Liga 1 Esports Nasional: Bulls GPX Raih Win Streak di Pontianak, Coach Bangduk (Nasi Uduk) Sumringah

Coach Bangduk atau Nasi Uduk tampak bersemangat saat menuju media room usai tim Bulls GPX meraih kemenangan 2-0 atas Evos Holly pada lanjutan Liga 1 Esports Nasional di Pontianak. Ini menjadi win streak pertama coach Bangduk di turnamen setelah kemarin skuad asuhannya mengalahkan DU Hades. 

Langkah Bulls GPX di Seri Pontianak memang cukup terbeban mengingat mereka belum sekalipun meraih kemenangan. Dua kali kalah dan sekali seri di Seri Palembang menjadi pelajaran bagi skuad GPX sekaligus dan evaluasi bagi coach Bangduk. Alhasil, pada seri Palembang,Bangduk baru sekali menemui awak media. Dalam kesempatan itu dengan gaya khasnya Bangduk menyatakan jika timnya "lupa untuk end game atau menang".

Kegusaran dan kecewa pun seakan kembali memayungi ketika Bulls GPX tunduk 0-2 dari Borneo FC di laga hari pembuka, Jumat (13/10). Tiga kali kalah dan sekali seri jelas jauh dari ekspektasi Bulls GPX di Liga 1 Liga Nasional Esports 2023.

Coach Bangduk kemudian melakukan sedikit rotasi line-up serta pekerjaan rumah demi memaksimalkan potensi skuad. Bulls GPX seakan mendapat energi baru dan tak lagi tergesa-gesa penuh perhitungan membaca peta kekuatan lawan. Mereka berhasil mengeksekusi game plan dengan baik untuk memetik kemenangan atas Dewa United Hades.

GPX bulls liga esports nasional 1a790

Menghadapi Evos Holy, sejatinya tak asing bagi Nasduk. Maklum ia pernah menangani tim tersebut berlaga di Liga 2 LEN 2023. Sayangnya tim yang diperkuat eks pro player Evos itu gagal promosi ke Liga 1. 

Nickname Nasi Uduk seakan selaras dengan pembawaan pemuda bernama asli Regi Kurniawan. Pribadinya yang hangat dan ramah tetap supel dalam membahas atau ngobrol maupun interview dengan media. Boleh jadi, karakter kehangatan dan kekeluargaan ini yang kemudian meresap dan menjadi resep mantap kebersamaan sebuah tim, sebagaimana tim Alter Ego yang pernah ditanganinya.

BACA JUGA: Liga 1 Esports Nasional 2023 Seri Palembang Sukses Raih Atensi, Pontianak Kami Datang!

Menariknya, pada sesi interview dengan tim Raja Esports, Bangduk sempat ikut melontarkan pertanyaan soal seberapa besar pengaruh coach bagi tim mereka jika diukur dari skala 1-100. Beberapa punggawa Raja Esports pun menjawab "120%" seakan menggambarkan sedemikian pentingnya peran coach dalam sebuah tim.

Well, selain fokus membawa hasil terbaik untuk Bulls GPX, Nasduk memiliki misi tersendiri di Liga Esports Nasional edisi perdana ini. Selain ingin terus mengasah kemampuan sebagai coach, menurutnya para pelatih dari tim komunitas juga berpotensi menjadi pelatih bagus.

Sebagai coach, Bangduk mengungkap salah satu tugas menantang adalah menyiapkan para pemain mencapai potensi dan performa terbaik di scene kompetitif. Tentu, Liga Esports Nasional menjadi ajang bagi para player sekaligus kawah penempaan bagi para pelatih. Terlebih PB ESI melalui Garudaku juga terus aktif mensosialisasikan program sertifikasi kepelatihan esports.

Usai sesi di media room, Bangduk sempat menjawab pertanyaan dari salah satu awak media terkait soal berapa usia ideal untuk menjadi pro player. Menurutnya, rentang usia biasanya antara 18-23 tahun. Karenanya, durasi atau masa karier sebagai pro player pun terbilang singkat. 

Coach Bangduk bersama reporter Upstation Liga esports Nasional ee98d

 

Sebagai info, sebelum menjalani karier sebagai coach atau pelatih, Bangduk juga sempat menjadi pemain inti title esports game MOBA lain. Kala itu, ia bahkan turut mewakili Indonesia di turnamen regional hingga internasional. 

Langkah Bangduk berpindah ke scene Mobile Legends diawali dengan menukangi Alter Ego (AE). Hasilnya, AE langsung melesat bak meteor muda di MPL ID season 6.  Di masa baktinya itu, ia mempersembahkan 1 gelar juara MPLI dan catatan yang masih harum yakni rekor 7 kemenangan beruntun atau win streak di MPL ID S8. 

Sempat rehat sejenak, Bangduk akhirnya turun gunung untuk membidani RRQ (Hoshi) di pertengahan Season 11. Keharuman tangannya berbuah manis dan uniknya masih berkaitan dengan catatan "streak". Bedanya, saat masuk menjadi pelatih RRQ di week 4, ia berhasil memutus win streak milik tim Onic Esports yang memang tengah trengginas. 

Sedikit bocoran insight menarik nih buat para fans Alter Ego maupun MPL pada umumnya. Kira-kira apakah Bangduk bakal kembali melatih AE? Dengan santun, Bangduk menyatakan kemungkinan besar "tidak". Hal ini bukan karena ada something atau apa-apa, melainkan justru Bangduk merasa sudah terlalu mengenal Alter Ego. Ya, jawaban ini sangat mungkin bisa diterima.

Nah, kalau ligagamers penasaran tim mana yang ingin Bangduk latih? Ia sudah menyebutkan ada satu tim Indonesia di samping tak menutup kemungkinan untuk menerima tawaran dari tim di negara tetangga.  

Ikuti terus info terbaru seputar Mobile Legends dan berita esports terlengkap di Ligagame! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Blacklist International Putus Kemitraan Dengan Tim Lunatix Lantaran Salah Kelola Manajemen

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!