Bren Esports Sang Juara M2 Gagal Tampil di M3

by Rio Ginanjar

Langkah Bren Esports untuk mengikuti ajang M3 harus terhenti. Faktor apa saja yang menyebabkan sang juara M2 ini gagal ke babak selanjutnya? Mari kita bahas lebih lanjut.

Bren Esports gugur

Bren Esports harus mengubur impiannya dalam -dalam untuk kembali berlaga di ajang bergengsi yaitu Mobile Legends World Championship (M3). Nama Bren Esports awalnya seperti tidak diperhitungkan oleh team lainnya. Tim ini awalnya didirikan oleh Bernard “Bren” Chong pada 16 Agustus 2017. Nama Bren sendiri dibuat berdasarkan saat mengakuisisi Tim Mobile Legends yang juga berasal dari sesama negaranya yaitu, Filipina. Sebelumnya nama tim ini adalah Aether Main.

Prestasi dari Aether Main adalah juara turnamen Premier League Filipina Season 1 tahun 2018. Saat sudah berganti nama menjadi Bren Esport, beberapa pemain terbaik di Filipina pun mulai direkrut team ini yakni Pheww, Lusty, Karltzy, Flaptzy, dan Ribo.

Kelima nama tersebut sudah tentu memiliki banyak pengalaman di dunia Esports. Salah satunya adalah Ribo, Ia bahkan mengantarkan teamnya meraih beberapa gelar juara. Di antaranya MPL PH Season 1 dan MSC Season 2 2018 serta Challenger Summit Singapore 2019.

Tim ini bahkan berhasil menjadi juara di Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) tahun 2018. Saat itu lawan mereka adalah RRQ O2 dan EVOS Esports ID.

BACA JUGA: Team Indonesia Tanpa Pro Player Hadapi Filipina, Ini Kata Jonathan Liandi

Sebagai champion di MPL Filipina season 6 dan runner up MPL Invitational, Bren tampil beringas sepanjang gelaran M2 Mobile Legends. Namun sayangnya langkah wakil Indonesia untuk menjadi juara dijegal oleh Bren Esports.

Alter Ego dan RRQ Hoshi ditumbangkan oleh tim yang dipimpin oleh “Pheww” ini. Karena keberhasilannya menekuk tim-tim Indonesia, Bren Esport mendapat titel “Indonesian Slayers”.

Berlanjut ke ajang M3, setelah mengalami kekalahan beruntun akibat performa yang menurun di setiap minggu gelaran MPL diadakan, Bren Esports menduduki posisi yang sangat rawan untuk tidak lolos ke ajang M3.

Kekalahan Bren Esports terjadi pada babak penyisihan minggu akhir. Bren akan menghadapi tim ECHO dengan duel hidup atau mati dengan peringkatnya yang berada di posisi dua terbawah.

Total poin Bren Esports dan ECHO nyaris saling mengejar dengan total perolehan 14 poin untuk Bren dan 16 poin pada ECHO. Dengan roster yang sama, yang dipakai saat menjuarai M2, Bren harus tetap gugur dan mundur dari liga MPL PH.

Kepulangan Bren Esports menyisakan 6 tim MPL PH yang maju ke babak playoffs. Keenam tim tersebut yakni Blacklist International, ONIC PH, Nexplay EVOS, RSG, Omega, dan ECHO.

Kemenangan Bren pada ajang M2 World Championship di bulan Januari 2021 silam tidak menjamin bahwa Bren Esports akan menjadi tim yang terkuat di Filipina. Faktanya masih banyak tim yang bisa menunjukkan performa terbaik mereka dan saling melampaui satu sama lain.

Harapan Bren untuk kembali berlaga di ajang M3 tampaknya harus menunggu hingga musim depan. Namun menariknya ada beberapa nama baru yang nantinya bisa menjadi kejutan untuk team lain dan sudah tentu mesti diwaspadai.

Ikuti terus info terbaru seputar Mobile Legends dan berita esports terlengkap di Ligagame! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Ada Masalah dengan Coach Nasi Uduk, Ini Penjelasan Udil Alter Ego

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!