Nama Martin “Rekkles” Larsson kembali menjadi perbincangan hangat di skena League of Legends Eropa. Bukan sebagai ADC andalan seperti dulu, melainkan sebagai support Los Ratones, Rekkles justru mencatatkan statistik paling mencolok di LEC Versus 2026.
Usai pekan ketiga turnamen, Rekkles resmi menduduki peringkat pertama KDA tertinggi di antara seluruh pemain, lintas role. Sebuah pencapaian yang terbilang langka, mengingat posisi support umumnya tidak dibangun untuk mengejar statistik individu.

Berdasarkan data terbaru, Rekkles mencatat KDA 10,3, mengungguli para carry terbaik Eropa yang dikenal sebagai mesin damage tim. Statistik ini terasa semakin spesial karena diraih dari role yang lebih fokus pada visi, proteksi, dan inisiasi teamfight.

Di setiap pertandingan LEC Versus 2026, Rekkles tampil disiplin:
Kombinasi inilah yang membuat KDA miliknya menembus dua digit dan bertahan konsisten sejak awal turnamen.
BACA JUGA: Legenda LEC di Ujung Jalan? Rekkles Ungkap Los Ratones Jadi Bab Terakhir Karier di Pro LOL
Performa Rekkles juga menyoroti keberhasilan transisinya dari ADC legendaris menjadi support playmaker. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai salah satu carry paling ditakuti di Eropa. Kini, pengalaman tersebut justru menjadi senjata utama dalam membaca posisi lawan dan menjaga positioning sempurna.
Kemampuan membaca map, memahami timing fight, serta insting bertahan hidup yang terasah sebagai ADC membuat Rekkles tampil jauh lebih efisien dibanding support lain di liga.
Menurut data dari Oracle’s Elixir, Rekkles menjadi satu-satunya support yang mampu menembus Top 10 KDA LEC Versus 2026, bersama Fnatic Lopsa. Bahkan, Rekkles tercatat sebagai support dengan jumlah death paling sedikit, yakni hanya delapan kali sepanjang turnamen sejauh ini.
Di bawahnya, nama-nama besar menghuni papan klasemen KDA:

Melihat daftar tersebut, posisi Rekkles di puncak menjadi cerita tersendiri, karena mayoritas pemain dengan KDA tinggi biasanya berasal dari role damage dealer.
Performa solid Rekkles juga berdampak langsung pada hasil tim. Los Ratones mencatat empat kemenangan beruntun, dan peran Rekkles sebagai support berpengalaman dinilai menjadi kunci stabilitas tim, terutama di late game.
Banyak analis menilai Rekkles bukan hanya bermain “aman”, tetapi juga cerdas dalam memilih momen agresif, baik untuk engage maupun peel, sesuatu yang krusial dalam meta kompetitif saat ini.
Dengan KDA tertinggi di turnamen, Rekkles seolah mendefinisikan ulang ekspektasi terhadap role support. Ia membuktikan bahwa support tidak harus tenggelam di balik statistik rendah untuk menjadi efektif.
Jika performa ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Rekkles akan menjadi acuan baru bagi pemain support di Eropa—bahkan dunia.
Saat ini, LEC Versus 2026 telah memasuki paruh tengah fase liga (regular stage), tepatnya setelah rampungnya Week 3. Tim-tim kini mulai mengamankan posisi menuju fase penentuan dan jalur menuju playoff, di mana setiap kemenangan akan sangat berpengaruh pada klasemen akhir dan seeding.
Dengan momentum positif Los Ratones dan performa impresif Rekkles, persaingan menuju fase berikutnya dipastikan semakin panas.

Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Bocoran Locke, Champion Baru LoL dari Demacia: Role, Skill dan Senjata Petricite

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.