Midlaner LGD Jay Jalani Pemeriksaan Atas Skandal Match Fixing di LPL

Skandal Match Fixing LGD Jay di LPL

Kasus pengaturan pertandingan, dalam berbagai bentuk, agaknya bisa selalu muncul di ranah kompetitif baik di olahraga konvensional maupun olahraga elektronik, esports.  Motif dan modusnya mungkin bisa beragam, tapi hasil akhir pertandingan menjadi tujuan utama. 

Baru-baru ini Mid laner LGD Chen 'Jay' Bo harus menjalani pemeriksaan oleh LPL terkait serangkaian komunikasi pesan dengan orang luar untuk "dengan sengaja" melepas pertandingan yang dipilih dalam LPL Spring.

LPL memiliki sejarah panjang dan bermasalah dengan pengaturan pertandingan atau match fixing. Pada tahun 2021, 38 pemain dan pelatih dari LPL dan liga perkembangannya (LDL) dilarang setelah penyelidikan tuduhan pengaturan pertandingan yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021.

Berselang satu tahun setelah skandal itu, dugaan pengaturan pertandingan kembali terungkap, dengan mid laner LGD Jay yang disinyalir sepakat untuk kalah dalam pertandingan tertentu di LPL 2022 spring split. Tuduhan soal match fixing  muncul setelah LGD gagal mencapai playoff LPL, mengakhiri Split dengan rekor 3-13 terpuruk di tempat terakhir bersama dengan ThunderTalk Gaming

BACA JUGA: TSM Pecat Peter Zhang Atas Tuduhan Konflik Kepentingan

Tuduhan terhadap Jay bermula dari postingan akun Weibo dengan nama pengguna 6199419983. Dari jejak digital, akun tersebut terbilang baru, dibuat pada tanggal 4 April dengan tujuan memposting tangkapan layar pesan dan percakapan suara yang memberatkan, yang diduga antara Jay dan seseorang  yang tidak disebutkan namanya. 

Menurut postingan tersebut, tuduhan skandal match fixing  terjadi terutama pada pertandingan LGD versus BLG pada 20 Maret silam dan permainan yang tidak ditentukan versus Top Esports.

LGD Jay translation e4846

Belum dikonfirmasi apakah tangkapan layar yang disertakan dalam pos itu sah atau valid, tetapi mereka menguraikan persyaratan khusus yang diminta pihak ketiga untuk dipenuhi dalam permainan, mungkin untuk tujuan taruhan.

Menurut terjemahan yang diterima Dexerto dari akun @sgbros1_OW di Twitter, percakapan tangkapan layar terutama melibatkan diskusi tentang pilihan champions tertentu, dan rencana untuk bertarung di Rift Herald dalam game versus Top Esports.

Weibo @User6199419983
Terjemahan melalui pengguna Twitter @sgbros1_OW

Pesan tersebut juga menunjukkan diskusi pembayaran, dimana pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya, memberi tahu Jay bahwa dia akan menerima pembayaran setelah game kedua seri BLG.  tersebut juga berpotensi melibatkan anggota LGD lain yang tidak disebutkan namanya, karena Jay menyatakan "rekan setimnya" akan membantunya dalam mengatur pertandingan.

Satu pesan dari pihak yang tidak disebutkan namanya bertanya kepada Jay "Berapa yang Anda inginkan untuk tanggal 20?", berpotensi merujuk biaya untuk melepas pertandingan versus BLG, tetapi biaya itu sendiri tidak dibahas.

LGD kemudian mengkonfirmasi melalui Weibo bahwa mereka telah melaporkan tuduhan tersebut ke dewan disiplin LPL dan telah memulai penyelidikan internal. Wah, kalau dari kasus ini memang yang namanya godaan bisa mendatangi tim dan pemain pro, baik keti

Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Baca selanjutnya:

Final LCK Spring Split 2022 Antara T1 vs Gen.G Pecahkan Rekor Penonton!

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!