Dalam industri esports modern, kemenangan di panggung kompetitif bukan hanya hasil kerja para pemain dan pelatih. Di balik layar, terdapat peran krusial Chief Executive Officer (CEO) yang mengatur arah bisnis, strategi jangka panjang, hingga budaya organisasi. Di Indonesia, beberapa nama CEO esports telah menjadi figur sentral yang ikut membentuk ekosistem esports nasional sejak fase awal pertumbuhannya.
Berikut rangkuman lima CEO tim esports Indonesia paling populer, ditambah satu sosok bonus yang dikenal minim sorotan, namun sangat berpengaruh.

Nama Andrian Pauline Husen identik dengan Team RRQ. Sejak awal berdirinya RRQ, Andrian dikenal sebagai figur CEO yang tenang, konsisten, dan fokus pada pembangunan brand jangka panjang. Di bawah kepemimpinannya, RRQ berkembang menjadi salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara dengan basis fans yang sangat kuat.

Karakter kepemimpinan Andrian cenderung stabil dan visioner. Ia tidak hanya mengejar prestasi kompetitif, tetapi juga memperkuat RRQ sebagai brand lifestyle esports melalui konten, merchandise, dan komunitas. Pendekatan ini menjadikan RRQ bukan sekadar tim, melainkan ikon esports Indonesia.
Prestasi Tim di Bawah Kepemimpinan
Di kancah Mobile Legends: Bang Bang, divisi utama RRQ Hoshi mencatatkan sederet prestasi penting, termasuk juara MPL Indonesia Season 2, 5, 6, dan 9, runner-up M1 World Championship, serta posisi tinggi di berbagai turnamen internasional lainnya.
BACA JUGA: 7 Film Tentang Game yang Seru, Inspiratif, dan Wajib Ditonton Gamer
RRQ juga dikenal memperluas divisi ke cabang lain seperti Free Fire, Valorant, PUBG Mobile, dan cabang global seperti MDL Brasil / MDL PH, memperkuat ekosistem tim di luar domain MLBB.
Gaya Kepemimpinan dan Sorotan Publik
Pak AP dikenal aktif di media sosial dan kanal YouTube pribadinya, sering berbicara langsung kepada fans melalui livestream dan Q&A, serta tampil sebagai wajah publik organisasi. Aktivitas ini membuatnya sangat dekat dengan komunitas, sekaligus sering menghadirkan sorotan publik lebih tajam ketika tim tampil kurang maksimal. Beberapa momen perombakan roster besar yang diumumkan secara langsung via story Instagram, misalnya, memancing opini pro dan kontra dari fans.
Dalam hubungan internal tim, dinamika juga sempat mencuat, seperti interaksi hangat namun terbuka antara Pak AP dan pemain lama seperti Lemon, yang menurut sang CEO mencerminkan hubungan yang kuat namun penuh ekspektasi kompetitif.
Edwin Chia, atau yang lebih dikenal sebagai Starlest, merupakan pendiri sekaligus CEO Bigetron Esports. Ia dikenal luas sebagai figur ambisius dan berani mengambil keputusan besar. Salah satu momen terpenting dalam kariernya adalah akuisisi Bigetron oleh organisasi Eropa, Team Vitality, pada Mei 2025.

Pasca akuisisi, Edwin tetap memimpin organisasi yang kini bertransformasi menjadi Bigetron by Vitality, dengan fokus memperkuat mobile esports di Indonesia dan Asia Tenggara. Gaya kepemimpinannya adaptif dan global-minded, menjadikannya salah satu CEO esports Indonesia dengan jaringan internasional terkuat.
Sebagai manajer visioner, Starlest turut memperkuat posisi mobile esports sebagai fokus strategis organisasi bersama kepemimpinan Team Vitality. Pendekatan ini mencerminkan perpaduan sentuhan lokal dan perspektif global, yang mendukung talenta Indonesia untuk terlibat dalam kompetisi lebih luas.
BACA JUGA: Super Lengkap! Tier List Streamer Game & Esports Indonesia 2026 dan Prediksi 3 Tahun Mendatang
Delwyn Sukamto adalah pendiri sekaligus CEO Alter Ego, tim yang dikenal memiliki pendekatan berbeda dibanding organisasi lain. Aktif di skena esports sejak setidaknya 2017, Delwyn menempatkan kesehatan fisik dan mental pemain sebagai prioritas utama.

