Mengubah sepeda biasa menjadi sepeda listrik kini tidak selalu membutuhkan pembelian unit e-bike baru. Asus memperkenalkan Oxiis E250G1 Intelligent Bike Booster, perangkat pintar yang memungkinkan sepeda konvensional mendapatkan bantuan tenaga listrik hanya dengan beberapa langkah pemasangan.
Produk ini menjadi salah satu inovasi unik dari Asus di luar lini laptop dan komponen PC. Oxiis E250G1 dirancang sebagai perangkat tambahan yang dipasang pada bagian seat post dan menggerakkan roda belakang melalui sebuah roda penggerak di bagian belakang unit.
Menariknya, perangkat tersebut dibekali sensor cadence nirkabel, motor hingga 500 watt, serta baterai yang dapat diisi melalui USB-C hingga 100 watt. Asus juga menyebut perangkat ini akan mulai tersedia pada 2026, meski harga dan tanggal peluncuran resminya belum diumumkan.
Asus Oxiis E250G1 Sulap Sepeda Biasa Jadi E-Bike
Konsep Asus Oxiis E250G1 cukup sederhana. Pemilik sepeda tidak perlu mengganti seluruh sistem penggerak atau membeli e-bike baru. Perangkat cukup dipasang pada seat post, kemudian roda kecil di bagian belakang unit akan memberikan tenaga tambahan pada roda belakang sepeda.

Pendekatan tersebut membuat Oxiis E250G1 menjadi solusi menarik bagi pengguna yang sudah memiliki sepeda dan ingin mendapatkan pengalaman berkendara dengan bantuan motor listrik.
Asus juga berupaya membuat respons motor terasa lebih natural. Perangkat dapat mendeteksi kemiringan jalan dan menggunakan sensor cadence nirkabel untuk mengetahui seberapa cepat pengendara mengayuh.
Dengan mendeteksi cadence, motor dapat memberikan bantuan lebih cepat dibandingkan sistem yang hanya mengandalkan pembacaan kecepatan. Hasilnya, respons bantuan tenaga diharapkan terasa lebih dekat dengan karakteristik e-bike konvensional.
Motor 500W dan Bantuan hingga 32 Km/Jam
Dari sisi performa, Oxiis E250G1 memiliki motor dengan daya kontinu 250 watt dan tenaga puncak mencapai 500 watt. Tingkat bantuan maksimalnya dapat mencapai kecepatan 32 km/jam atau 25 km/jam, tergantung regulasi di wilayah tempat perangkat digunakan.
Spesifikasi tersebut membuat perangkat ini cukup menarik untuk kebutuhan perjalanan harian, terutama bagi pengguna yang ingin mengurangi beban saat menghadapi tanjakan atau perjalanan yang cukup jauh.
Pengguna juga dapat memilih tiga tingkat bantuan tenaga melalui aplikasi smartphone pendamping. Dengan begitu, karakter bantuan motor bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perjalanan.

Baterai 158,4 Wh Bisa Diisi via USB-C
Salah satu fitur yang cukup menarik dari Oxiis E250G1 adalah sistem pengisian dayanya. Perangkat ini membawa baterai berkapasitas 158,4 Wh yang dapat diisi menggunakan charger USB-C dengan daya hingga 100 watt.
Penggunaan USB-C memberikan fleksibilitas karena standar konektor tersebut sudah banyak digunakan pada berbagai perangkat elektronik modern. Pengguna tidak harus bergantung pada konektor pengisian khusus yang hanya tersedia untuk perangkat tersebut.
Asus mengklaim baterai Oxiis E250G1 mampu memberikan jarak tempuh hingga 50 kilometer dalam mode Eco. Jarak aktual tentu dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi jalan, bobot pengendara, tingkat bantuan motor, dan gaya berkendara.
Hal menarik lainnya adalah baterainya dapat diganti ketika sudah mencapai akhir masa pakainya. Proses penggantian disebut dapat dilakukan dalam beberapa langkah sederhana sehingga perangkat tidak harus langsung dibuang ketika baterainya sudah menurun performanya.
Bobot Ringan dan Tahan Cipratan Air
Untuk perangkat tambahan yang membawa motor sekaligus baterai, bobot Asus Oxiis E250G1 tergolong cukup ringan, yakni sekitar 3,7 kilogram. Bobot tersebut menjadi salah satu faktor penting karena perangkat dipasang pada sepeda yang tetap perlu dikayuh secara manual. Semakin ringan sistem tambahan, semakin kecil pula dampaknya terhadap karakter sepeda ketika motor tidak digunakan.

Oxiis E250G1 juga memiliki sertifikasi IPX4, yang berarti perangkat dirancang untuk menghadapi cipratan air dari berbagai arah. Fitur ini tentu berguna bagi pengguna yang mengandalkan sepeda sebagai kendaraan sehari-hari dan tidak selalu bisa menghindari kondisi jalan basah atau hujan ringan.
Meski demikian, sertifikasi tersebut bukan berarti perangkat sepenuhnya tahan air. Pengguna tetap perlu memperhatikan batas perlindungan perangkat saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk.
Dikendalikan Lewat Aplikasi Smartphone
Asus juga menyediakan aplikasi smartphone sebagai pusat pengaturan Oxiis E250G1. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memilih tiga tingkat bantuan motor sesuai kebutuhan.
Sistem ini memberikan pengalaman yang lebih fleksibel karena pengguna bisa menyesuaikan bantuan tenaga saat melewati jalan datar, tanjakan, maupun perjalanan yang membutuhkan efisiensi baterai. Mode Eco menjadi pilihan menarik ketika pengguna ingin mendapatkan jarak tempuh maksimal. Asus sendiri mengklaim perangkat dapat mencapai jarak hingga 50 kilometer dalam mode tersebut.
Harga dan Jadwal Peluncuran Belum Terungkap
Asus Oxiis E250G1 Intelligent Bike Booster dijadwalkan meluncur pada 2026. Namun, Asus belum memberikan informasi pasti mengenai tanggal peluncuran maupun harga jual perangkat tersebut.
Jika harganya nanti kompetitif, Oxiis E250G1 berpotensi menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman e-bike tanpa harus membeli sepeda listrik baru. Kombinasi motor 500 watt, baterai 158,4 Wh, pengisian USB-C, sensor cadence, dan desain yang relatif ringan menjadi daya tarik utama produk ini.
Untuk saat ini, calon pengguna masih harus menunggu informasi resmi mengenai harga dan ketersediaannya. Namun, konsepnya sudah cukup menarik: sepeda lama bisa mendapatkan “otak” dan tenaga baru tanpa harus diganti seluruhnya.


Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.