Drama besar tengah mengguncang komunitas Roblox setelah seorang mantan developer Anime Vanguards melayangkan gugatan hukum terhadap pihak yang disebut sebagai pemilik game populer tersebut. Gugatan itu menyinggung sengketa kepemilikan, pembagian keuntungan, hingga dugaan penggunaan karya tanpa izin.
Kasus ini menarik perhatian karena Anime Vanguards bukan game kecil. Judul tower defense bertema anime tersebut sempat menjadi salah satu game anime terbesar di Roblox dengan miliaran kunjungan pemain.
Anime Vanguards merupakan game tower defense bertema anime yang dikembangkan oleh Kitawari. Popularitasnya sangat besar dengan lebih dari 1,9 miliar kunjungan, sekitar 1,9 juta favorit, dan puncak pemain bersamaan yang pernah menembus 340 ribu pengguna aktif.
Namun di balik kesuksesan itu, muncul konflik internal yang kini berujung ke meja hijau.
Pada 22 Mei 2026, gugatan diajukan di pengadilan federal wilayah selatan New York oleh Rehaab Haque dan Boss Studio LLC terhadap Vladislav Popov serta Andrei Acuña. Gugatan tersebut menyoroti persoalan kepemilikan proyek, pembagian pendapatan, hingga pelanggaran hak cipta.
Anime Vanguards, one of the biggest games on the Roblox platform, tried to scam me out of $20k USD.
— Lonegladiator (@Lonegladiator_) February 12, 2026
and I'm not the only one.#Roblox #RobloxDev pic.twitter.com/jh9asqh5hq
Menurut dokumen gugatan, Rehaab Haque mulai bergabung pada September 2024 sebagai programmer ketika performa game mulai mengalami penurunan. Dalam periode tertentu, Anime Vanguards disebut turun drastis dari sekitar 100 ribu pemain aktif bersamaan menjadi kurang dari 5 ribu pemain hanya dalam tiga bulan.

Haque mengklaim dirinya kemudian mendapat peran lebih besar dan resmi memperoleh 20 persen pembagian pendapatan pada Desember 2024 setelah dianggap sebagai salah satu pemilik proyek.
Ia mengaku bertanggung jawab atas berbagai aspek penting pengembangan game, antara lain:
Mengarahkan pengembangan proyek
Mengatur update konten
Mengelola perekrutan anggota tim
Mengawasi pembayaran kontributor
Membuat sistem inti game
Mengembangkan ratusan efek visual (VFX)
Mengerjakan puluhan mekanik unit karakter
Membuat cutscene dalam game
Menurut klaim Haque, di bawah kepemimpinannya Anime Vanguards berhasil bangkit kembali hingga melampaui 100 ribu pemain aktif bersamaan dan kembali masuk jajaran game populer di kategorinya.
Konflik disebut mulai muncul pada akhir 2025.
Dalam gugatan, Haque menuduh dirinya ditekan untuk menurunkan pembagian pendapatan dari 20 persen menjadi 10 persen. Kesepakatan itu disebut disertai janji pengurangan tanggung jawab pekerjaan.
Namun Haque mengklaim beban kerjanya tidak pernah benar-benar berkurang.
Beberapa minggu kemudian, sekitar Januari 2026, ia mengaku dikeluarkan sepenuhnya dari proyek tanpa pemberitahuan maupun kompensasi.
Gugatan menyebut Haque dicabut aksesnya dari:
Kepemilikan proyek Roblox
Kanal manajemen Discord internal
Posisi pengelola proyek
Distribusi pendapatan game
Lebih lanjut, Haque menuduh pihak lain menyebarkan informasi bahwa dirinya gagal menjalankan pekerjaan selama berada di tim.
Selain sengketa kepemilikan, Haque juga menuding Anime Vanguards masih menggunakan hasil karyanya setelah dirinya dikeluarkan. Ia mengklaim memiliki hak cipta terdaftar atas sejumlah kontribusi audiovisual dan source code yang dipakai dalam game.
So, Anime Vanguards tried to scam someone else recently, except this time, they scammed someone who can afford to fight back 😂
— Lonegladiator (@Lonegladiator_) May 23, 2026
oh karma my beloved.#Roblox #RobloxDev https://t.co/6ntNHrAHVu pic.twitter.com/hKpbVz3M9q
Menurut gugatan, pihak tergugat tetap memperoleh keuntungan dari kode, efek visual, serta sistem buatan Haque tanpa izin resmi. Aspek inilah yang berpotensi menjadi salah satu poin paling serius dalam kasus tersebut karena berkaitan dengan pelanggaran hak cipta.
Dokumen hukum menyebut Anime Vanguards menghasilkan lebih dari US$12 juta sepanjang 2025 dan sekitar US$2,7 juta hingga Mei 2026. Pendapatan game itu bahkan diproyeksikan menembus US$52 juta pada periode 2026–2030.
Atas dasar tersebut, Haque meminta kompensasi besar, meliputi:
Minimal US$8,15 juta terkait hak cipta dan keuntungan tidak sah
Minimal US$7,03 juta dari pembagian pendapatan
Ganti rugi tambahan
Biaya pengacara
Bunga hukum
Royalti setidaknya 20 persen dari pendapatan bruto Anime Vanguards di masa depan
Jika dikabulkan, total tuntutan dapat mencapai puluhan juta dolar.
Kasus ini ternyata bukan satu-satunya tuduhan terhadap tim pengembang Anime Vanguards. Awal tahun ini, mantan kontributor lain dengan akun Lonegladiator_ pernah menuduh tim game mencoba menghindari pembayaran senilai US$20 ribu.
Ia juga mengklaim ada kontributor lain yang belum menerima kompensasi. Sementara itu, pihak Anime Vanguards melalui tangkapan layar pernyataan yang beredar membantah tuduhan tersebut dan menyebut mantan kontributor sudah menerima kompensasi pemutusan kerja serta diberhentikan karena masalah performa.
Kontroversi beruntun ini membuat masa depan Anime Vanguards menjadi sorotan, terutama terkait transparansi kerja sama dan pembagian keuntungan dalam industri game Roblox yang berkembang sangat cepat.

Ikuti terus berita GAMES dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.