesi gaming panjang.
Untuk konektivitas nirkabel, Pro X3 Superstrike menggunakan dongle dan mendukung wireless polling rate hingga 8.000Hz. Namun, seperti generasi sebelumnya, mouse ini tidak menyediakan koneksi Bluetooth.
Haptic Feedback Jadi Fitur Utama
Daya tarik utama Logitech G Pro X3 Superstrike tetap berada pada teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS). Berbeda dari mouse gaming konvensional yang mengandalkan respons mekanis dari microswitch, sistem haptic Logitech memberikan sensasi getaran ketika tombol mencapai titik aktuasi yang telah ditentukan pengguna.
Fitur ini dirancang untuk memberikan respons yang lebih terasa ketika melakukan klik. Logitech juga menyediakan 10 level aktuasi dan 6 tingkat intensitas haptic feedback sehingga pengguna dapat menyesuaikan karakter respons sesuai preferensi.
Untuk pemain kompetitif, tersedia pula fitur rapid trigger. Pengguna dapat memilih hingga lima titik reset untuk mengurangi jarak perjalanan tombol sebelum siap menerima input berikutnya. Konsep tersebut ditujukan untuk menghasilkan klik yang lebih cepat. Namun, manfaat maksimalnya kemungkinan lebih terasa bagi pemain yang memang terbiasa dengan kontrol sangat presisi dan respons cepat.

Hero 2 Sensor Capai 48.000 DPI
Logitech turut menyempurnakan sensor optik Hero 2 pada Pro X3 Superstrike. Sensor tersebut kini mendukung sensitivitas hingga 48.000 DPI. Logitech juga mencatat peningkatan kecil pada kemampuan sensor dengan akselerasi maksimum hingga 90G dan kecepatan hingga 930 IPS.
Angka tersebut menunjukkan bahwa fokus mouse ini memang bukan sekadar penggunaan sehari-hari, tetapi juga kebutuhan gaming berkecepatan tinggi. Dukungan polling rate hingga 8.000Hz melalui dongle nirkabel semakin memperkuat posisi Pro X3 Superstrike sebagai periferal yang menyasar gamer kompetitif.
Desain Masih Familiar, Bobot Sedikit Berbeda
Jika mengharapkan perubahan bentuk yang signifikan, Logitech G Pro X3 Superstrike mungkin terasa familiar. Mouse ini tetap mempertahankan desain simetris yang menjadi ciri khas seri Pro X Superstrike.

Dimensinya juga tidak berubah dibandingkan generasi sebelumnya. Logitech menyebut telah melakukan penyesuaian distribusi bobot, terutama pada area rumah sensor, untuk memberikan keseimbangan yang lebih baik ketika digunakan.
Menariknya, terdapat perbedaan bobot berdasarkan wilayah. Versi Eropa tercatat memiliki bobot 61 gram, atau sekitar 2 gram lebih berat dibandingkan versi global. Artinya, Logitech masih mempertahankan karakter mouse yang relatif ringan, meski tidak menawarkan desain baru yang lebih kecil atau jauh lebih ringan.
Hadir Bersama Mouse Pad Pro X Control
Selain mouse gaming, Logitech memperkenalkan Pro X Control, mouse pad berukuran 400 x 460mm dengan ketebalan 6mm. Mouse pad ini menggunakan material bertekstur kain rajut yang dirancang untuk memberikan karakter gerakan lebih terkontrol saat mouse digeser.
Bagi pengguna yang menginginkan sistem pengisian daya ketika bermain, Pro X3 Superstrike juga kompatibel dengan mouse pad Powerplay milik Logitech. Fitur tersebut memungkinkan pengguna tetap mengisi daya mouse tanpa harus menghentikan sesi bermain.
Fokus pada Penyempurnaan, Bukan Perubahan Besar
Secara keseluruhan, Logitech G Pro X3 Superstrike membawa pendekatan evolusioner. Bentuk fisiknya masih mempertahankan identitas generasi sebelumnya, tetapi Logitech meningkatkan beberapa komponen penting.
Hero 2 kini menawarkan kemampuan tracking yang sedikit lebih tinggi, polling rate nirkabel mencapai 8.000Hz, sementara baterai 135 jam memberikan peningkatan signifikan untuk penggunaan panjang. Teknologi HITS juga kembali menjadi pembeda utama dengan pengaturan aktuasi dan intensitas haptic yang lebih fleksibel.
Logitech G Pro X3 Superstrike akan tersedia mulai 6 Oktober 2026 dengan MSRP US$199,99/€189,99. Dengan harga tersebut, mouse ini jelas menyasar pengguna yang mengutamakan fitur gaming kompetitif dan teknologi input dibandingkan sekadar desain baru.

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.