Ajang Pocket Gamer Connects (PGC) Barcelona 2026 resmi dimulai di Hyatt Regency Barcelona Tower, Spanyol. Acara yang menjadi salah satu konferensi industri game mobile terbesar di dunia ini dihadiri lebih dari 1.000 eksekutif, publisher, developer, hingga penyedia layanan teknologi dari berbagai negara.
Meski konferensi ini membahas banyak topik mulai dari pertumbuhan pasar regional hingga inovasi platform baru, ada satu tema yang mendominasi hampir seluruh sesi pembukaan, yakni pergeseran besar-besaran menuju model bisnis Direct-to-Consumer (D2C).
Bagi banyak perusahaan game mobile, D2C kini bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan strategi utama untuk meningkatkan keuntungan dan mengurangi ketergantungan pada toko aplikasi tradisional seperti Google Play Store maupun Apple App Store.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perubahan regulasi di Eropa dan sejumlah wilayah lain mulai mengubah lanskap bisnis game mobile. Kebijakan anti-steering yang diterapkan oleh regulator memungkinkan developer mengarahkan pemain untuk melakukan transaksi di luar platform resmi aplikasi. Sebelumnya, banyak publisher harus menyerahkan sebagian besar pendapatan mereka kepada operator toko aplikasi melalui sistem pembayaran bawaan.
Kini situasinya berubah. Publisher mulai membangun toko digital independen atau web store yang memungkinkan pemain membeli mata uang virtual, battle pass, hingga item premium langsung dari situs resmi game tersebut.
Langkah ini memberikan kontrol lebih besar terhadap pendapatan sekaligus menciptakan hubungan yang lebih dekat antara developer dan komunitas pemain.

Salah satu perusahaan yang paling aktif mendorong transformasi ini adalah Xsolla. Sebagai sponsor utama PGC Barcelona 2026, perusahaan tersebut menjadikan solusi web store independen sebagai fokus utama presentasi mereka selama acara berlangsung.
Menurut berbagai data industri yang beredar di konferensi tersebut, publisher game mobile dapat memperoleh kembali sekitar 25 hingga 30 persen margin keuntungan dengan memanfaatkan toko digital mandiri dibanding hanya mengandalkan sistem pembayaran dari platform pihak ketiga.
Angka tersebut sangat signifikan, terutama bagi game live-service yang menghasilkan jutaan dolar setiap bulan dari transaksi mikro. Tidak heran jika semakin banyak studio besar mulai berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur D2C sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang mereka.
Meski menawarkan keuntungan yang menjanjikan, peralihan menuju model D2C juga menghadirkan sejumlah tantangan baru. Perusahaan pembayaran digital seperti FastSpring memanfaatkan ajang PGC Barcelona untuk membahas kompleksitas operasional yang akan dihadapi publisher pada tahun 2026.
Ketika transaksi dilakukan di luar App Store dan Google Play, developer harus mengelola berbagai aspek yang sebelumnya ditangani platform besar tersebut. Mulai dari pajak lintas negara, perlindungan data pengguna, hingga kepatuhan terhadap regulasi internasional.
Hal ini membuat banyak publisher memilih bekerja sama dengan penyedia layanan pihak ketiga yang menawarkan sistem pembayaran otomatis dan solusi kepatuhan global.
Dengan kata lain, keuntungan yang lebih besar datang bersama tanggung jawab operasional yang lebih kompleks.
Perkembangan yang terlihat di PGC Barcelona 2026 menunjukkan bahwa industri game mobile tengah memasuki fase transformasi besar. Jika sebelumnya App Store dan Google Play menjadi pusat utama monetisasi, kini publisher mulai membangun ekosistem mereka sendiri melalui web store, program loyalitas, dan berbagai layanan berbasis komunitas.
Strategi D2C diprediksi akan menjadi standar baru bagi banyak game mobile dalam beberapa tahun mendatang, terutama untuk judul-judul live-service yang memiliki basis pemain besar dan aktif.
Bagi pemain, perubahan ini berpotensi menghadirkan lebih banyak promo eksklusif, bonus pembelian, hingga harga yang lebih kompetitif. Sementara bagi publisher, D2C membuka peluang untuk meningkatkan profitabilitas sekaligus memperkuat hubungan langsung dengan komunitas mereka.
PGC Barcelona 2026 menjadi bukti bahwa masa depan industri game mobile tidak hanya ditentukan oleh kualitas game, tetapi juga oleh bagaimana perusahaan membangun sistem monetisasi yang lebih mandiri, fleksibel, dan menguntungkan.

Ikuti terus berita GAMES dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.