Electronic Arts (EA) Rancang Fitur Game dengan Kontrol Suara Pemain

Electronic Arts (EA) Rancang Fitur Game Kontrol Suara Pemain

Electronic Arts (EA) baru-baru ini mengajukan paten untuk fitur teknologi perintah suara melalui model yang sangat sensitif dan kecerdasan artificial. EA terus bereksperimen dengan ide-ide baru. Terkini, Badan Paten A.S merilis model berkaitan dengan tindakan kontrol suara khusus di video game. Apakah pada akhirnya akan menemukan jalannya ke dalam game-game EA seperti Madden NFL, Star Wars Jedi, atau Command and Conquer belum diketahui, tetapi detailnya sangat menarik.

maxresdefault 2 b44f6

EA memang dikenal sebagai pengembang dan publisher game-game olahraga. Menghadapi persangan yang kian tajam memang butuh terobosan dan inovasi teknologi baru. Belum lama ini telah didaftarkan paten yang akan membuat kemajuan dalam animasi wajah. Sementara paten itu lebih condong ke visual, yang terbaru ini lebih berkaitan dengan gameplay.

MVP Carbon on ear d9e01

EA melihat kemungkinan mengembangkan gameplay yang dikendalikan pemain melalui perintah suara. Namun, teknologi ini tampaknya tidak sekadar menambahkan kemampuan untuk menyampaikan suatu tindakan, karena paten tersebut memiliki model pembelajaran yang terkait dengannya. Baru-baru ini seorang penggemar Nintendo mengalahkan level Super Mario World melalui perintah suara. Sementara EA merancang model yang jauh lebih kompleks dari itu.

BACA JUGA: Mobile Legends M2 World Championship: Razer Bergabung Sebagai Official Gaming Gear Partner

EA Voice
Dalam desain game normal, perintah ditentukan oleh desainer game, dan karakter kemudian bertindak atas perintah tersebut untuk melompat, menembak, bergerak, dll. Dalam kasus paten ini, model pembelajaran mesin akan belajar dan menyesuaikan terkait dengan "ucapan berdasarkan demonstrasi tindakan karakter yang diinginkan. " Detailnya hampir terdengar lebih mirip dengan Project Milo karya Peter Molyneux daripada sekadar perintah suara.

Meskipun demikian, jika paten tersebut dapat selaras atau sinkron dengan fitur perintah suara yang sangat sensitif - yang tepat dan dapat menangkap nada, nada, aksen, dan lainnya - maka perintah suara dalam permainan bisa menjadi sangat menarik. fitur dalam game ke depan. Meskipun bukan game yang diterbitkan oleh EA, pemikiran untuk menggunakan perintah suara untuk perintah misal membaca skrip kuno atau mantra dalam game seperti Elder Scrolls berikutnya sangatlah menarik. Apalagi untuk game petualangan dengan aksi sulap, itu akan menarik.

ea headset ef032

Nah, hal itu justru sangat cocok dengan genre game yang menjadi spesialisasi EA. Jika teknologi dan paten ini berjalan luncur dalam pengembangan selanjutnya, so pasti akan seru bagi pemain untuk menggunakan perintah suara untuk mengarahkan tim di game Madden NFL, atau memimpin regu di Command and Conquer.
Beberapa pengembangan ide bisa terdengar muluk-muluk, tetapi dalam beberapa hal, video game tidak boleh menjadi stagnan. Game akan terlihat lebih menarik dan interaktif di generasi berikutnya, tetapi inovasi yang dapat dilakukan game dalam satu setengah dekade terakhir tampaknya tidak sebesar apa yang telah dicapai dari awal 90-an hingga pertengahan 2000-an. Mungkin lompatan besar berikutnya segera tiba.

Baca selanjutnya: Ketika Gamers Alami Lucid Dream, Pertanda Baik atau Buruk?

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!