Kenjiro Tsuda Gugat TikTok, Suara Kaiba & Nanami Dipakai AI di Ratusan Video

by Kwee Tek Hoay

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin masif digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga perangkat rumah tangga. Namun di balik kemajuan tersebut, muncul kekhawatiran besar dari para kreator—terutama terkait penyalahgunaan identitas dan karya mereka melalui teknologi AI generatif.

Salah satu kasus terbaru datang dari industri hiburan Jepang, melibatkan aktor suara terkenal Kenjiro Tsuda yang dikenal luas sebagai pengisi suara karakter ikonik seperti Seto Kaiba dalam Yu-Gi-Oh! dan Kento Nanami dalam Jujutsu Kaisen. Ia resmi menggugat TikTok karena suara miliknya diduga digunakan tanpa izin oleh teknologi AI.

Dugaan Penyalahgunaan Suara oleh AI di TikTok

Menurut laporan, gugatan tersebut pertama kali diajukan ke Pengadilan Distrik Tokyo pada November lalu, namun baru terungkap ke publik pada 23 Mei. Dalam dokumen hukum yang beredar, tim pengacara Tsuda menyebutkan bahwa terdapat hampir 200 video pada satu akun TikTok yang menggunakan suara yang sangat mirip dengannya.

Lebih jauh, suara tersebut diduga dihasilkan melalui teknologi AI generatif yang “meniru identitas vokal spesifik” Kenjiro Tsuda tanpa persetujuan. Konten-konten tersebut bahkan dilaporkan telah dimonetisasi, dengan estimasi keuntungan mencapai sekitar $3.100 hingga $4.700.

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana teknologi voice cloning semakin mudah digunakan, bahkan untuk meniru suara tokoh publik tanpa izin.

TikTok Membantah Klaim Pelanggaran

Menanggapi gugatan tersebut, pihak TikTok membantah adanya pelanggaran hak suara. Mereka menyatakan bahwa suara dalam video tersebut hanyalah “suara laki-laki generik” dan tidak secara spesifik melanggar identitas Kenjiro Tsuda.

TikTok juga meminta pengadilan untuk menolak kasus tersebut. Namun, perdebatan ini membuka diskusi lebih luas tentang batasan penggunaan AI, terutama dalam konteks hak cipta dan hak identitas seseorang.

Isu Besar: AI, Hak Cipta, dan Dunia Hiburan

Kasus ini bukan yang pertama dalam industri kreatif. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak aktor, musisi, hingga YouTuber yang mengalami hal serupa—di mana wajah, suara, atau gaya mereka direplikasi oleh AI tanpa izin.

Platform besar seperti YouTube bahkan mulai mengembangkan sistem deteksi untuk melindungi kreator dari penyalahgunaan AI. Namun, regulasi global masih tertinggal dibandingkan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Jika kasus Kenjiro Tsuda ini berlanjut dan dimenangkan di pengadilan, hal tersebut bisa menjadi preseden penting dalam perlindungan hak suara di era AI.

Penutup

Gugatan yang melibatkan Kenjiro Tsuda ini menegaskan satu hal penting: perkembangan AI tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga tantangan serius dalam perlindungan hak individu. Dunia hiburan kini berada di persimpangan antara kreativitas teknologi dan etika penggunaan identitas manusia.

Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu referensi utama dalam diskusi hukum AI di masa depan, terutama terkait penggunaan voice cloning di platform media sosial besar seperti TikTok.

ca2e87f7 c380 45c2 9c48 43f3204fc210 4d07a

Ikuti terus berita tekno dan Games dan Esports di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian. 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!