Melegakan, Dota2 Bukan Lagi Game Paling Toxic! Ini Faktanya

Dota2 Bukan Lagi Game Paling Toxic, Ini Faktanya!

Dota 2 bukan lagi game paling toxic, tapi tetap berada di jajaran teratas. 
Perilaku toxic atau jika diterjemahkan secara bebas berarti "beracun"bisa muncul di berbagai media online. Bisa dibilang istilah toxic lebih dulu populer di kalangan gamers. Fitur chat in-game yang awalnya untuk komunikasi, justru bisa berubah menjadi medan yang "membagongkan". Rangkaian kalimat "ajaib" dengan diksi berbisa pun bisa mengalir tatkala emosi terpancing.

Player toxic adalah mereka yang- meminjam istilah Bahasa Jawa, "cangkemne betaburan". Namun, selain cerewet, respon mereka cenderung agresif dan reaksioner. Tak segan memulai juga tak mau selesai sebelum merasa menang. Jika kata "toxic" terlalu asing, kita pun memiliki padananya yang sama-sama terdiri dari lima huruf yaitu: Bacot.

Dari sekian banyak game dan title esports yang populer, Dota 2 punya reputasi disegani di beragam aspek. Dota 2 merupakan game MOBA dengan kompleksitas tinggi sehingga pemain pemula (beginner, newbie-noob) harus menjajaki tahap demi tahap mulai dari pemahaman game, pilihan hero (yang jumlahnya ratusan), penguasaan permainan, mikro dan makro skill, map dan berbagai hal teknis lainnya. Citra DOta2 sebagai game berat dan sulit langsung menghantui, terlebih para newbie yang harus cukup siap kaget dengan toxicity di dalam game.

BACA JUGA: Atmosfer Kemeriahan PUBSTOMP TI10 Bareng IBOT di Ligagame Esports Arena

 Mengapa orang-orang begitu toxic di Dota 2?

Toksisitas di Dota 2 telah menjadi normal karena sejumlah faktor yang berbeda. Sebagian besar bermuara pada sikap Valve yang agak longgar dalam mengatasi masalah ini. Mungkinkah ini memang telah menjadi karakter atau identitas yang secara alami terbentuk? Menilik sebuah scene esports tentu tak bisa terlepas dari tim dan pro player. Agaknya, perilaku toxic juga seakan lumrah di antara para profesional Dota 2. 

Dota 2 memang masih menjadi game yang toxic, tetapi  kini bukan lagi yang paling beracun. Sebenarnya tingkat toxic di Dota 2 cenderung stagnan di tahun 2020, namun game lain mengalami penurunan tajam dalam toksisitas selama setahun terakhir.

BACA JUGA: Sebastian Ceb Panas Ke Midormeepo, Admin Twitter Team Secret

ADL (Anti-Defamation League) atau Lembaga Anti-Pencemaran Nama Baik telah merilis hasil studi 2021  tentang toksisitas dalam game online. Lembaga ini melacak pengalaman pemain di berbagai game dan esports. Hasil studi pada 2019 masih menempatkan Dota 2 sebagai game paling toxic hingga tahun 2020.  Studi ADL juga menemukan Dota 2 lebih buruk daripada kebanyakan game konsol top dan judul multiplayer PC, termasuk Battlegrounds PlayerUnknown, Counter-Strike: Global Offensive, dan Fortnite.

Apakah Dota 2 game paling toxic di tahun 2021?

Pada tahun 2021, Dota 2 bukan lagi menjadi game paling toxic. Valorant kini menempati posisi teratas sebagaimana data yang ditampilkan ADL. 

ADL daftar game paling toxic 2021 770ac

79% pemain Valorant melaporkan mengalami beberapa jenis pelecehan saat bermain game sementara Dota 2 mencapai 78% . Penalaman kurang menyenangkan yang dialami dalam game Dota 2 sebesar 78% turun sedikit dari tahun 2020 yang mencapai 80%.

BACA JUGA: Pisah dari Team Secret, Zai Resmi Gabung ke Team Liquid!

Meskipun Dota 2 bukan lagi game yang paling toxic, secara statistik masih lebih buruk daripada game MOBA lainnya seperti League of Legends.  65% pemain LoL melaporkan pelecehan, sedangkan Dota 2 sebanyak 78%.

toxic chat dota 2 022b4

Chat toxic Dota 2

chat toxic lol de74b

Chat toxic LOL

Jika dibandingkan langkah yang diambil Riot Games selaku developer dan publisher League of Legends terbilang ketat soal perilaku toxic dan harrasment di dalam game, terlebih di pro scene. Beberapa pemain pro didenda dan diskors karena menggunakan bahasa rasis. Sementara, Valve seakan lebih longgar menyikapi persoalan ini. Sejumlah pro player yang berujar toxic hingga rasis pernah mencuat namun berlalu tanpa menerima konsekuensi apapun.

Well, dengan laporan data terbaru yang menempatkan Valorant sebagai game paling toxic, tentu jadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi Riot Games. 

Baca selanjutnya:

[Guide] Dota 2 Bristleback: Hero Tanker Sangar!

 

LIGAGAME ESPORTS
The First Full-Service Esports Agency in Indonesia

Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia.


© 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved.

Follow Ligagame Esports

Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru!