Nama Gabriël “Bwipo” Rau kembali menjadi perbincangan hangat di komunitas League of Legends. Namun kali ini, bukan karena aksi gemilang di Summoner’s Rift, melainkan karena rekor tak biasa yang ia ukir di ranah esports.
Bwipo resmi meninggalkan ZYB hanya sehari setelah diumumkan sebagai pelatih tim. Kejadian ini langsung menyedot perhatian publik dan menjadi salah satu momen paling unik di LFL Invitational 2026.

Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Yasin “Nisqy” Dinçer, CEO sekaligus midlaner ZYB, saat melakukan siaran langsung di Twitch pada Selasa malam.
“Kita sudah tidak punya pelatih lagi, guys. Kita punya pelatih selama satu hari saja,” ujar Nisqy sambil tertawa pahit.

Menurut Nisqy, Bwipo tidak menyangka bahwa peran sebagai pelatih akan memakan waktu dan komitmen sebesar itu. Setelah satu hari melakukan review dan diskusi internal, Bwipo memutuskan untuk memfokuskan diri pada hal lain di luar tim.
BACA JUGA: Tak Pandang Bulu, LCK Denda Ruler Gen.G 800 Ribu Won akibat Perilaku Toxic di Dalam Game
Usai kepergian Bwipo, ZYB langsung melakukan penyesuaian internal. Nisqy menjelaskan bahwa draft pick akan ditangani olehnya bersama Arnaud “Riippp” Mesmin, sementara sesi review permainan akan dikerjakan oleh Nisqy dan Jean “Jezu” Massol.
Dalam sesi live tersebut, beberapa penonton sempat menyarankan ZYB untuk merekrut pelatih asal Prancis demi menghindari kendala bahasa yang sebelumnya muncul bersama Bwipo. Namun, Nisqy menegaskan bahwa solusi tersebut bukan pilihan terbaik bagi tim.
Menurutnya, masalah utama bukan sekadar bahasa, melainkan kecocokan visi dan dinamika kerja.
Terlepas dari drama kursi pelatih, ZYB tetap menjalani laga di LFL Invitational dengan performa naik turun. Mereka sempat meraih kemenangan atas Galions Sharks, sebelum takluk dari French Flair.
Namun, ZYB berhasil bangkit dengan kemenangan penting melawan Lausanne Esports, menjaga asa mereka tetap hidup di turnamen.
Menariknya, ini bukan kali pertama Bwipo mengalami perpisahan singkat dengan tim LFL. Di awal 2026, ia sempat direncanakan bergabung dengan French Flair sebagai jungler.
Namun, rencana tersebut batal karena aturan ERL yang membatasi jumlah pemain veteran dalam satu roster. Aturan menyebutkan bahwa satu tim ERL hanya boleh memiliki maksimal dua pemain veteran, dan French Flair sudah memiliki Adam “Adam” Maanane serta Raphaël “Targamas” Crabbé.
Akibatnya, Bwipo harus mengalah dan posisinya diisi oleh Isak “NattyNatt” Elgh.


Setelah menyelesaikan kontraknya selama dua tahun bersama FlyQuest, Bwipo sebenarnya membuka peluang untuk kembali bermain, baik sebagai top laner maupun jungler, di Amerika Utara atau Eropa.
Namun hingga kini, belum ada kepastian rencana kompetitif Bwipo untuk musim 2026. Kondisi tersebut membuatnya mulai melirik dunia kepelatihan, sesuatu yang sebelumnya sudah pernah ia jalani secara individu.

Bwipo tercatat pernah melakukan coaching untuk sejumlah pemain, seperti İbrahim “Gakgos” Samet Bulut, Diego “Brance” Amaral, dan Vladimiros “Vladi” Kourtidis.
Keputusan meninggalkan ZYB hanya dalam satu hari menambah daftar cerita unik dalam perjalanan karier Bwipo. Apakah ia akan kembali ke panggung sebagai pemain, melanjutkan karier sebagai pelatih, atau memilih jalur lain di industri esports, semuanya masih menjadi tanda tanya besar.
Satu hal yang pasti, nama Bwipo tetap relevan dan selalu mampu menciptakan cerita yang menarik perhatian komunitas League of Legends.

Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Patch 16.2 League of Legends Fokus Balance Jungle & Strategi Game 2026

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.