Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc fisik bagi game PlayStation 5 mulai Januari 2028 tampaknya hanya menjadi awal dari perubahan besar di industri game. Sejumlah publisher diperkirakan tidak akan menunggu hingga tenggat tersebut dan justru mulai beralih sepenuhnya ke distribusi digital sejak 2027, bahkan lebih cepat.
Prediksi ini datang dari CEO CI Games, Marek Tyminski, yang menilai keuntungan finansial dari penjualan digital menjadi faktor utama yang akan mendorong semakin banyak perusahaan meninggalkan format fisik. Jika tren tersebut benar terjadi, kolektor game fisik berpotensi menghadapi masa depan yang semakin sulit.
Publisher Punya Kendali atas Format Rilis Game
Meski Sony masih akan memproduksi media Blu-ray untuk game PS5 hingga awal 2028, keputusan apakah sebuah judul dirilis dalam bentuk fisik atau digital sepenuhnya berada di tangan publisher. Menurut Marek Tyminski, banyak perusahaan kemungkinan tidak akan menunggu kebijakan Sony resmi berlaku.
Ia menyebut pengumuman Sony menjadi sinyal kuat bahwa masa depan distribusi game memang mengarah ke format digital. Bahkan, beberapa publisher bisa mulai menghentikan perilisan disc sejak 2027 apabila melihat peluang keuntungan yang lebih besar.
CI Games sendiri masih berencana merilis Lords of the Fallen 2 dalam format fisik pada 2027. Namun, Tyminski memperkirakan banyak publisher lain akan mengambil langkah berbeda.
Penjualan Digital Dinilai Jauh Lebih Menguntungkan
Salah satu alasan utama percepatan transisi ini adalah margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dari penjualan digital. Tyminski menjelaskan bahwa untuk sebuah game fisik dengan harga sekitar US$69,99, publisher harus membagi pendapatan kepada berbagai pihak.
Sebagian hasil penjualan diberikan kepada retailer, sementara distributor juga mengambil porsi tersendiri. Setelah memperhitungkan biaya produksi, distribusi, logistik, hingga manufaktur disc, keuntungan bersih yang diterima publisher menjadi jauh lebih kecil.
Sebaliknya, distribusi digital melalui PlayStation Store memungkinkan publisher memperoleh pendapatan yang jauh lebih besar karena tidak lagi dibebani biaya produksi fisik maupun rantai distribusi tradisional.
Di tengah meningkatnya biaya pengembangan game modern, model bisnis digital dinilai lebih efisien sekaligus lebih menguntungkan.
Kolektor Game Fisik Semakin Khawatir
Perubahan ini tentu menjadi kabar kurang menggembirakan bagi para kolektor. Bagi banyak pemain, game fisik bukan sekadar media bermain, tetapi juga memiliki nilai koleksi serta memungkinkan aktivitas seperti meminjamkan, menjual kembali, atau menyimpan game dalam jangka panjang. Apabila semakin banyak publisher menghentikan produksi disc sebelum 2028, pilihan konsumen yang masih menginginkan versi fisik akan semakin terbatas.
Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan kepemilikan game digital.
Kekhawatiran Soal Kepemilikan Digital Kembali Mencuat
Salah satu alasan mengapa sebagian gamer masih memilih membeli disc adalah persoalan kepemilikan. Berbeda dengan game fisik, pembelian digital pada umumnya hanya memberikan lisensi penggunaan.
Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah sebelumnya Sony menghapus ratusan film dan serial televisi dari akun pengguna akibat berakhirnya perjanjian lisensi. Peristiwa itu kembali memicu diskusi bahwa konten digital sewaktu-waktu dapat hilang meskipun telah dibeli.
Akibatnya, tidak sedikit pemain yang mempertanyakan apakah pembelian digital benar-benar memberikan rasa kepemilikan yang sama seperti media fisik.
Dampak Besar bagi Toko Ritel
Perubahan menuju distribusi digital juga diprediksi akan memberikan dampak besar terhadap toko ritel game. Selama bertahun-tahun, penjualan game fisik menjadi salah satu sumber pendapatan utama berbagai jaringan toko video game.
Namun, dengan semakin banyaknya publisher yang memilih jalur digital, bisnis ritel diperkirakan harus melakukan penyesuaian.
Sebagian toko bahkan mulai memperluas penjualan produk lain seperti merchandise, action figure, koleksi eksklusif, hingga perlengkapan gaming untuk mengimbangi menurunnya penjualan game fisik.
Industri Game Memasuki Babak Baru
Transisi menuju distribusi digital sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Meningkatnya kecepatan internet, kemudahan mengunduh game, serta berkembangnya layanan digital membuat semakin banyak pemain beralih ke pembelian online.
Bagi publisher, model ini menawarkan efisiensi biaya dan margin keuntungan yang lebih tinggi. Sementara bagi konsumen, pembelian digital menghadirkan kemudahan akses tanpa perlu menunggu distribusi fisik.
Meski demikian, perubahan ini tetap memunculkan perdebatan mengenai hak kepemilikan, pelestarian game, hingga masa depan koleksi fisik.
Jika prediksi para pelaku industri terbukti benar, maka tahun 2027 bisa menjadi titik awal berakhirnya era game PS5 dalam format disc, bahkan sebelum Sony secara resmi menghentikan dukungan terhadap media fisik pada 2028. Industri game pun tampaknya semakin mantap melangkah menuju masa depan yang sepenuhnya digital.

Ikuti terus berita GAMES dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.