Enam Kali Kalah, Sekali Balas di Final! Anyone’s Legend Angkat Trofi LPL 2026

Tarzan meraung di Jungle!!

Anyone’s Legend (AL) akhirnya mematahkan dominasi Bilibili Gaming (BLG) di LPL 2026 Split 3. Dalam pertandingan grand final yang berlangsung sengit, Anyone’s Legend berhasil mengalahkan Bilibili Gaming dengan skor 3-1 dan memastikan diri sebagai juara.

Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena AL sebelumnya selalu kesulitan menghadapi BLG. Sepanjang 2026, Anyone’s Legend tercatat kalah dalam enam seri terakhir melawan Bilibili Gaming. Namun, ketika gelar LPL dipertaruhkan, AL justru tampil pada level terbaiknya.

Dengan hasil ini, Anyone’s Legend berhak menyandang status sebagai juara LPL 2026 Split 3 sekaligus mengamankan posisi seed pertama LPL menuju Worlds 2026. Sementara itu, Bilibili Gaming tetap lolos ke Worlds 2026 sebagai wakil LPL, tetapi harus memulai perjalanan mereka dari tahap kedua.

Tarzan Jadi MVP Grand Final LPL 2026

Performa gemilang Anyone’s Legend tidak lepas dari kontribusi seluruh pemain. Namun, sorotan terbesar tertuju kepada jungler Lee "Tarzan" Seung-yong, yang dinobatkan sebagai MVP grand final. Tarzan tampil luar biasa sepanjang seri. Ia berhasil memenangkan pertarungan jungle melawan Peng "Xun" Li-Xun dan memberikan tekanan besar kepada Bilibili Gaming sejak game pertama.

Xun sendiri dikenal sebagai salah satu jungler yang konsisten dan telah meraih berbagai gelar LPL. Akan tetapi, pada grand final kali ini, Tarzan berhasil membuat permainan BLG kesulitan berkembang.

Performa impresif juga ditunjukkan oleh Wang "Hope" Jie di posisi bot lane. Hope menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan AL, terutama pada game keempat ketika dirinya menggunakan Miss Fortune dan mencatatkan pentakill. Ia menutup pertandingan tersebut dengan statistik 13/0/5, sekaligus membantu Anyone’s Legend mengakhiri final dengan kemenangan 3-1.

Anyone’s Legend Bangkit Setelah Dua Split Mengecewakan

Kesuksesan menjadi juara Split 3 terasa semakin berarti jika melihat perjalanan Anyone’s Legend sepanjang musim 2026. Tim ini sempat mengalami periode sulit setelah kepergian pelatih berpengalaman Wong "Tabe" Pak Kan. Padahal, sebagian besar roster tetap dipertahankan setelah tampil cukup baik pada musim 2025. Namun, performa AL pada Split 1 dan Split 2 belum memenuhi ekspektasi. Mereka harus puas menempati posisi keempat pada kedua split tersebut.

Perubahan besar kemudian terjadi setelah kedatangan toplaner Chen "Breathe" Chen. Sebelumnya, Breathe baru sekali merasakan atmosfer grand final LPL bersama Weibo Gaming pada akhir 2024. Kehadirannya memberikan energi baru bagi Anyone’s Legend. Meski begitu, kemenangan atas BLG tidak bisa disebut sebagai hasil kerja satu pemain saja.

Seluruh roster AL mampu meningkatkan performa ketika memasuki grand final. Mereka tampil lebih percaya diri, disiplin dalam mengambil keputusan, serta mampu memanfaatkan kesalahan BLG pada momen-momen penting.

Rincian Skor Bilibili Gaming vs Anyone’s Legend

Anyone’s Legend langsung mengambil kendali seri sejak game pertama. Mereka memenangkan map pembuka dengan skor 18-9 dalam waktu 30 menit 7 detik. Momentum tersebut berlanjut pada game kedua. AL kembali mengalahkan BLG dengan skor telak 20-1 setelah pertandingan berjalan selama 31 menit 37 detik.

Bilibili Gaming belum menyerah. Pada game ketiga, BLG berhasil memperpanjang pertandingan dengan kemenangan 20-9 dalam 35 menit 26 detik. Sayangnya bagi BLG, momentum tersebut tidak bertahan lama. Anyone’s Legend kembali tampil dominan di game keempat dan menang 22-5 dalam 31 menit 6 detik. Hasil tersebut memastikan kemenangan AL dengan skor akhir 3-1.

AL Menuju Worlds 2026 sebagai Seed Pertama LPL

Gelar LPL 2026 Split 3 memberikan keuntungan besar bagi Anyone’s Legend. Mereka akan memasuki Worlds 2026 sebagai unggulan pertama dari LPL. Menariknya, perjalanan LPL menuju Worlds masih belum selesai. Berbeda dari beberapa region lain, LPL masih menggunakan sistem Championship Points untuk menentukan wakil berikutnya.

Empat tim akan bertarung di Regional Finals untuk memperebutkan posisi ketiga dan keempat LPL di Worlds 2026.

Pada 17 September, Top Esports akan menghadapi Invictus Gaming untuk memperebutkan posisi ketiga. Setelah pertandingan tersebut, Team WE akan bertemu JD Gaming untuk menentukan siapa yang mendapatkan kesempatan melanjutkan perjuangan menuju Worlds. Pertandingan Regional Finals tersebut akan menentukan wakil keempat LPL di turnamen dunia.

Tantangan Lebih Besar Menanti di Worlds 2026

Anyone’s Legend kini boleh merayakan keberhasilan mereka, tetapi tantangan sebenarnya baru akan dimulai di panggung global. Menariknya, seluruh wakil LPL dan LCK tahun ini akan langsung mendapatkan tempat di Swiss Stage Worlds 2026. Artinya, empat wakil dari masing-masing region tersebut tidak perlu melewati Play-In.

Seluruh peserta asal China dijadwalkan mulai bertanding pada 23 Oktober, menghadapi lawan-lawan dari berbagai region di fase Swiss.

Bagi Anyone’s Legend, Worlds 2026 menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Bilibili Gaming bukan sekadar kejutan. Sepanjang tahun, BLG telah memenangkan dua split sebelumnya dan menjadi salah satu kekuatan paling dominan di LPL.

Kini, AL memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan performa tersebut ketika level persaingan meningkat ke panggung dunia. Setelah menaklukkan Bilibili Gaming di final, satu pertanyaan besar pun muncul: bisakah Anyone’s Legend melanjutkan kejutan mereka hingga menjadi juara dunia?

banner ligagame lol a70df

Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!