PUBG Mobile Di Banned di India, Serta 117 Aplikasi Lainnya dari Cina

| LigaGame

Share This

pubg-mobile-di-banned-di-india

PUBG Mobile adalah salah satu game android battle royale paling populer di dunia dengan jumlah unduhan lebih dari 734 juta. Di India sendiri, game ini memiliki total 50 juta pemain aktif, dan setiap harinya ada sekitar 13 juta pemain. 

Menteri Elektronika dan Teknologi Informasi di India mengatakan bahwa adanya keluhan mengenai pencurian dan pengiriman data pengguna secara diam-diam, melalui aplikasi tersebut, ke server yang berada di luar lokasi India. 

Aktivitas tersebut dinyatakan “mengancam kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum.”

BACA JUGA: BARCELONA SIAP TERJUN KE DUNIA ESPORTS, KOLABORASI DENGAN TENCENT UNTUK KONTEN LEAGUE OF LEGENDS

Pada bulan Juni, pemerintah India telah banned 59 aplikasi mobile termasuk Tiktok dan WeChat, dengan alasan yang sama. Sejak itu, semakin banyak aplikasi yang diblokir dari game, layanan pembayaran online, aplikasi untuk edit foto, situs kencan, dan lainnya. Kini, ada total 118 aplikasi yang di banned di India, termasuk PUBG Mobile dan PUBG Mobile Lite. 

PUBG Mobile di Banned, Tapi PUBG Tidak?

Walau keduanya tampak sama, ada beberapa perbedaan antara kedua game tersebut. PUBG adalah game battle royale versi PC, sedangkan PUBG Mobile adalah game khusus untuk pengguna handphone. 

Bukan hanya itu. PUBG Mobile dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok, Tencent, dan sebagian besar servernya berbasis di Cina. Di lain sisi, PUBG dijalankan oleh perusahaan Korea, the PUBG Corp. Sepertinya, ini merupakan alasan utama mengapa PUBG tidak diblokir di India.

BACA JUGA:  PUBG Mobile Anti-Cheat: Lebih Dari 2 Juta Akun dan 1,4 Juta Perangkat di Banned


Untuk berita esports terbarunya, jangan lupa follow Ligagame Esports

Tertarik nonton turnamen esports? Subscribe Facebook dan Youtube Ligagame Esports saja yuk! Bakal ada siaran gaming baru setiap hari yang pastinya gak membosankan!

 

ligagame-esports-smartfren-ies

Follow Us