Team Liquid Memanas, Sapu Bersih Falcons dan Juara 1win Essence Jelang TI15

by Rex "Regum" Rusman

Team Liquid memberikan pertunjukan luar biasa pada hari terakhir 1win Essence. Tim berjuluk The Boys in Blue tersebut berhasil memenangkan lima map secara beruntun untuk mengamankan gelar juara turnamen Dota 2 senilai US$200.000.

Perjalanan Team Liquid menuju trofi juga tidak mudah. Mereka harus memulai laga terakhir dari Lower Bracket sebelum menghadapi 1win Team dan kemudian berjumpa Team Falcons di grand final.

Namun, bukannya tertekan, Team Liquid justru tampil semakin menggila. Mereka berhasil menyapu kedua lawannya tanpa kehilangan satu map pun.

Performa tersebut menjadi modal penting menjelang The International 15 (TI15). Setelah sebelumnya tidak terlalu diunggulkan, Team Liquid kini mulai terlihat sebagai tim yang patut diperhitungkan untuk turnamen terbesar Dota 2 tersebut.

Team Liquid Singkirkan 1win Team di Lower Bracket

Hari terakhir 1win Essence dimulai Team Liquid dari Lower Bracket. Lawan pertama mereka adalah 1win Team, yang diperkuat mantan pemain Liquid, 33. Pada game pertama, Team Liquid tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawannya. Mereka mendominasi pertandingan hanya dalam waktu 29 menit dengan skor kill yang sangat mencolok, yakni 44-5.

Map kedua berjalan lebih ketat. Team Liquid bahkan sempat kesulitan sejak fase laning. Namun, keputusan Pure menggunakan build yang tidak biasa untuk Templar Assassin justru menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan Liquid.

Alih-alih menggunakan build umum Desolator menuju Hurricane Pike, Pure memilih Specialist's Array dan kemudian Hydra's Breath. Pilihan tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan. Team Liquid berhasil memanfaatkan situasi dan menutup seri dengan kemenangan 2-0, sekaligus memastikan tiket ke grand final.

Team Liquid Balikkan Keadaan Lawan Team Falcons

Di grand final, Team Liquid harus kembali menghadapi Team Falcons. Pertemuan tersebut terasa semakin menarik karena sehari sebelumnya Falcons sukses mengalahkan Liquid 2-0 di Upper Bracket Final. Dengan hasil tersebut, Team Falcons masuk sebagai tim yang lebih diunggulkan.

Namun, Team Liquid tampil seperti tim yang berbeda pada seri Best-of-5 ini. Mereka tidak hanya mampu membalas kekalahan sebelumnya, tetapi juga menghancurkan Falcons dengan kemenangan telak 3-0.

Nisha Jadi Bintang di Game Pertama

Game pertama grand final menjadi salah satu pertandingan paling menarik sepanjang turnamen. Pertandingan berlangsung hingga mendekati satu jam. Di tengah pertarungan panjang tersebut, Nisha tampil luar biasa menggunakan Puck.

Midlaner Team Liquid itu berkali-kali menghindari serangan Falcons dan berhasil menemukan celah untuk menghabisi support lawan dalam berbagai team fight. Nisha seolah mampu menghadapi lima pemain Falcons seorang diri. Mobilitas Puck membuatnya sangat sulit ditangkap, sementara setiap pick-off yang didapat membantu Liquid menjaga momentum. Performa tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membawa Team Liquid memenangkan game pembuka.

miCKe Mengamuk dengan Windranger

Jika Nisha menjadi pusat perhatian pada game pertama, giliran miCKe yang mengambil alih panggung pada map kedua. Menggunakan Windranger, miCKe tampil tanpa cela dan mencatatkan statistik 13/0/9. Team Liquid benar-benar mengontrol pertandingan hingga Falcons menyerah dan mengetik GG pada menit ke-26.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya miCKe tampil luar biasa dengan Windranger di turnamen tersebut. Pada pertandingan sebelumnya menghadapi GamerLegion, miCKe juga mencatatkan statistik fantastis, yakni 24/0/9.

Jika digabungkan, pemain Team Liquid tersebut mencatatkan statistik 37 kill tanpa satu kali pun mati dalam dua pertandingan Windranger.

Falcons Sempat Bangkit, Tapi Liquid Tetap Menang

Team Falcons sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan pada game ketiga. ATF tampil dominan di lane dan memberikan keuntungan awal bagi Falcons. Bahkan, keunggulan ekonomi Falcons sempat mencapai sekitar 11.000 gold.

ATF juga terlihat percaya diri dengan melontarkan ejekan melalui all-chat kepada miCKe. Namun, Team Liquid tidak kehilangan kendali. Mereka berhasil menemukan sebuah team fight penting yang mengubah arah pertandingan. Setelah momentum tersebut berpindah, Nisha kembali menjadi masalah besar bagi Falcons.

Kali ini Nisha menggunakan Storm Spirit. Falcons kesulitan menemukan cara yang konsisten untuk menangkap hero tersebut. Nisha terus bergerak agresif dan akhirnya mencatatkan statistik 19/3/17. Team Liquid berhasil membalikkan keadaan dan menutup game ketiga. Dengan hasil tersebut, Liquid menyapu Falcons 3-0 sekaligus memastikan gelar juara 1win Essence.

Team Liquid Bawa Pulang US$100.000

Kemenangan tersebut membuat Team Liquid berhak membawa pulang hadiah utama sebesar US$100.000. Yang lebih penting, kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri menjelang TI15.

Sebelum hari terakhir, Team Liquid bahkan tidak terlalu diunggulkan ketika menghadapi 1win Team maupun Team Falcons. Namun, mereka justru memenangkan lima map secara beruntun tanpa kehilangan satu pertandingan pun.

Performa tersebut tentu membuat peta persaingan menuju The International 15 menjadi semakin menarik.

Prediksi TI15 Team Liquid Mulai Berubah

Hasil 1win Essence juga membuat pandangan terhadap peluang Team Liquid di TI15 layak dipertimbangkan kembali. Sebelumnya, Team Liquid bahkan bisa dianggap sebagai kandidat yang berpotensi tersingkir lebih awal. Namun, performa di turnamen ini memberikan indikasi bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menghadapi tim-tim papan atas.

Kemenangan telak atas Falcons menjadi bukti paling jelas. Apalagi, Liquid mampu mengalahkan tim yang sehari sebelumnya justru berhasil menaklukkan mereka.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah performa tersebut bisa dipertahankan ketika menghadapi tekanan dan persaingan yang jauh lebih besar di The International 15.

Jika Nisha, miCKe, dan seluruh roster Team Liquid mampu mempertahankan level permainan seperti di 1win Essence, bukan tidak mungkin mereka berubah dari underdog menjadi salah satu tim yang mampu melangkah jauh di TI15. Satu hal sudah pasti: Team Liquid datang ke TI15 dengan momentum yang jauh lebih kuat setelah mengangkat trofi terakhir mereka sebelum turnamen tersebut. 

ligagame home of dota2 indonesia 7b308 c7191

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

 
LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!