Belum lama perayaan Tahun Baru usai, skena esports global langsung kembali bergairah dengan digelarnya berbagai turnamen besar. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah LCK Cup 2026, ajang pembuka musim kompetitif League of Legends di Korea Selatan.
Turnamen ini bukan sekadar perebutan gelar tim terkuat di musim dingin, tetapi juga menjadi jalur kualifikasi menuju turnamen internasional First Stand 2026. Meski baru memasuki pekan pertama, LCK Cup 2026 sudah mencetak tonggak penting dengan menembus lebih dari satu juta penonton secara bersamaan.
Momen tersebut terjadi saat T1 menjalani laga debut mereka menghadapi Hanwha Life Esports (HLE).
Pertandingan antara T1 dan HLE langsung melesat jauh meninggalkan laga-laga lain dari sisi jumlah penonton. Sebelum pertandingan ini berlangsung, tidak ada satu pun laga LCK Cup 2026 yang menembus angka 400 ribu concurrent viewers.
Namun situasinya berubah drastis ketika T1 turun ke panggung. Laga kontra HLE mencatat lonjakan penonton lebih dari 286 persen dibandingkan pertandingan sebelumnya. Pada puncaknya, duel tersebut disaksikan oleh 1.101.836 penonton secara bersamaan di berbagai platform streaming.

Angka ini menjadikan pertandingan T1 vs HLE sebagai laga paling populer sejauh ini di LCK Cup 2026, sekaligus salah satu pertandingan League of Legends dengan penonton terbanyak di awal tahun.
Salah satu faktor utama melonjaknya jumlah penonton adalah rasa penasaran publik terhadap roster baru T1. Setelah menjuarai Worlds untuk ketiga kalinya secara beruntun, organisasi legendaris ini melakukan perubahan besar dengan melepas Lee “Gumayusi” Min-hyung dan merekrut Kim “Peyz” Su-hwan sebagai ADC utama.
Peyz sebelumnya memperkuat JD Gaming dan dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Korea. Debutnya bersama T1 di LCK jelas menjadi magnet tersendiri, baik bagi penggemar lama T1 maupun penikmat esports global.
Selain itu, narasi emosional turut memperbesar daya tarik pertandingan. Gumayusi, yang kini membela HLE, harus menghadapi mantan timnya untuk pertama kali di panggung resmi LCK, menambah bumbu rivalitas yang kuat.
Meski perhatian tertuju pada Peyz dan Gumayusi, sosok Lee “Faker” Sang-hyeok tetap menjadi pusat cerita. Midlaner legendaris tersebut tampil luar biasa dan akhirnya dinobatkan sebagai MVP pertandingan setelah membantu T1 bangkit dari kekalahan di game pertama dan menutup seri dengan kemenangan 2-1.
Performa Faker yang konsisten di usia karier yang sudah sangat panjang kembali mengingatkan dunia mengapa ia masih dianggap sebagai ikon terbesar dalam sejarah League of Legends esports.
Berkat laga T1 vs HLE, LCK Cup 2026 kini tercatat sebagai turnamen esports dengan jumlah penonton tertinggi kedua sepanjang tahun 2026 sejauh ini.
Posisi pertama masih dipegang oleh M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang yang saat ini berlangsung di Indonesia. Menariknya, kedua turnamen tersebut menjadi satu-satunya event esports di 2026 yang berhasil menembus angka satu juta penonton live.
Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik League of Legends di Korea masih sangat kuat, terutama ketika melibatkan tim besar seperti T1.
LCK Cup 2026 diikuti oleh 10 tim yang dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi lima tim. Turnamen ini menggunakan format Hard Fearless Draft, di mana setiap champion hanya boleh dipilih satu kali dalam satu seri oleh kedua tim.

Pada fase grup, setiap tim akan menghadapi seluruh tim dari grup lawan dalam format Best of Three. Setiap kemenangan bernilai satu poin, sementara pada pekan khusus Super Week, pertandingan Best of Five bernilai dua poin.
Berdasarkan perolehan poin, tim akan dipisahkan ke dalam Winners Group dan Losers Group. Dua tim teratas dari Winners Group dan satu tim terbaik dari Losers Group langsung lolos ke playoff. Sementara tim lainnya harus berjuang melalui fase Play-In, dan satu tim terbawah di Losers Group akan langsung tersingkir.

Fase Play-In diikuti enam tim, dengan format mayoritas Best of Three, kecuali ronde ketiga yang menggunakan Best of Five. Tiga tim terbaik dari fase ini akan melengkapi slot playoff.
Babak playoff sendiri diikuti enam tim dan seluruh pertandingan menggunakan format Best of Five untuk menentukan juara.
Lonjakan penonton hingga 1,1 juta dalam laga debut mereka menegaskan satu hal: T1 bukan sekadar tim esports, tetapi sudah menjadi brand global dengan basis penggemar luar biasa besar.
Dengan roster baru, rivalitas lama yang kembali menyala, serta performa solid di atas panggung, T1 diprediksi akan terus menjadi pusat perhatian sepanjang LCK Cup 2026 dan musim kompetitif League of Legends tahun ini.
Jika pertandingan pembuka saja sudah mencetak angka fantastis, bukan tidak mungkin rekor baru akan kembali terpecahkan saat turnamen memasuki fase krusial.

Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Tak Pandang Bulu, LCK Denda Ruler Gen.G 800 Ribu Won akibat Perilaku Toxic di Dalam Game
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.