Turnamen LCK Cup 2026 langsung menyajikan pertandingan besar sejak hari pertama. T1 membuka kampanye mereka dengan menghadapi Hanwha Life Esports (HLE), tim yang dijuluki sebagai “super team” setelah merekrut dua mantan bintang T1, Zeus dan Gumayusi.
Pertandingan yang digelar pada Jumat (16/1/2026) ini berlangsung dalam format Best of Three (Bo3) dan disiarkan secara langsung melalui kanal resmi LCK di YouTube dan Twitch. Antusiasme penggemar begitu tinggi karena laga ini bukan sekadar duel dua tim papan atas, tetapi juga menjadi ajang reuni emosional Gumayusi dengan mantan rekan setimnya.
Perhatian publik tertuju pada perubahan besar dalam komposisi kedua tim. HLE tampil dengan kekuatan penuh lewat kombinasi Zeus di top lane, Gumayusi sebagai marksman, Zeka di mid lane, Delight sebagai support, dan jungler anyar Kanavi.
Di sisi lain, T1 memasuki era baru tanpa Zeus dan Gumayusi. Posisi top lane kini diisi oleh Doran, sementara lini bawah dipercayakan kepada Peyz yang berduet dengan Keria. Meski mengalami perombakan, T1 tetap mengandalkan duet legendaris Faker dan Oner sebagai tulang punggung permainan.
Fakta bahwa Gumayusi dan Zeus sangat memahami gaya bermain T1, khususnya Faker dan Oner, membuat banyak pihak memprediksi laga akan berjalan ketat.
Game pertama berlangsung cukup panjang dan kompetitif. T1 sebenarnya sempat unggul tipis di fase laning, terutama melalui Doran dan Faker. Namun, mereka gagal mengonversi keunggulan tersebut menjadi kontrol objektif yang solid.
HLE tampil disiplin dengan mengamankan dua dragon awal, tiga void grub, Baron, hingga Dragon Soul tipe Ocean. Gumayusi yang menggunakan Corki tampil luar biasa dengan kontribusi damage hampir menyentuh 40 ribu.
BACA JUGA: Riot Games Perkenalkan Sistem Baru LoL Esports 2026, Aturan First Selection Ubah Meta Kompetitif
T1 sempat memberikan perlawanan sengit melalui Faker dengan Ryze yang memenangkan teamfight 4 lawan 1 di dekat base. Namun, saat perebutan Elder Dragon, HLE berhasil mengulur waktu dan mengamankan objektif krusial tersebut sebelum meratakan markas T1.
Skor pun menjadi 1-0 untuk keunggulan HLE.
T1 tampil jauh lebih agresif di game kedua. Faker menggunakan Sylas dan langsung mencuri perhatian dengan meraih double kill pada menit keempat, menjatuhkan Kanavi dan Delight dalam duel awal yang berisiko tinggi.
Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Oner dan Peyz. Kesalahan posisi HLE saat perebutan dragon kedua membuat mereka kehilangan tiga pemain sekaligus, memberi T1 kendali penuh atas peta.
T1 mengamankan Dragon Soul tanpa perlawanan berarti. Faker menutup pertandingan dengan statistik impresif 9/2/6, sekaligus membawa T1 menyamakan skor menjadi 1-1.
TRIPLE KILL for Doran's Akali! #LCK pic.twitter.com/nNmBiV0Vuu
— LCK (@LCK) January 16, 2026
Game ketiga menjadi panggung dominasi T1. Dalam format draft Fearless, Doran membuat kejutan dengan memilih Akali di top lane, sementara Zeka mendapat Azir.
Keputusan tersebut terbukti jitu. Faker dengan Orianna dan Oner menggunakan Nocturne tampil agresif sejak early game, menekan Zeka tanpa henti. Di menit ke-14, T1 sudah unggul 4.000 gold dan memimpin kill 7-1.
Doran menjadi salah satu bintang utama dengan mekanik luar biasa, mencatatkan KDA 9/3/10. Peyz juga tampil solid menggunakan Sivir, menjaga konsistensi damage di lini belakang.
Komposisi HLE seolah tidak mampu menahan tekanan beruntun dari T1. Setiap teamfight berakhir dengan kemenangan mutlak bagi sang juara dunia bertahan. T1 akhirnya mengamankan kemenangan 2-1 dengan cara yang meyakinkan.
Kekalahan ini menjadi pengalaman emosional bagi Gumayusi yang untuk pertama kalinya berhadapan langsung dengan T1 di ajang resmi LCK Cup. Meski tampil impresif di game pertama, ia harus mengakui keunggulan mantan timnya dalam adaptasi dan eksekusi strategi.
Kemenangan ini juga menegaskan bahwa meskipun telah kehilangan dua bintang besar, T1 tetap menjadi kekuatan utama di Korea berkat koordinasi tim dan kepemimpinan Faker.
Kemenangan atas HLE menjadi langkah krusial bagi T1 untuk mengamankan poin awal di fase grup LCK Cup 2026. Mereka kini semakin percaya diri menatap pertandingan berikutnya di Group Baron.
Sementara bagi HLE, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa membangun super team tidak otomatis menjamin dominasi instan. Adaptasi, komunikasi, dan sinergi antar pemain masih perlu waktu untuk matang.
Meski LCK Cup tidak dihitung sebagai bagian dari musim reguler LCK Spring, hasil ini tetap memberi gambaran peta kekuatan awal 2026. Dan jika laga ini menjadi indikator, rivalitas T1 dan HLE tampaknya akan menjadi salah satu cerita paling panas di skena League of Legends Korea tahun ini.

Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Patch 16.2 League of Legends Fokus Balance Jungle & Strategi Game 2026
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.