Tanggapan KOMINFO Soal Isu Pemblokiran Game PUBG

by Jessica Elaine
KOMINFO Soal Isu Pemblokiran Game PUBG

Pada hari Rabu (27/10/21), diadakan sebuah diskusi panel online yang bertajuk “Pertumbuhan cepat, inovasi serta peran industri game dan esports di Indonesia”. Diskusi online tersebut dihadiri oleh Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Samuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Anthonius Malau (Plt. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika), dan Aswin Atonie (Country Manager Tencent Games Indonesia) sebagai pembicara. 

Pada saat pembukaan diskusi, Samuel Abrijani Pangerapan sedikit menyinggung soal isu yang beredar di kalangan komunitas penggemar esports, yaitu terkait pemblokiran game online. Tepatnya 20 Oktober lalu, Nova Iriansyah selaku Gubernur Aceh sempat kembali menyuarakan opininya terkait pemblokiran game seperti PUBG dan sejenisnya, karena dianggap seperti judi online. Hal ini bermula dari maraknya aktivitas tersebut yang dilakukan oleh masyarakat Aceh, sehingga membuat beberapa kalangan menjadi resah. 

Pak Samuel mewakili pihak Kemenkominfo memberikan respon sebagai berikut. “Ini adalah fenomena baru yang digandrungi banyak orang, jadi kita sih tetap mendukung,” ujar Pak Samuel. Memang betul, bahwa saat ini masih ada banyak paradigma serta sentimen negatif terkait esports itu sendiri. Mengingat bahwa orang-orang “lama” melihat esports sebagai game, dan game di mata mereka itu terkesan menghabiskan waktu. 

BACA JUGA: 

Oleh sebab itu, Pak Samuel turut menyarankan beberapa hal. “Para pelaku yang berkecimpung di industri ini juga harus rutin sosialisasi dampak positif, dan membuktikan adanya kontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital,” ungkap Pak Samuel. 

Tidak hanya itu, Pak Samuel juga tidak setuju dengan ungkapan yang menyatakan bahwa game online memicu terjadinya aksi judi. Menurutnya judi itu bukanlah karena difasilitasi oleh game, tetapi memang dari keinginan masing-masing individu yang memilih untuk bertaruh. “Kalau segala sesuatu disalahgunakan ya jadinya negatif, mau apa saja bisa jadi judi. Saya rasa kalau ada yang menyuarakan esports adalah judi, saya rasa tidak ada judinya. Kalau tiap permainan apapun bisa dijudikan, tapi itu kan individualnya.” tegas Pak Samuel.

Perkembangan esports sendiri di Indonesia memang sudah diakui oleh banyak pihak, termasuk Pemerintah. Hal ini bisa terlihat dalam fenomena, dimana esports berhasil menjadi bagian dari ajang PON XX Papua 3021, SEA Games 2019, dan Asian Games 2018 Jakarta. Bahkan Bambang Sunarwibowo selaku Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), pernah menyampaikan bahwa pendapatan industri game di Indonesia mencapai 30 triliun rupiah pada tahun 2021. 


“Esports itu seperti pandemic winner, karena di tengah-tengah pandemi dan tantangan ekonomi, esports menjadi salah satu yang menunjukkan tren kenaikan positif,” tutur Sandiaga Uno melalui diskusi online tersebut. 

Dengan total mencapai 60 juta pemain esports di Indonesia, Sandiaga Uno yang juga merupakan pembina dari PB esports, merasa  bangga bisa menjadi bagian dalam mendorong industri ini sebagai salah satu cabang dalam eksibisi PON XX Papua 2021. Kemudian, mendukung game lokal seperti Lokapala untuk bergabung dan dipertandingkan bersama dengan PUBG Mobile.

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!