Indonesia Kandas di Final Cyberathlete Collegial Mobile Legends (CCML) 2022

Gunadarma E.T kalah 0-3 dari UITM Vendetta Malaysia
by Rio Ginanjar
Indonesia Kandas di Final Cyberathlete Collegial Mobile Legends (CCML) 2022

Cyberathlete Collegial adalah turnamen MLBB antar perguruan tinggi di level Asia Tenggara. Keempat negara akan mengirimkan perwakilannya melalui kualifikasi yang digelar CCML bekerja sama dengan organisasi:

Indonesia – Ligagame Esports
Malaysia – E-Stars Nation
Filipina – National Esports Federation of Philippines (NESFP)
Singapura – Singapore’s Cybersports and Online Gaming Association (SCOGA), Singapore Esports Association (SGEA)

Setelah melalui seleksi yang ketat di kualifikasi di negara masing-masing, wakil Indonesia Gunadarma E.T mampu melaju sampai ke babak Grand Final. Tim Indopride bertemu dengan wakil Malaysia yaitu UITM Vendetta.

Jalannya pertandingan :

Game 1 :

Gunadarma E.T menggunakan formasi Lunox, Pacquito, Yuzhong, Lylia, Lolita, sedangkan tim lawan UITM Vendetta memakai komposisi hero Clint,Estes, Esmeralda, Kagura, Lancelot. Sejak early game tim Gunadarma mampu memberikan perlawanan bahkan mereka sempat unggul 3 kill terlebih dahulu. Namun karena kurang konsentrasi dan salah dalam mengambil keputusan saat war, malah menjadi bumerang untuk tim Indonesia.

Perlahan tim dari Malaysia mampu memanfaatkan kesalahan dari para player Gundar. Selain itu hanya dalam waktu 8 menit Lord pun sudah berhasil didapatkan. Perbedaan skor kill memang tidak terlalu jauh namun tim Malaysia mampu bermain efektif dan end game secara cepat.

Estes dan Lancelot dari tim kampus Malaysia UITM Vendetta menjadi kunci di game pertama. 1-0 untuk tim Malaysia.

BACA JUGA: Hero Baru Mobile Legends Yin, Gabungan Sukuna Jujutsu Kaisen dan Shang-Chi!

Game 2 :

Pada saat banning pick, tim Gunadarma langsung banned hero Estes dan Lancelot dari tim Malaysia.
Tim Gunadarma (INA) menggunakan hero : Yve, Selena, Brody, YSS, Esmeralda.
Tim UITM (Malaysia ) : Pacquito, Popol and Kupa, Nathan, Lolita, dan Parsha.

Secara team fight tim Malaysia lebih kuat dikarenakan mereka memiliki Parsha dan hard carry Marksman yaitu Nathan. Namun di game ini kembali bergantung kepada kekompakkan dan chemistry para player masing-masing.

Tim UITM Vendetta berhasil mendapatkan first blood saat Nathan berhasil take down Yve, sangat mengherankan karena seharusnya Yve bisa menang dalam one by one situation. Turtle pertama pun berhasil diamankan oleh tim Gunadarma. Kedua tim pun sangat berhati-hati jika ingin memulai team fight hal ini dapat terlihat dari 5 menit hanya 1 kill saja yang terjadi.

Game pun menjadi bertambah menarik saat kedua team saling berbagi 4 point kill hanya dalam jangka waktu 7 menit. Objektif gaming yang dilakukan oleh para pemain dari tim Malaysia membuat kesulitan para player Indonesia. Hampir mirip dengan game pertama, tidak ada perlawanan ketika tim UITM Vendetta sedang mengambil Lord.

Dua tower milik tim Gunadarma pun hancur berkat lord, benar saja tidak butuh waktu lama, tim UITM Malaysia pun kembali inisiasi Lord untuk end game secara cepat. Kurang matangnya defense dari tim Indonesia serta kalah hero High Ground menyebabkan mereka sangat sulit mengembangkan permainan.

Empat anggota Gunadarma pun berhasil di wiped out oleh tim Malaysia, hanya menyisakan Brody. Praktis tim Malaysia tanpa kesulitan menghancurkan tower terakhir milik tim Gunadarma. Skor menjadi 2-0 untuk tim Malaysia.

BACA JUGA: Berapa Gaji Pro Player MLBB? Ini Info dari RRQ Xinnn

Game 3 :

Babak ini menjadi penentuan apakah tim Gunadarma mampu memaksakan untuk memperpanjang nafas mereka untuk mendapatkan satu poin atau tidak. Jika mereka gagal maka gelar juara sudah dipastikan dipegang oleh UITM Vendetta.

Tim Gunadarma : Mathilda, Brody, Parsha, Esmeralda, YSS

Tim UITM Vendetta : Thamuz, Kufra, Nathan, Selena, Popol and Kupa

Berkat perpaduan Selena dan Thamuz, Parsha dari team Gunadarma berhasil di take down, first blood pun didapatkan tim UITM Vendetta. Hampir mirip dengan game kedua, first turtle berhasil didapatkan oleh tim Gunadarma walaupun Parsha harus menjadi korban. Tidak berhenti sampai disitu Thamuz pun kembali mendapatkan kill dengan take down Esmeralda.

Walau mendapatkan hero high ground yang baik, tim Gunadarma tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya. Selena berhasil menekan ability Parsha agar tidak bisa melakukan skill Ultimatenya.

Di Mid Game, kembali tidak ada kontes lord karena tim UITM berhasil melakukan zoning dengan sangat baik sehingga tim Indonesia tidak mampu berbuat lebih banyak. Dengan dibantu Lord tim UITM berhasil menghancurkan last tower milik tim Gunadarma.

3-0 untuk tim UITM Vendetta, tetap semangat tim Indonesia GGWP!

Cyberathlete Collegiate Mobile Legends (CCML) 2021 didukung Singapore's Cybersports & Online Gaming Association (SCOGA) dan Singapore Esports Association (SGEA), E-Stars Nation dari Malaysia, National Esports Federation of Philippines (NESFP), dan Ligagame Esports dari Indonesia. 

Ikuti terus info terbaru seputar Mobile Legends dan berita esports terlengkap di Ligagame! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Guide Build Item Edith Hero Tanker yang Akan Rilis

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!