Pada 2025/2026, Alter Ego menggagas berbagai inisiatif terkait well-being pemain, termasuk kerja sama dengan Interbat. Karakter Delwyn dikenal progresif dan peduli pada sustainability karier atlet esports, menjadikannya figur CEO yang berpikir jauh melampaui hasil turnamen semata.
Prestasi Tim & Identitas Budaya
Under Delwyn, Alter Ego berhasil mencatatkan sejumlah prestasi besar seperti:
BACA JUGA: Alter Ego di M7 Bawa MLBB Pecahkan Rekor Viewership Tertinggi Sepanjang Sejarah Mobile Esports
Delwyn juga dikenal mendorong identitas kuat yang ia sebut “El Familia” — budaya kekeluargaan dan solidaritas tim yang menjadi pilar mental tim saat bersaing di ajang besar. Di momen M7 Grand Final MLBB, Delwyn bahkan terlihat emosional dan bangga menyuarakan perjalanan timnya yang mewakili “underdog” dan komunitas fans yang setia.
Kolaborasi Internal
Eks pelatih Alter Ego, Nafari, dan analis terkenal Xepher, menjadi bagian penting keharmonisan tim; Xepher yang masuk sebagai pelatih turut memberikan pendekatan teknis kompetitif serta semangat konten streaming bersama CEO Delwyn, memperluas jangkauan Engagement tim di luar kompetisi.
Didirikan pada 2016, BOOM Esports di bawah kepemimpinan Gary Ongko Putera tumbuh sebagai organisasi esports Indonesia dengan reputasi internasional. BOOM dikenal kuat di berbagai divisi seperti Dota 2, PUBG Mobile, dan Valorant.

Gary memiliki gaya kepemimpinan yang kompetitif dan ekspansif. Ia berfokus membawa tim Indonesia bersaing di level global, sekaligus membangun sistem organisasi yang profesional. BOOM Esports menjadi bukti bahwa tim Indonesia mampu eksis dan diperhitungkan di panggung dunia.
Gary dikenal sebagai CEO yang sangat fokus pada infrastruktur profesional — membangun pipeline bakat, struktur pengembangan pemain, dan jaringan internasional untuk bersaing di turnamen global. Salah satu milestone ketika BOOM Esports menjadi tim Indonesia pertama dalam sejarah yang berhasil lolos ke The International – panggung yang disebut-sebut sebagai yang terbesar seantero galaksi.
David, yang akrab disapa Om Gadun, memimpin Dewa United Esports sejak organisasi ini berdiri pada Februari 2021. Fokus utamanya adalah pengembangan talenta muda Indonesia di berbagai divisi, termasuk Mobile Legends dan PUBG Mobile.

Pendekatan David terbilang visioner dengan menggabungkan konsep klub olahraga profesional dan esports. Ia menekankan pembinaan jangka panjang, infrastruktur, serta jalur karier yang jelas bagi pemain muda.
BACA JUGA: Mental Baja! Dewa United Osiris Sabet Trofi LEN 2025 Usai Balaskan Kekalahan dari EVOS Holly
Meski jarang tampil di ruang publik, Justin Widjaja merupakan sosok kunci di balik kesuksesan ONIC Esports. Sebagai CEO dan salah satu pendiri, Justin memimpin pertumbuhan strategis ONIC sejak 2018 hingga menjadi salah satu tim tersukses di Asia Tenggara.

ONIC dikenal solid secara prestasi dan manajemen. Partisipasi ONIC dalam Program Mitra Klub EWC 2025 menegaskan peran Justin dalam membawa organisasi ke level internasional, meski dirinya memilih tetap bekerja di balik layar.
Kelima CEO ini menunjukkan bahwa kesuksesan esports tidak hanya ditentukan oleh skill bermain, tetapi juga oleh kepemimpinan, visi bisnis, dan kemampuan membaca arah industri. Dari RRQ hingga ONIC, masing-masing membawa karakter dan pendekatan berbeda yang memperkaya ekosistem esports Indonesia.
Di era industri yang semakin profesional, peran CEO esports akan semakin krusial—bukan hanya sebagai pengelola tim, tetapi sebagai arsitek masa depan esports nasional.

Ikuti terus berita GAMES dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Esports Charts Rilis 10 Organisasi Esports Terpopuler 2025: RRQ dan ONIC Masuk, T1 Di Puncak!

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.