Meneropong Esports Indonesia di 2024 Berdasarkan Trend Tiga Tahun Terakhir, Scene Valorant Mulai Sekarat?

Setelah tiga tahun lebih Valorant dirilis, bagaimana nasib scene Esports Valorant Indonesia? Mengapa turnamen Valorant semakin sepi? Apakah esports di Indonesia mulai mengalami krisis?

Valorant adalah permainan video game FPS (first person shooter) taktis yang dikembangkan dan dipublish oleh Riot Games, untuk Microsoft Windows. Pertama kali diperkenalkan dengan nama "Project A" pada Oktober 2019, game ini memulai periode beta tertutup dengan akses terbatas pada 7 April 2020,

Setahun setelah dirilis, Valorant melesat kencang hingga muncul sebagai scene kompetitif baru di esports. Hype dan animonya memang mmengena para penggemar dan juga gamers PC. Komunitas pun berkembang, tim-tim mulai muncul. Riot Games memutuskan untuk membuat turnamen pertama yang disebut “First Strike” untuk membangun fondasi untuk scene esports Valorant.

660520201020142121 9bb96

Pada bulan November 2020, Riot Games mengumumkan seri turnamen yang disebut VALORANT Champions Tour (VCT) yang merupakan kompetisi sepanjang tahun yang terdiri dari 3 level:

VALORANT Challengers - kompetisi regional yang merupakan kualifikasi untuk Masters.
VALORANT Masters - kompetisi internasional di pertengahan musim, dibagi menjadi 3 tahap.
VALORANT Champions* - kejuaraan dunia untuk tahun tersebut.
*Tim akan langsung lolos ke Champions melalui posisi teratas di Circuit Point Standings di wilayah mereka, berdasarkan hasil Challengers dan Master. Tim yang berada di posisi tengah dalam Circuit Point Standings akan memiliki satu kesempatan lagi untuk lolos ke Champions dengan memenangkan Last Chance Qualifiers (Amerika Utara, EMEA, Amerika Selatan, Asia). VALORANT Conquerors Championship (VCC) - Tim Asia Selatan langsung lolos ke Last Chance Qualifiers of Asia melalui VCC. 

VALORANT Champions 2020 sukses menobatkan juara global pertama esports Valorant yang dimenangkan tim Sentinels dari AS. Di tahun kedua, team Acend meraih trofi VCT pada Desember 2021. 

VCT 2022, Menapak Era Emas Pertama 

Dengan kalender turnamen yang tertata  rapi dan penyelenggaraan yang komprehensif di berbagai region, VCT 2022 semakin menarik pecinta Valorant dan juga publik esports pada umumnya. 
Antusiasme penonton sudah serentak mengikuti pertandingan mulai dari seleksi di tingkat negara hingga regional untuk menantikan tim yang maju ke kejuaraan dunia Champions. 
 

Perubahan Format VCT Sebagai Franchise League, Kumandang Kiamat Kecil?

Di penghujung 2022, menjelang Kejuaran Dunia Valorant Champions di Turki, Riot Games mengumandangkan konsep VCT sebagai Liga Franchise tanpa biaya. Meski tanpa biaya (pembelian slot), Riot menetapkan sejumlah kriteria untuk "memilih dan menentukan" tim yang layak masuk dalam franchise. Di sini proses seleksi alam dimulai dan imbasnya mulai dirasakan organisasi esports yang memiliki divisi Valorant. 

Franchise league VCT  sudah pasti jadi target utama. Setiap organisasi esports lantas mempresentasikan portfolio untuk bisa masuk sebagai anggota berarti bermain di liga profesional resmi dengan struktur dan jadwal pasti. Namun, dengan terbatasnya kuota, banyak tim yang, secara prestasi dan komunitas juga sudah terbentuk, justru tidak dapat masuk. 

Riot kemudian mengenalkan Ascencion sebagai turnamen sub-tier yang ditujukan bagi tim-tim yang masih ingin mengikuti scene kompetitif.  Ascencion memang juga menyediakan "jalur" tim untuk menuju atau masuk franchise league, namun bisa sangat terasa panjang dan berat. 

Perubahan format VCT akhirnya berdampak pada kelangsungan tim-tim Valorant. Dari yang kecil, menengah hingga organisasi yang punya nama besar di esports bergenre shooter akhirnya membubarkan roster atau divisi Valorant. 

valorant first strike indonesia2 15733 0df55

Organisasi-organisasi itu, termasuk di Indonesia, agaknya realistis. Tidak tampil atau ikut di Liga Valorant, tak banyak aktivitas turnamen yang bisa diikuti. Agenda Ascencion juga hanya sebulan. Tak heran, tim esports kecil hingga kelas menengah, satu per satu bertumbangan. Dari Indonesia, hanya RRQ yang masuk ke franchise league, sementara BOOM Esports, Alter Ego, BTR, Onic, Persija dan ARF bermain di turnamen Ascencion. 

Ironi dan Refleksi Turnamen Valorant di Indonesia

Well, jika disadari dari 2020, 2021, 2022 hingga 2023 turnamen Valorant di Indonesia semakin sedikit. Kalender turnamen official membuat tim tim esports banyak libur, bahkan jika melihat RRQ yang masuk sebagai tim franchise. Di sisi lain, tak banyak space interval untuk turnamen third party maupun komunitas. Alhasil. scene esports Valorant, khususnya di Indonesia, semakin ter-kompress.  

Tanpa turnamen kompetitif, sebuah scene esports tentu bagai sayur tanpa garam. Bukan hanya hambar, tapi perlaan meredup menjauh. Dampak yang paling dirasakan tentu saja oleh organisasi/ tim esports dan para pro player. Selepas turnamen ofisil, praktis tak ada activity kompetitif berarti. Pun ada misalnya turnamen third party, itu pun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Keadaan ini tak lepas dengan sikap Riot yang memang "saklek" tidak mengizinkan adanya turnamen yang berbarengan dengan agenda ofisial. Alhasil, pegiat esports yang ingin menggagas turnamen Valorant, harus mencocokkan jadwal turnamen. Ini kemudian tentu berkait dengan banyak pihak, event organizer hingga tim yang akan bertanding. 
Pihak event organizer juga menghadapi tantangan, selain mencocokkan waktu, terutama juga mencari sponsor, yang masih menjadi sumber utama pendanaan. Hanya segelintir saja yang tetap berada di scene Valorant, salah satunya Ligagame.tv yang terus menggelar turnamen level komunitas seperti Battle  of Iron. Sementara beberapa operator lain ada juga yang membuat turnamen, namun tak berkesinambungan, antara bersifat sporadis atau musiman, 

Berangkat dari kondisi ini, bagaimana masa depan Valorant di Indonesia? Akankah nasib Valorant akan "11-12" dengan saudara seperguruannya, League of Legends? Well, game MOBA milik RIot ini emang sudah lebih dulu sukses sebagai scene esports dan setelah lebih dari satu dekade bertahan, Riot telah melakukan apa saja dan dengan formula apa saja berhasil membuktikan LoL masih eksis dengan kejuaraan dunia WORLDS masih menjadi salah satu scene esports paling bergengsi di kolong langit. 

Dan bagaimana nasib para player Valorant? Akankah akan hanya jadi player casual dan penonton, penikmat setia scene kompetitif resmi. Ini sebuah pertanyan dan tantangan bagi segenap insan esports di Indonesia.  

banner valorant 636d3

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Baca selanjutnya:

Riot Ingatkan Player Soal Jual Beli Cheat VALORANT

 

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!