Shanghai - Persaingan The International 2026 (TI 2026) memasuki fase yang semakin sengit. Dua tim berhasil memastikan tempat di upper bracket final setelah melewati pertandingan semifinal yang berlangsung dramatis.
PARIVISION menundukkan Team Spirit dengan skor 2-1, sementara Team Yandex juga mengamankan kemenangan 2-1 atas Nigma Galaxy. Hasil tersebut membuat kedua pemenang kini hanya berjarak satu seri dari grand final TI 2026.
Pertemuan PARIVISION dan Team Yandex di upper bracket final pun bakal menjadi salah satu pertandingan paling menarik di turnamen. Pemenangnya akan mendapatkan tiket pertama menuju partai puncak dan semakin dekat dengan perebutan Aegis of Champions.
PARIVISION Tumbangkan Team Spirit dalam Duel 2-1
Pertandingan antara Team Spirit dan PARIVISION berlangsung dalam format tiga game. PARIVISION membuka seri dengan kemenangan pada game pertama melalui skor 28-20 dalam waktu 42 menit 50 detik.
Team Spirit tidak tinggal diam. Pada game kedua, mereka tampil jauh lebih dominan dan berhasil mencatatkan kemenangan telak 29-8 hanya dalam 28 menit 34 detik. Hasil tersebut memaksa kedua tim memainkan game penentuan.
Pada game ketiga, PARIVISION kembali menemukan ritme terbaiknya. Mereka mengamankan kemenangan dengan skor 37-12 setelah pertandingan berjalan selama 46 menit 53 detik.
Dengan kemenangan 2-1, PARIVISION memastikan tempat di upper bracket final. Sebaliknya, perjalanan Team Spirit berlanjut melalui lower bracket, sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk bertahan di TI 2026.
Team Yandex Hentikan Win Streak Nigma Galaxy
Di pertandingan semifinal upper bracket lainnya, Team Yandex menghadapi Nigma Galaxy yang sedang berada dalam performa luar biasa. Nigma sebelumnya mengukir lima kemenangan seri secara beruntun. Namun, tren positif tersebut akhirnya terhenti setelah Team Yandex berhasil melakukan comeback dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.
Kemenangan ini sangat penting bagi Team Yandex. Mereka kini mengamankan posisi Top 3 TI 2026 dan dipastikan membawa pulang hadiah yang diperkirakan mencapai US$293.047.
Team Yandex juga berhasil bangkit setelah perjalanan awal yang cukup sulit di turnamen. Performa mereka di fase grup membuat tim harus melewati jalur Elimination sebelum akhirnya berhasil mencapai babak Playoffs.
Kini, mereka tinggal selangkah lagi menuju grand final.
Team Yandex Bangkit Setelah Start yang Sulit
Sebelum TI 2026 dimulai, Team Yandex sebenarnya datang dengan reputasi sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang musim kompetitif 2025-2026. Mereka berhasil meraih posisi podium di tujuh turnamen, termasuk finis di peringkat ketiga Dota 2 Esports World Cup 2026.
Namun, performa awal mereka di TI 2026 tidak sepenuhnya sesuai ekspektasi. Yandex mendapatkan seed rendah di fase grup dan harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat di Playoffs.
Setelah berhasil melewati Elimination Round, performa mereka perlahan meningkat. Kemenangan atas Nigma Galaxy menjadi bukti bahwa Team Yandex sudah menemukan momentum yang tepat pada fase paling penting turnamen.
Jika mampu mempertahankan performa tersebut, mereka berpeluang menciptakan sejarah dengan memenangkan TI pada debut organisasi. Bagi Martin “Saksa” Sazdov, gelar tersebut juga bisa menjadi Aegis kedua dalam kariernya.
Cinderella Run Nigma Galaxy Akhirnya Terhenti
Perjalanan Nigma Galaxy di TI 2026 sebelumnya menjadi salah satu cerita paling mengejutkan dalam turnamen. Sebelum perubahan roster, Nigma menjalani musim yang relatif sulit dan tidak banyak menghasilkan prestasi di turnamen Tier 1. Namun, keputusan mengembalikan Syed Sumail “SumaiL” Hassan ke tim tiga bulan setelah ia sempat dibangkukan ternyata membawa perubahan besar.
SumaiL kemudian dipindahkan ke posisi carry, sementara talenta Ukraina Artem “Lorenof” Melnick mengisi posisi mid. Perubahan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya, tetapi Nigma justru menunjukkan perkembangan pesat.
Mereka lolos ke TI 2026 melalui kualifikasi Eropa dan finis di Top 8 Dota 2 Esports World Cup 2026. Di fase grup TI, Nigma bahkan mencatat rekor 4-1 dan mendapatkan tiket langsung ke Playoffs.
Nigma kemudian melanjutkan kejutan dengan mengalahkan juara bertahan Team Falcons 2-1 pada babak awal Playoffs. Namun, lima kemenangan seri beruntun mereka akhirnya dihentikan Team Yandex.
Nigma dan Spirit Harus Berjuang dari Lower Bracket
Kekalahan di semifinal upper bracket bukan berarti perjalanan Nigma Galaxy dan Team Spirit berakhir. Keduanya kini turun ke lower bracket, tetapi setiap pertandingan berikutnya menjadi jauh lebih krusial karena satu kekalahan saja akan langsung mengakhiri perjuangan mereka di TI 2026.

Nigma Galaxy dijadwalkan menghadapi BoomBoys (BetBoom Team) pada Sabtu, 22 Agustus. Sementara itu, Team Spirit juga harus kembali bertarung untuk mempertahankan peluang mereka meraih Aegis. Situasi ini membuat fase akhir TI 2026 semakin menarik. Tim yang kalah tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan.
PARIVISION vs Team Yandex Berebut Tiket Grand Final
Kemenangan di semifinal membuat PARIVISION dan Team Yandex menjadi dua tim pertama yang memastikan tempat di upper bracket final. Keduanya kini akan bertemu untuk memperebutkan tiket pertama menuju grand final TI 2026.
PARIVISION datang dengan modal kemenangan atas Team Spirit, sedangkan Team Yandex berhasil menghentikan momentum Nigma Galaxy. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tempat di final. Pemenangnya juga akan mendapatkan keuntungan besar karena bisa menunggu pemenang dari jalur lower bracket di partai puncak.
Dengan performa kedua tim yang sedang menanjak, duel PARIVISION vs Team Yandex berpotensi menjadi salah satu seri paling menentukan dalam perjalanan menuju Aegis of Champions.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!
Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.