Pelatih Team Secret Lee Heen Soroti Permasalahan DPC 2021

Pelatih Team Secret Lee Heen

Lee ‘Heen’ Seung Go menyampaikan pandangan soal potensi masalah yang muncul terkait format dari DPC 2021 setelah berakhirnya ajang ONE Esports Singapore Major. Dalam postingan terbarunya di TwitLonger, pelatih Team Secret itu bukan hanya mengkritik kekurangan dari format DPC dan skenario kualifikasi TI tetapi ia juga memberikan solusi yang mungkin dapat membantu menghilangkan kekurangan tersebut.

Menurut Heen, persaingan menuju TI musim ini menjadi sangat berat, tapi pembagian hadiah untuk turnamen TI tidak cukup baik. Selain itu, ia juga percaya bahwa sistem degradasi tim tidak cukup baik dan sistem distribusi poin belum dapat diterima.

Pelatih Dota 2 Korea Selatan itu juga menginginkan sistem ini mengakomodasi lebih banyak tim di tingkat Regional demi membuat “semua orang bahagia.”
Menurutnya, satu-satunya hal baik yang dicapai dari sistem saat ini adalah setiap daerah akan hampir dipastikan memiliki wakil di ajang TI. Hal tersebut karena perbedaan antara jumlah poin DPC yang diberikan di Liga Regional dan Major tidak jauh berbeda.
Selain banyaknya masalah dan solusi yang ia soroti, Heen juga ingin Valve mengubah sistem distribusi poin DPC.

BACA JUGA: Jadwal DPC 2021 Season 2: Upper Division Semua Regional

Versi sebelumnya dari sistem DPC sekarang muncul pada Februari 2020 tetapi sayangnya, karena timbul pandemi sistem tersebut tidak jadi diberlakukan. Sistem inik kemudian diterapkan pada Januari 2021 setelah Valve membawa versi DPC 2020 yang telah diperbaharui.
Heen selalu menjadi kritikus terhadap sistem tersebut, baik versi 2020 maupun versi 2021.

Permasalahan Format DPC Menurut Heen
Berikut adalah permasalahan dari sistem saat ini versi Heen:

Poin DPC sangat sulit untuk diperoleh (hanya peringkat lima besar dari Divisi Atas liga regional dan delapan besar di ajang Major).
Selain itu, karena banyaknya uang yang terkonsentrasi pada TI tahun ini, jalan menuju kejuaraan dunia tersebut ia nilai telah menjadi ‘kurang konsisten’.

Hal tersebut karena perbedaan antara jumlah poin DPC yang diberikan di Liga Regional dan Major tidak jauh berbeda.
Acara Major setidaknya menyumbang “1-2% dari total hadiah TI” yang menurutnya tidak sehat.
Sistem distribusi poin, terutama di ajang Major tidak terlalu memberikan tambahan yang signifikan bagi banyak tim karena hanya delapan besar yang mendapatkan uang hadiah dan poin. Sisanya pulang dengan tangan kosong.
‘Sistem saat ini dimana dua tim teratas dari Divisi terbawah harus menyerahkan slot mereka ke dua tim terbawah dari Divisi teratas jelas sangat bodoh. Kita berada dalam persaingan bisnis. Dapatkan tempat kalian seperti orang lain.’
Lower Bracket R1 harus berhenti menjadi BO1. Terbukti dari Singapore Major (di mana Lower Bracket R1 adalah BO3), itu hanya butuh menambahkan satu hari lagi untuk menyelesaikan putaran tersebut.

Dengan ajang TI10 yang akan dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang, Heen tentunya merasa masih ada waktu untuk mereka mempertimbangkan beberapa idenya tersebut dan mengimplementasikannya meskipun dia menyadari hal itu hampir mustahil diterima.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Baca selanjutnya:

General Tidak Terima Ditendang NAVI Gara-Gara Ramzes 666

 

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!