Keren! Tim Mahasiswa Indonesia Raih Juara III Dunia di Kompetisi Satelit NASA

Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih Juara III Dunia dalam CanSat Competition 2026, salah satu kompetisi teknologi ruang angkasa paling bergengsi yang digelar di Amerika Serikat.

Ajang ini diselenggarakan oleh American Astronautical Society bekerja sama dengan NASA dan diikuti oleh 40 tim mahasiswa dari berbagai negara. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing dengan peserta terbaik dunia dalam bidang teknologi kedirgantaraan dan antariksa.

Prestasi ini juga melanjutkan tren positif Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten tampil kompetitif di ajang CanSat.

Mengenal CanSat Competition

CanSat merupakan kompetisi internasional yang menantang mahasiswa untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan satelit mini yang ukurannya tidak lebih besar dari kaleng minuman berkapasitas 350 mililiter.

Meski berukuran kecil, perangkat tersebut harus mampu menjalankan berbagai fungsi layaknya satelit sungguhan. Peserta dituntut mengintegrasikan sistem komunikasi, sensor, sumber daya listrik, sistem navigasi, hingga mekanisme pemulihan menggunakan parasut.

Kompetisi ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan teknik, pemecahan masalah, serta kerja sama tim dalam menyelesaikan misi yang menyerupai operasi antariksa nyata.

Tidak heran jika CanSat menjadi salah satu kompetisi paling prestisius bagi mahasiswa teknik dan teknologi ruang angkasa di seluruh dunia.

WhatsApp Image 2023 06 12 at 14.12.46 1080x675 bc401

Misi Sukses dengan Teknologi Buatan Mahasiswa Indonesia

Pada pelaksanaan misi yang berlangsung pada 7 Juni 2026, Tim Bamantara EEPISAT berhasil menunjukkan performa impresif.

Payload atau muatan hasil rancangan tim diterbangkan menggunakan roket hingga mencapai ketinggian sekitar 714 meter. Setelah roket menyelesaikan fase penerbangannya, muatan kemudian terlepas dan menjalankan rangkaian misi secara otomatis.

Salah satu tantangan utama adalah memastikan muatan dapat kembali ke permukaan dengan aman. Untuk itu, tim mengembangkan sistem penurunan berbasis paralayang yang memungkinkan perangkat melakukan manuver secara terkontrol.

Menjelang pendaratan, parasut kedua terbuka untuk memperlambat kecepatan sehingga muatan dapat menyentuh tanah dengan aman. Keberhasilan misi semakin sempurna karena telur yang dibawa sebagai simulasi muatan sensitif berhasil tetap utuh hingga akhir penerbangan.

Sistem Sensor dan Telemetri Berjalan Sempurna

Selain keberhasilan pendaratan, sistem elektronik yang dirancang tim Indonesia juga bekerja sesuai target. Berbagai sensor berhasil merekam data penting seperti ketinggian, tekanan udara, serta posisi berbasis GPS selama penerbangan berlangsung.

Tidak hanya itu, dua kamera onboard yang dipasang pada payload mampu mengirimkan rekaman visual secara real time ke pusat komando yang berjarak sekitar tiga kilometer dari titik pendaratan.

Kemampuan mengirim data secara langsung menjadi salah satu aspek penting dalam kompetisi karena menunjukkan keandalan sistem komunikasi yang dirancang peserta.

Keberhasilan seluruh subsistem tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Tim Bamantara EEPISAT meraih posisi tiga besar dunia.

Melanjutkan Tradisi Prestasi Indonesia

Prestasi tahun ini bukanlah pencapaian pertama Indonesia di CanSat Competition. Sebelumnya, tim dari PENS juga berhasil meraih Juara III Dunia pada CanSat 2022. Setahun kemudian, pencapaian tersebut meningkat dengan raihan Juara II Dunia pada CanSat 2023 yang digelar di Blacksburg, Amerika Serikat.

Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu mempertahankan daya saing di tengah ketatnya persaingan global yang melibatkan peserta dari India, Turki, Meksiko, Polandia, Argentina, dan berbagai negara lainnya.

Modal Menuju Kompetisi Roket Internasional 2027

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, generasi muda yang kreatif dan inovatif merupakan aset penting bagi masa depan bangsa.

Keberhasilan Tim Bamantara EEPISAT juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan inovasi teknologi nasional, termasuk lahirnya startup dan perusahaan berbasis teknologi kedirgantaraan.

Setelah sukses di CanSat 2026, tim asal Surabaya tersebut kini tengah mempersiapkan diri untuk tantangan berikutnya, yakni kompetisi peluncuran roket internasional yang akan digelar di Jerman pada tahun 2027.

Dengan semangat inovasi dan rekam jejak yang terus meningkat, harapan besar kini tertuju pada generasi muda Indonesia untuk kembali mengibarkan Merah Putih di panggung teknologi dunia.

ca2e87f7 c380 45c2 9c48 43f3204fc210 4d07a

Ikuti terus berita tekno dan Games dan Esports di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian. 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!