Stockholm Major 2022: Wakil Terakhir Indopride, T1 vs Fnatic

by Zili
T1 vs Fnatic Stockholm Major 2022

Gelaran playoff Stockholm Major 2022 telah memasuki paruh kedua. Sejumlah tim terpaksa sudah angkat koper dari turnamen. Beberapa tim tersebut adalah Team Liquid, Team Spirit, BOOM Esports dan Evil Geniuses. Nama nama besar dan top kontender dengan sangat mengejutkan harus angkat kaki lebih awal daripada ekspektasi yang sudah mereka bentuk dari perjalanan mereka di DPC regional masing masing. Tetapi perjalan ini harus terus berjalan. Match up kali ini mempertemukan El-Classico of SEA DOTA yaitu Fnatic melawan T1. Dua tim ini memang sudah sangat sering bertemu di DPC SEA, tapi kali ini mereka akan saling bunuh untuk menentukan siapa tim yang lebih baik dan berhak untuk melanjut ke stage selanjutnya.

Fnatic sendiri diisi oleh veteran-veteran dari skena kompetitif Dota 2 yaitu Marc Polo “Raven” Fausto, Armel “Armel” Paul Tabios, Anucha “Jabz” Jirawong, Djardel “DJ” Mampusti dan Jaunuel “Jaunuel” Arcilla. Sedangkan di kubu lain, T1, dengan kombinasi solid duo Indopride + trio Pinoy sudah tidak perlu lagi kita ragukan. Kim “Gabbi” Villafuerte Santos, Karl “Karl” Boldovino, Carlo “Kuku” Palad, dan duo Indorpride kita yaiut Matthew “Whitemon” Filemon dan Kenny “Xepher” Deo.

Duo-3_25f7a.jpg

Game pertama dimulai dengan draft pick yang begitu apik dari Fnatic. Mereka memainkan strategi “Classic SEA” yaitu dengan cara melancarkan agresifitas yang tinggi di awal game sampai dengan mid game. Hal tersebut dinilai berhasil karena skor yang tercatat di papan skor di akhir pertandingan menunjukan defisit skor yang cukup banyak yaitu 28-15. Game kali ini dimenangkan dengan cukup mudah oleh Fnatic walaupun harus menempuh waktu kurang lebih 45 menit sebelum akhirnya T1 menyerah dan menyerahkan point pertama ke Fnatic.

Game kedua Fnatic secara mengejutkan memilih hero Sniper untuk menjadi midlaner nya. Hero tersebut memang salah satu hero yang diremehkan tetapi early stage sampai mid game menunjukan bahwa Sniper bukanlah hero yang bisa diremehkan. Karl “Karl” Boldovino secara mengejutkan kalah last hit diawal pertandingan. Hal tersebut membuat T1 sangat kesulitan. Tapi dengan gap-closer yang dimiliki oleh T1, hal tersebut tidak menjadi masalah di stage mid-game keatas. Dengan cukup mudah, T1 melakukan kiting ke sniper dan akhirnya mereka memenangkan game kedua dengan skor akhir 12-23.

Game ketiga dibuka dengan pick yang lebih bervariasi dari 2 game sebelumnya. Dua tim terlihat ingin bermain hero “hapalan” nya masing masing. Fnatic dengan percaya diri memilih Luna dan Death Prophet menjadi tumpuan utama sedangkan T1 memilih Phantom Assasin dan Storm Spirit untuk menjadi ujung tombaknya. Pertandingan kali ini dimainkan sangat hati hati. Kedua tim memiliki kesempatan yang sama besar untuk angkat kaki dari turnamen ini. Game pun berjalan dengan sangat lambat dan hanya mengalami beberapa kali war 5v5. Tetapi Fnatic dengan draft pick yang berfokus pada push lebih unggul. Dengan sangat mudah Luna dan Death Prophet melakukan push yang membuat T1 kewalahan dan memaksa T1 kalah 2-1 dari Fnatic.

Duo-2_d894b.jpg

Dengan ini seluruh wakil Indopride di Stockholm Major 2022 sudah tereleminasi. BOOM Esports adalah tim Indopride yang lebih dulu angkat kaki setelah kalah telak 2-0 dari OG.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya: 

Team Spirit, Juara The International 10 Pulang dari Stockholm Major 2022

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!