Terjadi Lagi! Rasisme di Antara Pro Player Dota 2, Valve Butuh Solusi?

by Zili

Salah satu pemain dari tim Beastcoast yaitu Héctor Antonio "K1" Rodriguez terbukti melakukan rasisme verbal ke salah satu pemain Korea dan mantan pemain TNC Predator yaitu Kim "Febby" Yong-min pada saat ranked games. Keduanya memang satu lane ketika bermain, dan Kim "Febby" Yong-min seakan tidak memiliki komunikasi yang baik dengan Héctor Antonio "K1" Rodriguez yang menyebabkan rusaknya creep equilibrium yang membuat Héctor Antonio "K1" Rodriguez kesusahann untuk farming. Keduanya pun sempat melakukan balas-balasan omongan sampai akhirnya Héctor Antonio "K1" Rodriguez memberikan statement rasis ke Kim "Febby" Yong-min yang berbunyi “Chi*g c*ong”.

Hal ini tentu saja membuat para viewers di livestream Kim "Febby" Yong-min geram. Mereka dengan membabi buta membanjiri chat twitch dan meminta Héctor Antonio "K1" Rodriguez untuk segera minta maaf, tapi hal itu tidak pernah terjadi sampai akhir pertandingan. Rekan satu tim mereka pun mengucapkan “bye bye on TI” kepada Héctor Antonio "K1" Rodriguez karena ulahnya tersebut. Valve memang dikenal sangat ketat untuk menindaklanjuti hal hal semacam ini. Contoh konkritnya yaitu Carlo "Kuku" Palad yang di banned untuk menghadiri The Congqing Major dan WESG 2018 akibat hal tersebut.

BACA JUGA: InYourdreaM Kembali ke Mid, Sinyal Balik ke Kompetitif Lagi?

Kim "Febby" Yong-min dipasangkan dengan akun Smurf Héctor Antonio "K1" Rodriguez di ranked match selama salah satu streaming langsung Twitch baru-baru ini. Kim "Febby" Yong-min bermain support  Bane, dan Héctor Antonio "K1" Rodriguez memilih carry Luna. Dalam beberapa menit pertama permainan, Héctor Antonio "K1" Rodriguez meminta Kim "Febby" Yong-min untuk melakukan harrasing kepada musuh, sementara dia berkonsentrasi untuk mendenied creep. Kim "Febby" Yong-min sedikit marah dan  menjawab bahwa Héctor Antonio "K1" Rodriguez akan di mute jika dia tidak berhenti berbicara.

K1-2_0937c.jpg

Seiring perkembangan lane, Héctor Antonio "K1" Rodriguez terlihat tidak puas dengan Kim "Febby" Yong-min. Akibatnya, Antonio "K1" Rodriguez menggunakan voice chat dan mengucapkan cercaan rasial. "Ayo tarik ******, ayo tarik," katanya. Sebagai tanggapan, Febby mengatakan bahwa dia tidak bisa stay di lane melawan musuh Bounty Hunter dan dia sudah selesai dengan lane sejak dia kehabisan  Sentry Wards. “I cannot f**king five Bounty Hunter, I am out of vision. Bye, bye,”

Beastcoast dan K1 belum membuat pernyataan resmi tentang drama tersebut, yang mulai ramai di situs media sosial. Febby membuat video insiden itu untuk saluran YouTube-nya, tetapi ketika dibagikan di utas Reddit, ia tampaknya mengubahnya menjadi pribadi.

Pernyataan yang dibuat oleh K1 adalah yang sama yang dibuat oleh Kuku pada tahun 2018 selama ranked games melawan pemain Cina. Ia tidak sengaja mengejek komunitas Cina. Akibatnya, Valve telah melarangnya berkompetisi di The Chongqing Major pada awal 2019 karena timnya saat itu, (TNC Predator) “had mishandled the situation on multiple occasions, making the situation much worse than it needed to be”. Stay grind, stay green!

ligagame home of dota2 indonesia 7b308

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

Dota 2 Player Highlights: FBZ Offlaner Tangguh BOOM Esports Asal Makassar

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!