Valve Minta Maaf Terkait Batalnya Major Pertama DPC 2022

Valve Minta Maaf Atas Pembatalan Major Pertam

Valve menyampaikan permintaan maaf dan memberikan pembaruan tentang rencana event offline mendatang. Valve menyatakan turnamen Major terpaksa harus dibatalkan karena meningkatnya pandemi COVID19 varia baru sehingga menyulitkan penyelenggara turnamen dan perjalanan.

Dalam email yang dikirimkan ke tim dan pemain profesional Dota2 itu, Valve juga meminta maaf atas penyimpangan komunikasi dan mengungkapkan bahwa mereka berencana untuk menyelenggarakan turnamen offline LAN pengganti.

Menyusul reaksi yang muncul di media sosial oleh komunitas esports Dota 2 atas pembatalan major pertama di musim DPC 2022.  

“Kami seharusnya melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk membuat Anda semua tahu tentang risiko acara, dan kami juga seharusnya lebih bersedia untuk mengambil pendekatan yang berbeda lebih awal untuk menemukan cara untuk mengakhiri musim pertama,” kata Valve.  Kepada pemain dan tim yang kompetitif. "Kami minta maaf untuk ini."

Email tersebut dikirim ke tim pada 12 Januari dan diposting secara publik oleh Direktur Operasi Team Secret Matthew "Cyborgmatt" Bailey.

BACA JUGA: Team Liquid Jadi Yang Pertama Lolos ke Major DPC 2021-22

Mengapa Major Pertama DPC 2022 Dibatalkan
Valve menjelaskan dalam emailnya bahwa mereka telah membatalkan acara tersebut karena sejumlah faktor, diantaranya masalah kesehatan dan pembatasan perjalanan akibat merebaknya varian Omicron dalam pandemi yang sedang berlangsung.

Valve juga mengalami kesulitan dengan penyelenggara turnamen, yang menolak menjadi tuan rumah acara tersebut karena faktor-faktor tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Aldar Dzhambinov. CEO Hellraisers itumengklaim bahwa penyelenggara turnamen diberitahu bahwa mereka telah terlambat memenangkan bidding / tawaran untuk menjadi tuan rumah major dan karenanya menolak untuk menjadi tuan rumah karena jangka waktu yang singkat dan risiko kegagalan yang tinggi.

Batalnya DPC Major pertama musim ini karena kendala kesehatan, perjalanan, dan logistik yang disebabkan oleh pandemi di antara faktor-faktor lain, Valve telah menyatakan bahwa saat ini sedang berupaya untuk "mempersatukan semua orang di satu lokasi" dan menyelenggarakan acara offline.

Valve belum mengatasi masalah komunikasi sistemik
Namun, Valve tidak memberi kabar terbaru kepada penggemar dan tim kompetitif tentang masalah lain yang diangkat oleh pemain esports termasuk Quinn "Quinn" Callahan dan Maurice "KheZu" Gutmann serta SumaiL. Sebagian besar kritik yang dilontarkan kemarin difokuskan pada kurangnya komunikasi Valve dan dampaknya terhadap stabilitas kancah persaingan.

Beberapa tokoh terkemuka termasuk Owen “ODPixel” Davies juga mempertanyakan Valve tentang apa yang direncanakannya dengan kumpulan hadiah $500K USD yang akan diberikan kepada tim yang bersaing di major pertama DPC 2022. Namun, Valve belum mengomentarinya. Mungkin ini bisa menjadi masukan bagi Valve mempekerjakan manajer komunitas untuk membantu interaksi dengan pemain, tim, dan penggemar secara efektif dengan ekosistem.

Liga regional musim pertama DPC 2021/22 akan berakhir pada 23 Januari ditutup laga di DPC China . Musim kedua saat ini dijadwalkan untuk dilanjutkan pada 14 Maret, memberi Valve waktu hampir dua bulan untuk menyiapkan solusi. Ada masukan untuk event offline pengganti atau melalui turnamen kecil lainnya.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Seri Anime DOTA: Dragon's Blood Season 2 di Netflix Ditunda

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!