Selalu Improve, Yota Targetkan Bigetron Alpha Juara di MSC 2021!

Yota-BTR-Alpha-analyst

Kiprah Bigetron Alpha di MPL ID Season 7 terbilang impresif. Pilihan mempertahankan skuad roster dari musim sebelumnya, terbayar dengan keberasilan Bigetron Alpha mencapai final playoff. Pasukan 'Robot Merah' harus mengakui keunggulan tim 'Macan Putih' Evos Legends di partai puncak dan menjadi juara. Kedua finalis MPL ID Season 7 kini bersiap menatap MLBB Southeast Champioship (MSC) 2021, turnamen Mobile Legends se-Asia Tenggara.

Kegagalan adalah sukses yang tertunda, agaknya itu yang menjadi semboyan Bigetron Esports. Pencapaian mereka di MPL ID dari musim ke musim pun terus meningkat. Langkah Bigetron Alpha di musim ini juga tak terlepas dari trio PSY: manajer Patrick didampingi coach Steven Age dan Yota sebagai analyst. Agaknya peran figur di belakang layar semakin penting, mulai dari persiapan, latihan, menjaga kondisi, dan tentu data dan strategi saat pertandingan. Hal ini hadir secara kasat mata pada laga playoff antara BTR vs Evos, dimana kita dapat menyaksikan ada 'duel' antara coach Zeys vs Age & Yota di balik layar.

BACA JUGA: Alter Ego Buka Lowongan Analis dan Asisten Pelatih, Ini Syaratnya!

Performa impresif di babak playoff MPL ID S7 tentu jadi bekal berharga bagi Bigetron Alpha berlaga di MSC 2021. Dengan waktu persiapan hingga awal bulan depan, dua wakil Indonesia: Evos Legends dan BTR Alpha punya cukup waktu mempersiapkan kekuatan terbaiknya. Hal ini disampaikan Yota selaku analyst tim pada acara podcast bersama Dejet. Yota mengaku sangat optimis dan memasang target tinggi pada turnamen tersebut.

“MSC targetnya udah pasti juara, balik lagi MPL juga penggennya juara karena kalau kita liat sejarahnya Bigetron selalu improve. Walaupun step by stepnya mungkin cuma naik satu peringkat dari tiap seasonnya. Nah MSC ini meskipun kita debutan, kita udah pede banget targetin juara karena kita sering banget scrim sama tim-tim kuat asal Asia Tenggara,” ujar Yota.

BTR Alpha juga punya pekerjaan rumah seiring absennya Branz yang tersandung masalah. Organisasi Bigetron menjatuhkan sanksi kepada kapten tim sehingga tidak bisa membela Bigetron Alpha selama satu bulan ke depan. Alhasil, mereka harus segera menemukan penggnati yang sepadan atuau setidaknya sudah bisa 'nyetel' untuk padu dengan lineup yang ada.

Yota pun mengungkapkan kalau selama ini tim-tim pro MLBB sering melakukan scrim. Ini tentu bisa jadi ajang untuk mencoba komposisi baru. Dari beberapa kali scrim, BTR Alpha berhasil unggul, meski itu tentu tidak bisa dijadikan patokan.

“Balik lagi hasil scrim belum tentu bisa diterjemahkan ke hasil official match, jadi ya kita nyiapin gimana kita bisa ngereview match kemarin dan pastinya bakal ada efek dari update patch yang akan datang nanti. Di MSC nanti tim yang lebih cepat adaptasi dengan patch baru tentunya bakal dapat keuntungan yang gede,” papar Yota.

Well, mari kita dukung perjuangan dua tim #Indopride di MSC 2021. Target menjadi juara bukanlah menjadi beban melainkan proses untuk "selalu improve".  Akankah keduanya bisa mengulangi all Indonesian final di laga MSC sebelumnya, dimana Onic Esports bertemu Louvre di final? 

Ikuti terus info terbaru seputar Mobile Legends dan berita esports terlengkap di Ligagame! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya: 

BTR Rippo Minta Maaf Aksi Taunting di Playoff MPL

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!