Tim asal Meksiko, LYON, sukses mengukir sejarah dengan menjuarai Grand Finals Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire yang berlangsung di Paris, Prancis, Sabtu (18/7/2026). Kemenangan tersebut menjadikan LYON sebagai organisasi pertama dari Meksiko yang berhasil mengangkat trofi paling bergengsi di kancah Free Fire dunia.
Keberhasilan ini dipastikan setelah LYON menutup pertandingan pada game ketujuh melalui format Champion Rush. Mereka sekaligus melanjutkan daftar juara dunia Free Fire setelah Team Falcons dari Thailand pada 2024 dan EVOS Divine dari Indonesia pada 2025.
Ligagame: LYON Tuntaskan Misi Juara Lewat Pertarungan Dramatis
Perjalanan LYON menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Tim ini bahkan gagal mengamankan tiket langsung dari fase Group Stage sehingga harus berjuang lebih dulu di babak Survival Stage. Namun, tekanan tersebut justru menjadi titik balik performa mereka. Di Survival Stage, LYON tampil sangat dominan dengan mengoleksi 185 poin dari 10 pertandingan, sekaligus keluar sebagai pemuncak klasemen dan mengamankan tempat di Grand Finals.
Saat memasuki laga puncak, performa mereka sempat naik turun. Setelah meraih 20 poin pada game pertama, LYON mengalami penurunan pada game kedua dan ketiga dengan perolehan poin yang minim. Momentum kebangkitan akhirnya datang pada game keempat sebelum mereka tampil luar biasa di game kelima dengan mengumpulkan 45 poin, sebuah capaian yang membawa mereka melewati batas Champion Rush. Dengan status tersebut, LYON hanya membutuhkan satu Booyah untuk memastikan gelar juara dunia.
Duel Sengit di Game Ketujuh Berbuah Gelar Bersejarah
Kesempatan pertama untuk mengunci gelar datang pada game keenam. Sayangnya, LYON gagal memanfaatkan peluang setelah kalah dalam perebutan zona terakhir dari LOUD asal Brasil. Hasil itu membuat persaingan semakin panas. Memasuki game ketujuh, empat tim memiliki peluang yang sama besar untuk menjadi juara, yakni LYON, LOUD, TWISTED MINDS, dan All Gamers Global.
Pertarungan penentuan berlangsung di map Solara, tepatnya di area Riders Club. LYON dan All Gamers Global terlibat duel krusial yang menentukan nasib trofi dunia. Berbekal keunggulan jumlah pemain dalam pertarungan 4 lawan 2, LYON berhasil mengamankan Booyah sekaligus mengakhiri Grand Finals dengan 155 poin.
Kemenangan tersebut memastikan nama LYON tercatat sebagai tim pertama asal Meksiko yang menjadi juara dunia Free Fire.

Gamezking Ikuti Jejak Wonderkid Dunia Free Fire
Kesuksesan LYON tidak lepas dari penampilan impresif Benjamín "Gamezking" Pérez. Pemain muda yang baru akan menginjak usia 18 tahun pada akhir Juli itu tampil konsisten sepanjang turnamen dan menjadi motor permainan timnya. Atas performa gemilang tersebut, Gamezking dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Grand Finals EWC 2026 Free Fire.
Pencapaian ini mengingatkan publik pada kisah Rasyah Rasyid bersama EVOS Divine pada EWC 2025. Saat itu, Rasyah yang bahkan belum berusia 16 tahun sukses membawa EVOS Divine menjadi juara dunia sekaligus meraih gelar MVP.
Kini, julukan wonderkid yang sebelumnya identik dengan Rasyah juga layak disematkan kepada Gamezking setelah berhasil membawa timnya menorehkan sejarah baru di panggung internasional.
Tim Indonesia Belum Mampu Mengulang Kesuksesan Tahun Lalu
Sementara LYON berpesta, hasil berbeda dirasakan wakil Indonesia. Tiga tim Merah Putih gagal mengulang prestasi EVOS Divine yang menjadi juara dunia pada musim sebelumnya.
RRQ Kazu finis di posisi kesembilan dengan koleksi 56 poin, disusul EVOS Divine di peringkat ke-10 dengan jumlah poin yang sama. Sementara itu, Bigetron by Vitality harus mengakhiri langkah lebih awal karena gagal menembus empat besar Survival Stage.
Dari sisi hadiah, RRQ Kazu membawa pulang US$26.000, EVOS Divine memperoleh US$22.000, sedangkan Bigetron by Vitality mendapatkan US$11.000. Seluruh hadiah tersebut berasal dari total prize pool US$1 juta yang diperebutkan sepanjang EWC 2026 Free Fire.
Ligagame: FFWS SEA 2026 Fall Siap Digelar, Surabaya Jadi Tuan Rumah Grand Finals
Berakhirnya Esports World Cup 2026 menjadi awal dari kompetisi regional Free Fire musim kedua tahun ini. Lima tim terbaik Indonesia akan kembali bersaing di Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall yang dimulai pada Agustus mendatang. Turnamen tersebut menjadi jalur kualifikasi menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand.
Musim ini juga menjadi momen spesial bagi penggemar Free Fire di Tanah Air. Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall dipastikan berlangsung di Surabaya, menjadikan Kota Pahlawan kembali dipercaya sebagai tuan rumah ajang bergengsi Asia Tenggara setelah sebelumnya sukses menggelar Grand Finals FFWS SEA 2024 Fall.
Dengan antusiasme komunitas esports Indonesia yang terus berkembang, penyelenggaraan turnamen di Surabaya diharapkan kembali menghadirkan atmosfer kompetitif sekaligus menjadi kesempatan bagi wakil Indonesia untuk bangkit dan mengejar tiket menuju panggung dunia berikutnya.

Ikuti terus berita terbaru Free Fire dan berita esports terlengkap di Ligagame Esports! Jangan lupa kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.