Drian Akui Terprovokasi Teriakan Pemain RRQ di Playoff MPL ID S8

by Rio Ginanjar
Drian Akui Terprovokasi Teriakan Pemain RRQ di Final MPL ID

Pemain ONIC Esports sangat terprovokasi dengan teriakan pemain RRQ saat match MPL ID Season 8 berlangsung. Hal ini diungkapkan salah satu punggawa Onic, Drian. Intensitas yang tinggi pada saat itu sudah mulai ditunjukkan oleh kedua team ketika babak Play Off.

Pada laga sebelumnya RRQ Hoshi berhasil membuat team ONIC Esports turun ke lower bracket. Namun di luar dugaan ternyata ONIC Esports berhasil kembali ke babak grand final setelah mengalahkan tim EVOS Legends.

Final dramatis ONIC, Drian terprovokasi

Pada babak Grand Final pun tersaji duel yang sangat seru dan sangat dramatis untuk kedua tim. ONIC Esports yang berhasil unggul 3-1 atas RRQ Hoshi harus sedikit berhati-hati, pasalnya tim raja dari segala raja ini mampu menyusul skor menjadi 3-3. Game pun akhirnya mampu dimenangkan oleh tim ONIC Esports dengan skor 4-3. Skor ini pun mirp seperti ajang ulangan M1. Dimana saat itu tim EVOS Legends mampu come back setelah tertinggal dan langsung membalikkan keadaan.

Saat pertandingan para Pro Player tidak lepas dari tekanan atau posisi under pressure. Tidak banyak pemain yang bisa menguasai emosi tetap stabil di tengah tensi yang tinggi.

Pada ajang sekelas MPL ID Season 8 pun pemandangan saling taunting pun ditunjukkan oleh masing-masing tim yang bertanding. Caranya pun dilakukan dengan unik misal berteriak atau memberikan gestur tertentu agar dapat menjatuhkan mental lawan.

BACA JUGA: Tips Dari Bang Pascol Buat Yang Mau Jadi Streamer

Salah satu pemain dari tim ONIC Esports yaitu, Drian pun ikut terprovokasi saat pertandingan grand final berlangsung.

“Sebenernya tim gua itu teriak cuma "nice" doang, Cuma kalau kita diprovokasi duluan ya kita kan juga manusia ya, pasti punya emosi. Ya gitu sih,” ujar Drian mengenai masalah teriak-teriak.

rrq mpl playoff b17af

Memang pihak Moonton sudah memberikan aturan mengenai batasan taunting untuk setiap tim yang berlaga di ajang turnamen resmi yang mereka adakan. Bahkan beberapa kasus pun akhirnya sempat terjadi karena para player di tim memberikan gestur yang tidak pantas kepada tim lawan.

Otomatis setelah kasus tersebut diselidiki lebih lanjut, Moonton pun memberikan respon yang tegas. Selain sejumlah denda, pemain yang melakukan tindakan berlebihan tersebut tidak diperbolehkan bertanding selama beberapa laga.

Selain untuk mencegah terjadinya keributan secara fisik antar player. Batasan taunting dibuat agar para Pro Player bisa lebih bijak dalam bersikap. Karena mereka adalah panutan bagi yang menyaksikan.

Taunting sejatinya bisa saja dilakukan asalkan porsinya tepat, namun disarankan sebaiknya tidak perlu dilakukan. Jika sampai ada pihak yang merasa terganggu malah bisa berbuntut panjang.

Ikuti terus info terbaru seputar Mobile Legends dan berita esports terlengkap di Ligagame! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Inilah Daftar Tim Peserta M3 MLBB WORLD CHAMPIONSHIP!

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!